CINTA SMA

CINTA SMA
LDR terusan Cinta SMA


__ADS_3


Sebelum membaca, aku harapkan kalian mampir ke cerita baruku.


Judulnya LDR " Cinta SMA"


Masih menceritakan perjalanan kisah Cinta SMA antara Dito dan Sinta.


Yang penasaran, liat bab pertama ya


Happy reading πŸ’“


****


Sinta mengiringi kepergian Dito, dan pagi ini mereka sudah berkumpul di bandara Soeta.


β€œ Kamu, hati-hati ya!” kata Sinta yang berhadapan dengan Dito sambil tersenyum.


β€œ Kamu, jangan senyum terus. Nanti banyak cowok-cowok yang naksir.” Ucap Dito seraya mencubit hidung Sinta.


β€œ Ish, β€œ Sinta menepis tangan Dito.


β€œ Maaf, gak bisa peluk kamu. Karena di sini banyak orang.” Bisik Sinta sambil mengatupkan tangannya di mulut.


Dito langsung mengacak-acak jilbab Sinta.


β€œ Ih, kamu tuh ya usilnya gak ilang-ilang.” Rajuk Sinta yang langsung mencubit perut Dito.


Puput , Ningsih dan Terry hanya menggelengkan kepala, melihat keromantisan sahabatnya.


Suara panggilan operator bandara terdengar memanggil penumpang, yang akan berangkat tujuan Inggris.


Teman-teman Dito pun bersalaman sekaligus berpelukan.


β€œ Jangan lupain kita, ya! β€œ ucap Malik sambil memeluk Dito.


β€œ Iya, tolong jaga Sinta.” Pesan Dito pada Rendi, Fadli dan Malik.


β€œ Oke…” jawab ketiganya serempak.


Dito pun pergi meninggalkan mereka, menuju pesawat.


β€œ Kamu gak usah sedih, ya!” kata Selvi yang mengusap punggung Sinta.


β€œ Enggak kok, aku Cuma mau nangis aja.” Ucap Sinta seraya mengusap kedua air matanya.


Cinta Dito dan Sinta sangatlah tulus, mereka benar-benar pasangan serasi.


****


Pagi ini, Sinta mulai di sibukkan dengan aktivitas sekolah. Kini dia sudah naik ke jenjang SMA kelas 12.


Sinta sudah rapi mengenakan baju seragamnya. Kini kehidupannya sudah tenang, tak ada lagi pengganggu.


Sinta melangkahkan kakinya menuju gedung sekolah. Dia semakin bersemangat, karena setahun lagi akan meninggalkan bangku SMA.

__ADS_1


β€œ Sin, β€œ panggil Puput yang berpapasan dengannya.


β€œ Hey, Put!” sahut Sinta


Mereka langsung bergandengan tangan, menuju ke kelas. Kini kelas Sinta berada di lantai tiga, sedangkan kelas puput berada di lantai dua.


β€œ Aku duluan, ya!” kata Puput yang sudah sampai di kelasnya.


β€œ Dah…!” kata Sinta sambil melambaikan satu tangannya.


Kemudian Sinta kembali melangkahkan kakinya menaiki anak tangga, menuju lantai tiga.


Sesampainya di sana, sudah ada Rendi dan Selvi yang berdiri di balkon kelas.


β€œ Kalian ya, pagi-pagi sudah berduaan.” Sindir Sinta seraya melirik ke arah mereka.


β€œ Kan kita jadi bertiga!” sahut Selvi.


β€œ Aku masuk dulu, ya!” kata Sinta yang langsung masuk ke dalam kelas.


Dia pun mencari tempat duduk, yang belum ada tasa di bangkunya.


Sinta memilih tempat duduk di barisan kedua, tepat di depan meja guru.


Kemudian dia langsung berdiri, dan menghampiri Rendi dan Selvi.


" Aku boleh ikut nimbrung?" Tanyanya yang berada di sebelah Selvi.


" Iya, boleh dong!" Jawab Selvi.


Bel masuk berbunyi, semua siswa masuk ke dalam kelas.


Pelajaran pun di mulai, semua siswa tertib mendengar guru menjelaskan pelajaran.


****


Sesampainya di rumah, Sinta langsung merebahkan dirinya di tempat tidur.


Tiba-tiba ada suara dering telepon berbunyi.


"Β Kring, kring..."Β 


Dengan cepat tangannya meraih ponselnya, yang berada di dalam tas.


Berharap panggil iti dari Dito, sang kekasih yang kini jauh di Inggris.


" Kak Sulis?" Lirih Sinta, saat membaca tulisan di layar ponselnya.


Segera dia mengusap layar dan menekan tombol berwarna hijau.


"Β Halo, Sinta?"Β 


" Wa'alaikum salam ...."


" Oh iya, kakak lupa! Assalamu'alaikum..."

__ADS_1


" Iya, kak ada apa?"


" Kamu bisa gak, temani kakak tinggal di Yogyakarta?"Β 


" Apa, Kak? Tinggal di Yogyakarta?"


" Iya, kakak mendapatkan rumah dinas dari pemerintah. Dan cukup luas jika kakak yang tinggal sendiri."Β 


" Tapi, bagaimana dengan sekolah ku?"


" Kakak sudah minta ijin sama mama, katanya kamu boleh pindah ke sini. Dan pendidikan di sini juga gak kalah bagus, kayak di Jakarta!"


" Kapan, Kak?"


" Besok, kamu harus sudah sampai di sini. Dan surat kepindahannya akan di urus oleh ayah."Β 


" Secepat itu, Kak?"


" Iya, kakak takut tinggal di rumah sebesar ini sendiri."


" Iya udah, aku akan berkemas."


" Jangan kelamaan, kakak takut sendirian."


" Iya..."


Sinta langsung mematikan telepon selulernya, dia begitu terkejut mendengar kabar dari kakaknya.


" Aduh aku gak ada waktu untuk pamitan sama teman-teman ku." Gerutu Sinta seraya merapikan baju-baju nya. Dan di masukkan ke dalam tas besar.


" Sinta, apa kamu sudah siap?" Panggil mama Sinta.


" Iya, Ma!" Jawab Sinta yang kerepotan membawa tas besar.


Kemudian dia keluar dari kamarnya, berjalan menuju ruang tamu.


" Ma, kenapa mendadak sekali?" Tanyaku yang sudah duduk di sofa.


" Sebenarnya semalam kakakmu sudah bicara sama mama, hanya saja mama lupa." Kilah mama Sinta.


" Dan aku yang kerepotan sekarang, mana aku belum pamitan sama teman-teman." Ucapku sambil memainkan ponselku.


" Kamu hanya tinggal menghubungi temanmu lewat handphone." Kata mama.


" Iya, tapikan gak bisa cipika-cipiki." Keluh Sinta.


" Iya sudah, motornya sudah datang." Kata mama yang melihat motor tukang ojek berhenti di depan rumah.


" Ini tiket kereta nya, dan hati-hati di jalan ya!" Pesan mama, " Oh iya, ini ongkos nya." Kata mama seraya memberikan amplop kepada Sinta.


-


Silakan baca di judul berikutnya.


LDR CINTA SMA

__ADS_1


__ADS_2