
Foto foro Sheila bermunculan di setiap dinding, bahkan ada video Sheila sedang bermain dengan poppy didepan pintu masuk yang tadinya menjadi tempat berdiri Deon
" Itu foto pertunangan kami~, dan itu...." ucap Dirga menjelaskan setiap peristiwa di dalam foto tersebut
" Intinya dia milik ku, jadi aku harus memperkenalkan dia sebelum dia diambil sama orang " ucap Dirga
Deon yang melihat Dirga yang membucin hanya dapat tersenyum canggung " Kalau begitu saya permisi dulu menyiapkan yang anda perlukan "
" Lalu jangan bilang kalau aku mau ngadain acara pengelanan Sheila ku ya " ucap Dirga
" Kenapa? "
Dirga berpikir sejenak " Aku pikir kalau kasih tau lebih awal jadi gak seru, biarin aja dulu biar sisiriplis~ "
" Suprise yang benar "
" Tapi kan ini biar mirip video di cute gir* "
" Bapak tidak takut kalau nona Sheila di tindas dengan karyawan disini? " tanya Deon
" Karena aku percaya Sheila gak bakal semudah itu untuk ditindas dengan semut semut kecil, lalu Deon SUDAH BERAPA KALI! aku bilang jangan mangil bapak, nanti kesannya aku tua banget!
" B..baik kalau gitu saya permisi dulu "
" Hm, kapan dokumen laporan divisi pertama di bawakan kemari? " tanya Dirga
" Sebentar lagi "
" Kamu boleh pergi " ucap Dirga yang langsung di patuhi oleh Deon
Matahari yang tadinya ber condong ke arah barat kini telah terbenam, bulan tepat berada di atas Sheila membuka matanya mengucek matanya menjadi kebiasaan nya setiap kali bangun tidur
Sheila yang tadinya sibuk mengucek matanya dihentikan oleh Dirga yang memegang tangannya
" Jangan gosok gosok mata, nanti matanya rusak " ucap Dirga yang setengah berbaring di sebelah Sheila
" Ummm " Sheila yang masih setengah sadar mengiyakan perintah Dirga dan memeluknya dari samping
Sheila mengosok gosokan kepalanya di pinggan Dirga " Aku mau makan ayam goreng uda lama aku gak makan " rengek Sheila
" Iya iya nanti kita makan sekarang kite keluar dulu ada acara makan makan sama direktur " ucap Dirga
Sheila langsung bangun dari tidur nya " Disini gak ada kaca? " tanya Sheila
" Ngak "
" Aku pengen ngacaaaa " rengek Sheila
Dirga memiringkan kepalanya " Kenapa? "
" Aku baru bangun! rambutku berantakan mukaku buluk! " oceh Sheila
" Toilet nya dimana? " tanya Sheila
__ADS_1
" Kenapa? kebelet mau pipis? " tanya Dirga
Sheila mengelengkan kepalanya
" Bukannnn! aku mau dandan! " ucap Sheila
" Lah buat apa? " tanya Dirga bagaikan dora
" Kan malu maluin! kamu mau aku tampil jelek di depan orang orang terus nanti kamu dikata katain punya tunangan jelek yang jeleknya minta ampun apalagi orang penting buat perusahaan kamu " oceh Sheila bagaikan sedang ngerap
Dirga tertawa kecil melihat kepanikan Sheila
" Padahal natural aja uda cantik ngapain dandan lagi? ada di lantai bawah " ucap Dirga
" Gini ni kenapa cowo gak ada akhlaknya " oceh Sheila
" Kenapa lagi? "
" Pidihil nitirl iji idi cintik " ucap Sheila dengan ekpresi muka mengejek mengulangi perkataan Dirga
" Udah aku ke bawah dulu " kemudian Sheila langsung berlari membuka pintu
" Dasar perempuan " ucap Dirga berbaring
Sesampainya di Toilet Sheila membersihkan tangannya dan mulai merapikan dandannya ia memulai dari menepuk mukanya menggunakan sponge bedak padat, kemudian beralih ke mulutnya Sheila mengoleskan lipmatte dan sedikit liptint di mulutnya " Gini aja cukup kali ya " ucap Sheila sambil merapikan rambutnya
" Aduh...simpanan presdir ya? " tanya seorang perempuan yang berjalan masuk bersama kedua kawanannya
