CINTA SMA

CINTA SMA
Kecurigaan Dito


__ADS_3

" Sin, " panggil Mira.


" Ada apa, Mir?" tanya Sinta yang sudah duduk di kursi nya.


" Aku ingin ngomong sesuatu sama kamu." kata Mira.


" Ngomong apa?" tanya Sinta sembari melirik Rendi yang ingin menghampiri nya.


" Soal Rio." kata Mira berbisik.


" Aku sudah bilang padanya untuk tidak mendekati ku lagi." ujar Sinta.


" Tapi dia benar-benar mencintai mu." kata Mira meyakinkan.


" Mir, jangan ganggu aku. " Kata Sinta yang sudah enggan berbicara dengan Mira dan kepalanya pun menoleh ke arah kiri menghadap Selvi.


" Sin, Dito kan di luar negeri dan pulangnya pasti lama. Masa kamu gak bisa membuka hati untuk Rio?" rayu Mira.


" Tet, tet, tet..." Bel masuk pun berbunyi.


" Mir, sebaiknya kamu masuk ke kelas." ujar Sinta.


Kemudian Mira langsung balik badan dan keluar dari kelasnya Sinta.


" Ada apa Sin?" tanya Selvi yang duduk di sebelah Sinta.


" Enggak, ada apa-apa." kata Sinta sambil tersenyum.


Pelajaran pun dimulai, para siswa pun mengikuti pelajaran bahasa Inggris.


DITO

__ADS_1


" Cring..." bunyi pesan masuk via wa.


"Foto Sinta dan Rio yang sedang makan malam berdua di apartemen."


" Gambar 1: Sinta sedikit duduk di kursi." pesan satu.


" Gambar 2 : Sinta pun berhadapan dengan Rio di satu meja makan." pesan ke dua.


" Gambat 3 : Sinta satu mobil dengan Rio." pesan ke tiga.


" Nomor siapa ini?" kata Dito yang membaca pesan masuk.


" Aku tahu ini paati kerjaan Mira, tapi kenapa Sinta bisa berada di apartemen Rio?" kata Dito yang sedikit curiga.


" Apa sebaiknya aku beritahu Sinta, kalau aku mendapat foto-fotonya bersama Rio." pikir Dito.


" Tapi aku tunggu kabar dari Sinta." kata Dito yang tidak ingin berprasangka buruk terhadap Sinta.


Terdengar suara ketukan tiga kali dari pintu kamar Dito.


" Masuk, Kak!" kata Dito kepada Melly.


" Ceklek.." Melly membuka pintu kamar Dito.


" Dit, Kakak mendapatkan gambar dari nomor gak dikenal." kata Melly yang menunjukkan layar ponselnya.


" Mana Kak!" kata Dito yang langsung mengambil ponsel milik Melly.


" Kok sama sih, dengan yang dikirim ke nomor ku." gumam Dito di hati kecilnya, " Pasti ini perbuatan Mira, karena hanya dia yang tahu nomor telepon Kak Melly.'"


" Maksudnya apa orang ini ngirim foto Sinta ke handphone Kakak, sama Rio lagi." Kata Melly nada suara yang bingung dan memang suka dengan Rio.

__ADS_1


" Sudah gak usah di pikirin, nanti biar aku tanya ke Sinta. Apakah benar yang di dalam foto itu adalah dia " kata Dito mencoba menenangkan Melly


" Iya, " kata Melly yang setuju dengan usul Dito.


Kemudian Melly langsung keluar dari kamar Dito.


Dito langsung mengirim pesan pada Fadli, dia ingin menanyakan tentang kebenaran foto yang dikirim oleh seseorang.


" Fad, aku dikirim foto Sinta dan Rio sedang makan di apartemen Rio. Bisa kau selidiki, bagaimana Sinta bisa sampai disana?" Terkirim pesan untuk Fadli.


Dito pun langsung mandi, karena ingin mendaftar di universitas tempat Melly kuliah.


" Criing...." Pesan masuk dari Fadli pun Dito terima.


" Oke.."


Selesai merapikan baju dan dokumen yang diperlukan, Dito langsung menuju universitas yang paling terkenal di Inggris.


" Kak, aku sudah rapi. Apa mau berangkat bareng?" tanya Dito yang sudah berada di ruang makan.


" Iya, kakak mau ngabisin omelet buatan mama. Soalnya aku kangen banget masakan mama." kata Melly yang memeluk mamanya yang duduk di sebelah kursinya.


" Cepat kau sarapan Dit, biar kamu gak kelaparan nanti. Dan bisa fokus kerjanya." pesan mama.


Setelah pulang dari universitas, Dito pun harus bekerja. Karena mereka juga punya usaha toko kue di ibukota Inggris.


-


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2