CINTA SMA

CINTA SMA
Teman baru Dito


__ADS_3

" Sial, kenapa aku harus kehilangan Sinta lagi." umpat Rio yang melampiaskan kemarahannya dengan menendang ban mobil nya.


Kemudian dia kembali ke kantor, dengan perasaan emosi yang tak beraturan.


" Sin, kamu gak apa-apa?" tanya Fadli.


" Iya." jawab Sinta.


" Sin, kenapa orang itu terus ngikutin kamu?" tanya Fadli.


" Entahlah, sudah ku tolak tapi dia terus mengejar ku." jawab Sinta dengan nada suara yang lesu.


" Apa kau sudah mengadukan ke Dito?" tanya Fadli.


" Tanpa aku mengadu, pasti Dito sudah tahu dari kalian." kata Sinta.


" Ya sudah, nanti akan aku carikan jalan keluar." kata Fadli.


DITO


" Helo, what is your name?" sapa salah seorang wanita yang berada di depan Dito.


" Dito." jawab Dito dengan wajah dinginnya.


" Where your come from?" tanya gadis yang berwajah Asia.


" Indonesia." jawab Dito yang fokus memegang ponsel nya.


" Oh kamu dari Indonesia? Aku pikir kamu belasteran asia dan Inggris." kata gadis yang berada di hadapannya.


" Kamu baru daftar?" tanya gadis cantik dengan mata coklat.


" Iya, " jawab Dito.


" Namaku, Sarah Novita." jawab gadis yang bernama Sarah.


" Iya, " jawab Dito yang masih mengacuhkan nya.


" Apa kamu tahu pelajaran PPKN?" tanya Sarah.


" Tahu.." jawab Dito

__ADS_1


" Pernah belajar cara menghormati orang lain?" ucap Sarah yang menyindir Dito.


" Lalu?" ucap Dito


" Kamu harus belajar lagi soal tata cara berbicara dengan orang lain, agar kamu bisa menghargai aku yang ingin kenalan denganmu. " ucap Sarah sambil tersenyum.


" Baiklah, nanti akan aku pelajari " jawab Dito masih fokus dengan gadgetnya.


Sarah sepertinya masih punya stok kesabaran untuk menghadapi Dito. Dia melanjutkan perkenalan nya dan lagi-lagi menggoda Dito.


" Apa sih yang kamu ketik?" tanya Sarah yang melihat wajah Dito dengan intens


" Aku sedang melepas rindu dengan pacarku." jawab Dito dengan nada ketus.


Sarah langsung membulat kan kedua bola matanya. Seketika hatinya yang tadi penasaran dengan penampilan Dito, mendadak hancur lebur.


" Oh pacar kamu, " kata Sarah, " Dia di sini?" tanya Sarah.


" Kenapa kamu tidak memperdalam ilmu PPKN? Seenggaknya jangan mengganggu privasi orang." jawab Dito yang langsung pergi meninggalkan Sarah lalu menuju mobilnya.


Sarah terlihat geram karena di acuhkan oleh Dito. Tapi matanya melihat ke arah Dito menuju mobil mewah yang terparkir di halaman kampus.


" Wah, keren banget mobilnya. Tampang nya sederhana, tapi mobilnya istimewa." mata Sarah terbelalak melihat Dito mengemudikan mobil sport nya.


Dito menuju rumah nya yang jaraknya setengah jam dari kampus. Lumayan jauh, tapi karena bukan daerah macet jadi perjalanan tidak memakan waktu lama.


" Dit, " panggil Melly.


" Iya, Kak!" jawab Dito.


" Nanti malam anterin kakak ke party temen ya!" pinta Melly.


" Kakak bawa aja mobil sendiri." jawab Dito


" Tapi kakak lagi gak fokus nyetir." kata Melly merajuk.


Tujuan Melly mengajak Dito adalah, ingin memperkenalkan adik temannya kepada Dito.


" Jam berapa?" tanya Dito.


" Jam delapan malam." jawab Melly.

__ADS_1


" Aku mau tidur dulu." jawab Dito.


Lalu Dito menuju kamarnya, dia terus mengecek bisnis hotelnya yang berada di Yogyakarta. Karena dia juga membangun toko kue dengan resep brownies buatan Sinta. Dan Sinta juga mendapat royalti dari bisnis Dito.


" Dret, dret.." terdengar bunyi ponsel bergetar saat dia mau memejamkan kedua matanya.


" Fadli?" ucap Dito yang langsung membuka matanya bulat-bulat.


Lalu Dito langsung melihat isi pesannya.


" Telepon aku, penting." ketikan Fadli yang begitu singkat.


" *Berdering.."


" Halo, Fad! Ada apa?"


" Aku ingin membicarakan soal Sinta."


" Memang Sinta kenapa?"


" Tadi siang Rio datang ke sekolah, lalu kami berhasil menghadang nya. Dan Sinta berhasil lolos*."


Waktu di tempat Dito masih siang, sedangkan Fadli di telpon di waktu sudah malam hari.


"Rio mau apa?"


" Seperti nya masih penasaran dengan Sinta."


" Bagaimana reaksi Sinta?"


" Dia diam saja, tak bicara banyak seperti biasanya."


" Terima kasih atas informasinya."


" Sinta sangat marah sekali saat Rio menyinggung tentang kamu yang telah membayar kami untuk melindungi Sinta*."


Dito pun terdiam, lalu menutup sambungan telepon seluler nya.


-


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2