" Kalau kakak kami lagi nanya ya jawab aja! " teriak perempuan yang berdiri di belakang
" Itu tadi uda jawab " ucap Sheila
" Uda deh ya kalian gak usah main sok jadi preman, kalau kalian disini bukan buat kerja mending keluar aja dari perusahaan, disini Dirga gak perlu karyawan seperti kalian "
" Kan uda dibilang apa pasti simpanan "ucap perempuan yang berdiri beberapa langkah didepan mereka
" Iya kak benar, makanya dia gak berani ngaku malu kali "
Sheila mengambil ponsel nya dan memotret mereka bertiga " Kalian bakal dipecat tunggu aja pemberitahuan nya " ucap Sheila dengan muka tegas
" HEI SIMPANAN! KAMU GAK TAU AKU SIAPA HAH! " teriak perempuan yang berdiri didepan
Sheila memutar kedua bola matanya " Ngak kenal tuh "
Sheila menarik kartu pengenalnya yang bergelantungan di lehernya " Fi-tri oh namamu Fitri "
" KAK FITRI ITU ANAKNYA DIREKTUR! KAMU YANG HANYA MAINAN PRESDIR GAK BAKAL MAMPU NGELAWAN DIA!! "
Sheila seketika menguap " Males banget ber ursan dengan orang gak jelas, uda dulu ya " ucap Sheila berjalan keluar
" KAMU! " teriak Fitri yang jabatannya masih tidak diketahui
Ketika Sheila sudah berjalan keluar Fitri sengaja mengikuti Sheila untuk berdebat hingga dia menang dari Sheila
__ADS_1
Ketika ia berjalan melewati lorong dan hendak berbelok ke kiri mengikuti Sheila ia terkejut melihat Sheila yang sedang berpelukan dengan salah satu direktur utama disana
" Jangan jangan dia juga simpanan direktur Freddy? " gumam Fitri kemudian mengambil ponselnya dan memotret mereka
" Bagus...kalau presdir tau presdir bakal marah besar, aku bisa membujuk presdir biar aku bisa jadi calonnya juga, lalu foto ini aku kirim ke istri direktur..."
Fitri membayangkan sejenak " Ini namanya memukul dua burung dengan satu burung " ucapnya sambil tertawa
Sheila kembali ke ruangan Dirga " Lama banget? "
" Tadi ketemu sama orang gila " ucap Sheila mendesah menjatuhkan badannya ke sofa
" Orang gila? "
" Iya karyawan kamu! gila banget masa aku dibilang simpanan presdir? mainan presdir? gila kali ya " oceh Sheila
Dirga tertawa terbahak " Siapa yang bilang kayak gitu? biar aku yang pecat "
Sheila hanya menganggukkan kepalanya
" Aku ada nge fotoin mereka ber3, eh lalu lalu tadi aku ketemu sama om Freddy! " ucap Sheila senang ketika membahas om Freddy
" Om Freddy? direktur utama yang ngebantu aku pas masih sekolah itu? " tanya Dirga dibalas oleh anggukan kepala Sheila
Dirga meletakkan pennya dan berjalan ke arah Sheila " Beliau orang yang setia dengan perusahaan, sayang banget dia uda mau pensiun " ucap Dirga
" Kan diganti sama anak nya om Freddy, kalau gak salah namanya kak Ega "
Di sela mereka berbincang-bincang seseorang dari luar mengetuk pintu dan masuk kedalam ketika Dirga sudah mempersilahkan dia masuk
" Presdir mobil sudah siap " ucap Deon
Dirga memegang tangan Sheila " Kalau gitu ayo "
Sheila hanya menganggukan kepalanya " eh tapi tasku belum diambil " ucap Sheila
" Deon ambil tas Sheila dikamar " ucap Dirga yang di patuhi oleh Deon
Sesampainya di restoran ditempat mereka mengadakan acara makan makan dilaksanakan Dirga masih saja memegang tangan Sheila sampai masuk ke dalam
Ketika sudah sampai mereka duduk di kursi yang sudah disiapkan dengan para direktur dan yang mengelilingi mereka
.
.
.
BERSAMBUNG 🌻
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻
JAGA KESEHATANYA YA💜
__ADS_1