CINTA SMA

CINTA SMA
Rumah Terry


__ADS_3

" Sin, ini keranjang nya." kata Terry yang memberikan keranjang pada Sinta.


" Aku gak paham cara memetiknya." kata Sinta.


" Ini guntingnya, caranya pegang buahnya. Lalu potong batangnya di tengahnya." kata Terry sambil mempraktekkan.


" Oh, oke." kata Sinta mengangguk.


Sinta mencari stroberi yang sudah berwarna merah.


" Sin, petikin juga buat Puput dan Ning." kata Terry.


" Oh oke," jawab Sinta yang masih memilih stroberi yang berwarna merah merona.


RUMAH TERRY


" Nak, kamu lelah?' tanya nenek Terry.


" Sedikit Nek," jawab Dito.


" Tidurlah di sofa itu, sambil menunggu pacarmu." kata nenek Terry.


Dito hanya tersenyum mendengar perkataan nenek Terry.


Terlihat Rendi menghampiri rumah Terry, dia melihat ada mobil mewah terparkir di halaman rumah.


" Wah, Dito sepertinya lebih kaya daripada CEO tengil itu." kata Rendi yang menyebut Rio dengan CEO tengil. Karena Puput menyebut nya seperti itu.


" Apa ada Dito di dalam?"


" Kenapa dia tidak ikut Sinta ke kebun stroberi?" Gumam Rendi di dalam hatinya.


Rendi pun mencoba masuk ke dalam rumah Terry. Dia melihat Dito sedang terbaring di sofa, dan matanya sedang terpejam.

__ADS_1


" Rupanya Teh Sinta tidak bisa jauh dari Dito." gerutu Rendi yang sedikit kecewa dengan perasaan nya kepada Sinta.


Dua jam sudah berlalu, Sinta dan Terry pun kembali ke rumah.


" Dit, Dito!" ucap Sinta sambil menggoyangkan tubuh Dito.


" Eh, kamu uda selesai?" tanya Dito yang langsung membuka kedua matanya.


" Kamu mau nginep?" tanya Terry.


" Enggak Ter, aku bilang sama mama dan ayah kalau malam nanti akan pulang." tutur Sinta.


" Oh, " jawab Terry. " Ya udah makan dulu." kata Terry.


" Bantuin aku masak ya!"


" Oh oke," sahut Sinta.


Terry dan Sinta langsung menuju ke arah dapur. Makanan yang tadi di bawa oleh Dito sebagian sudah di berikan oleh bapaknya Rendi. Dan satu bungkus sudah di nikmati oleh kedua orang tua Terry.


" Ah, masa?' tanya Terry.


" Kemarin dia masakin aku steak ayam." kata Sinta.


" Steak ayam kan sudah di buat frozen' , jadi dia cuma angetin doang." kata Terry.


" Emang gitu ya?" tanya Sinta.


" Ih kamu ini pinter tapi----" ucap Terry.


" Tapi apa?" tanya Sinta penasaran sambil memotong tempe.


" Tapi telat mikir." kata Terry sambil tertawa.

__ADS_1


" Ih, kamu jahat!" kata Sinta yang langsung menggelitik pinggang Terry.


" Iya, iya. Maaf!' kata Terry yang menyudahi bercandaan nya. " Udah ah, masak lagi!"


Kemudian Sinta langsung memberi garam pada tempe yang akan di goreng. Terry pun sedang membuat sambal dan akan menumis sayur kangkung.


Selesai memasak, makanan pun langsung di taruh di meja makan.


" Dit, ayo makan!" ajak Sinta." Mamamu gak di ajak makan Ter?" tanya Sinta.


" Mamaku dan ayah lagi ngecek kebun yang lagi panen." kata Terry. " Biasa hari sabtu sore pengepul datang untuk mengambil hasil panen." ujarnya.


" Oh, " jawab Sinta." Dit kamu mau pake sambal?" tanya Sinta.


" Tidak, " kata Dito yang memang kurang suka dengan makanan pedas.


" Oh ya udah, pake kangkung ama tempe aja?" kata Sinta menawarkan.


" Iya," jawab Dito.


Sinta menyendokkan nasi untuk Dito beserta lauknya.


Mereka pun makan bersama-sama, menyantap menu buatan Sinta dan Terry.


" Sudah sore, sebaiknya kita pamit." kata Dito yang berbisik di telinga Sinta.


" Iya," jawab Sinta sambil melirik Dito.


Sinta dan Dito pun berpamitan kepada Terry dan keluarganya. Sinta begitu senang bisa bertemu dengan sahabat karibnya.


-


-

__ADS_1


Silakan like dan vote ya!


__ADS_2