CINTA SMA

CINTA SMA
Pulang ke rumah Sinta


__ADS_3

" Fad, " panggil Dito yang melihat Fadli sudah di depan gang.


Lalu Fadli menghampiri Dito, " Memangnya ada apa dengan Sinta?"


" Cerita nya panjang, aku pinjam motor mu." kata Dito yang langsung membonceng Sinta.


" Tolong jaga mobilku." Teriak Dito.


" Ish, " gerutu Fadli. " Dasar bucin."


Dito memboncengi Sinta sampai depan rumah nya. Dan menuntun Sinta sampai masuk ke dalam rumah.


" Assalamu'alaikum," ucap Dito memberi salam.


" Walaikumsalam." jawab Pasha.


Kedua orang tua Sinta sedang menjaga toko.


" Ada apa sama kak Sinta?" tanya Pasha yang terlihat khawatir.


" Kak Sinta---" kata Dito ingin menjelaskan lalu di potong oleh Sinta.


" Kakak habis berjalan di bukit dan kaki kakak pada sakit " ujar Sinta sambil meringis.


Dia tidak ingin Dito di salahkan dengan semua kejadian ini.


" Mau langsung di kamar atau di ruang tamu?" tanya Dito yang masih memapah Sinta.


" Di ruang tamu aja," kata Sinta.


Dito membawa Sinta ke ruang tamu, dan Pasha mengambilkan air minum.


" Sin, aku mau ambil barang-barang mu dulu ya." kata Dito yang langsung mengambil kunci motornya.


" Iya, "


Dito langsung keluar dan menuju mobilnya.

__ADS_1


" Lho, kak Dito mau kemana?" tanya Pasha yang sudah membawa dua cangkir teh hangat.


" Dia mau ngambil oleh-oleh." kata Sinta.


" Oh! Kak, memangnya kakak ke bukit?" tanya Pasha.


" Mmmm, iya. Kan kakak main ke kebun stroberi." jawab Sinta, " Kan jalanan nya menanjak dan sedikit terjal, jadi kaki kakak pada sakit."


Dito yang sudah sampai di mobilnya, langsung mengeluarkan oleh-oleh yang di belinya saat pulang.


" Banyak sekali oleh-oleh nya!" ucap Fadli sambil melihat Dito mengeluarkan barang dari bagasinya.


" Sinta kenapa, Dit?" tanya Fadli.


" Rio ngikutin kita dan dia mencoba menculik Sinta." kata Dito menjelaskan.


" Apa? " kaget Fadli. " Rio sepupu Mira?" tanya Fadli.


" Iya,"


" Hey, kenapa kau tidak bilang kepada ku?" ucap Dito sambil menatap tajam mata Fadli.


" Sorry bro, aku pikir dia gak serius. Dan kata Ning, mulutku jangan ember." tukas Fadli.


" Tapi kenyataannya jadi begini, seandainya aku tahu dari awal. Pasti aku akan menyuruhmu mengikuti Sinta." kata Dito.


" Huft, " ucap Fadli sambil memutar kedua bola matanya. " Dasar bucin."


" Apa kamu bilang?"


" Uda, sini aku bantuin bawa oleh-oleh nya." kata Fadli mengalihkan pembicaraan.


Fadli membonceng Dito dengan membawa barang serta oleh-olehnya.


" Pasha, " panggil Dito.


" Iya, kak " jawab Pasha.

__ADS_1


" Tolong bantu kakak,"


Pasha langsung keluar rumah untuk membantu Dito menurunkan oleh-oleh.


" Wah, banyak sekali." tutur Pasha. " Kakak mau buka toko disini?" ledek Pasha.


" Bukankah ini kau yang meminta?" gerutu Dito.


" Udah masukin, kalian berdebat aja." bentak Fadli.


Mereka berdua pun terdiam, dan langsung memasukkan barang-barang ke dalam rumah.


Selesai memasukkan barang-barang, Dito pun pamit kepada Sinta. Karena besok dia harus sudah sampai di Yogyakarta.


" Sin, aku pulang dulu ya!" pamit Dito.


" Lho, kak Dito kok buru-buru amat?" tanya Pasha.


" Kakak harus balik ke Yogyakarta. Karena besok akan ujian." kata Dito.


" Ujian, kok cepet banget?" kata Pasha.


" Udah ah kamu nanya mulu, " sela Sinta. " Ya udah, Dit. Makasih ya !" kata Sinta sambil tersenyum.


" Assalamu'alaikum, " ucap Dito memberi salam.


" Wa'alaikumsalam, " jawab Sinta dan Pasha.


Fadli pun mengantarkan Dito sampai ke depan gang.


" Aku minta kau jaga Sinta, seperti nya Rio masih penasaran dengannya." tutur Dito.


-


Silakan like sebanyak-banyaknya, dan kalau kamu kasih komentar juga boleh Author akan senang dengan komentar positif dari para reader. Yang pasti membangun ya, agar author bisa bersemangat mencari ide cerita.


Silakan like ya! Author tunggu 👍😘

__ADS_1


__ADS_2