CINTA SMA

CINTA SMA
Memori yang terulang


__ADS_3

" Terima kasih Sinta," Kata Dito yang terus memandangi wajah Sinta.


" Terima kasih soal apa?"


" Karena kau telah jujur kepada ku." Kata Dito yang kagum dengan sikap Sinta.


" Aku memang tidak salah menjatuhkan pilihan ku." Kata Dito terus menatap Sinta dengan penuh cinta.


" Ih, udah ah gombal nya!" Kata Sinta yang merasa malu karena terus di tatap oleh Dito.


" Kamu jangan bikin aku ge-er kenapa sih!" Kata Sinta yang menutup mukanya dengan kedua telapak tangan nya.


Dito pun semakin tersenyum dan gemas melihat Sinta yang malu-malu.


Gerimis mulai turun, suhu udara sudah terasa dingin.


" Dingin sekali." Kata Sinta sambil menggosok-gosokkan telapak tangan ke lengannya.


" Pakailah jaketku." Kata Dito yang langsung membuka jaketnya dan memakai kannya ke badan Sinta.


" Aku jadi teringat saat kau meminjamkan jaketmu sewaktu di kebun raya bogor." Kata Sinta yang mengulang memori saat melakukan studi tur.


" Kau masih ingat aja!" Kata Dito.


" Iya, aku selalu ingat. Saat itu aku sangat bingung dengan sikapmu yang dingin dan acuh!" Kata Sinta mengingat saat-saat dia masih penasaran dengan sikap Dito.


" Kan kita belum kenal!" Tuturnya.

__ADS_1


" Tapi kan gak harus sejutek itu sama aku." Kata Sinta merajuk.


" Karena aku sudah memilih kamu waktu itu." kata Dito.


" Gombal lagi!"


" Hujannya semakin deras, dan mataku sudah ngantuk." Kata Sinta.


Jarak antara mobil dengan saung hanya beberapa meter. Tetapi karena hujan turun cukup deras rasanya sulit untuk masuk ke dalam mobil.


" Kau tidur lah di pangkuan ku. Kalau hujan sudah reda akan aku bangunkan." Kata Dito sambil menepuk-nepuk pahanya.


" Ah tidak, nanti kakimu bisa kesemutan." Kata Sinta menolak. " Apa kau tidak lelah?" Tanya Sinta.


" Aku hanya ingin menikmati malam ini bersama mu." kata Dito.


" Gombal lagi!" ledek Sinta yang langsung menggelitik pinggang Dito.


" Iya, cukup, cukup aku tidak akan gombal lagi." kata Dito sambil mengangkat dua jari telunjuk dan jari tengah.


Hujan sudah mulai reda, hanya gerimis kecil yang turun membasahi bumi.


" Sudah reda, kita ke mobil." ajak Dito.


Mereka langsung menuju mobil dan mencari hotel terdekat.


Sesampainya di hotel Dito langsung memesan dua kamar. Dan kamar mereka pun bersebelahan.

__ADS_1


Sinta pun masuk ke dalam kamarnya. Selesai melaksanakan solat isya, dia langsung tertidur.


Karena memang mata Sinta tidak kuat untuk menahan kantuknya.


Dito pun setelah melaksanakan solat isya, dia langsung menuju tempat tidur. Tetapi dia tidak langsung tertidur.


Pikiran nya terus terbayang dengan pembicaraan dengan Sinta sewaktu di saung.


Seperti nya, Sinta masih terus mengingat momen dimana mereka baru saling mengenal.


Dito pun tersenyum-senyum sendiri melihat wajahnya di kaca jendela hotel.


" Apa Sinta terus memikirkan aku saat itu?" gumam Dito dalam hatinya yang memikirkan Sinta saat pertama kali mereka bertemu.


****


Cahaya pagi masuk ke sela-sela jendela hotel yang tertutup korden.


Mata Sinta pun silau karena cahaya yang masuk. Karena selesai solat subuh dia langsung tertidur lagi. Sinta menutup mukanya dengan selimut. Matanya masih terasa berat untuk bangkit dari tempat tidur.


" Tok, tok, tok.."


terdengar suara ketukan tiga kali dari pintu luar.


" Ah, aku masih sangat ngantuk." kata Sinta yang membuka kedua mulutnya karena menguap dan ditutup oleh punggung tangan nya.


-

__ADS_1


-


Dukungan kalian sangat berarti, ayo di like dan vote ya.


__ADS_2