CINTA SMA

CINTA SMA
Petualangan Rio part 1


__ADS_3

RIO


" Rio, Dito sudah berangkat ke Inggris." lapor Mira melalui sambungan telepon seluler nya.


" Lalu, aku harus gimana?" tanya Rio.


" Bodoh, ya kamu mulai aksi mendekati Sinta." cela Mira.


" Aku lagi berpikir, bagaimana cara mendekati nya." kata Rio, " Masalahnya, dia tidak seperti wanita-wanita yang pernah ku temui di kantor." ungkap Rio.


" Sinta itu polos, dan gak genit. Beda sama cewek yang ada di kantor kamu. Yang sukanya jadi penjilat. Ngerayu-ngerayu demi naik jabatan." kata Mira.


" Bisa kamu kasih tahu alamat rumah nya?" tanya Rio.


" Aku kasih alamat rumah dan toko kuenya, biasanya hari minggunya dia suka membantu mamanya jaga toko." kata Mira yang memberikan informasi.


" Oh, toko kue yang pernah aku pesan dulu ya!" kata Rio yang ingat pernah memesan kue brownies untuk Sinta.


" Ya, aku gak tahu. Nanti aku kirim alamat nya. Dan sebaiknya kau cepat-cepat beraksi." kata Mira.


Rio pun langsung menutup sambungan telepon seluler nya.


Dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


" Ting..ting.."


Bunyi pesan masuk dari telpon nya, Rio tidak mendengar karena sedang di kamar mandi.


Selesai mandi, Rio langsung melihat ponsel nya yang sudah ada pesan masuk dari Mira.


" Besok hari minggu, sebaiknya aku ke tokonya dulu. " gumam Rio yang langsung mengenakan pakaiannya.


Rio yang penasaran ingin sekali pergi ke toko kue milik Sinta. Selepas magrib dia pun keluar apartemen nya. Menuju parkiran yang ada di basemen, dia menekan remote mobil.


" Nit, nit..." dari jauh terlihat cahaya lampu mobil nya menyala.


Rio berjalan menghampiri mobil sedan putih yang terparkir di pinggir dekat pagar.


Berjalan melewati hiruk pikuk suasana kota, dengan deretan mobil yang masih mengantri di lampu merah. Lampu penerangan di kota sudah menyala, keindahan nya pun mulai terpancar. Muda mudi mulai berkeliaran mencari tempat tongkrongan. Sejenak melepaskan penat dari aktivitas perkuliahan dan perkantoran.


Tujuan Rio adalah pinggiran kota, yang merupakan taman wisata yang sudah terkenal dengan aneka satwa. Toko kue Sinta yang terletak tidak jauh dari taman wisata.


Mobilnya terus melaju, mencari keberadaan ruko tempat toko Sinta.


Kepalanya berputar mencari nama toko kue yang bernama Sinar Cahaya.


Letaknya tak jauh dari pintu masuk barat, terlihat jelas toko kue yang bertuliskan Sinar Cahaya.

__ADS_1


Rio menepikan mobilnya dan mendekat tepat di depan toko kue.


Rio menyusun kata-kata untuk menyapa orang yang ada di dalam toko. Seperti nya dia melihat ada wanita yang usianya kisaran 45 tahun sedang berbicara dengan pria yang memakai jaket ojek online.


Seingatnya, Sinta pernah naik motor bersama pria yang persis duduk di depan bangku toko.


Dia mengingat kalau pria tua itu adalah ayahnya. Yang pernah juga ketemu saat dia ingin mengantar Sinta menuju kantor nya.


Jantung nya berdegup kencang, rasanya seperti ingin mengucapkan ijab kabul. Padahal hanya ingin bertemu dengan kedua orang tua Sinta. Dan ingin menyapa dan sekedar basa basi, agar lebih dekat.


" Apa yang harus aku katakan? Kenapa jatuh cinta seberat ini." gerutunya dalam hati.


Rio seperti orang yang sedang hilang akal, hanya ingin mendekati Sinta. Padahal dia pun sudah pengalaman mendekati wanita-wanita cantik.


Namun kali ini beda, yang dia sukai adalah gadis berumur 17 tahun yang mempunyai karisma dan kecantikan yang luar biasa.


Seperti di pelet, ya itu perasaan Rio saat ini. Padahal tidak mungkin Sinta menggunakan pelet. Dia terlihat sangat polos apalagi rajin beribadah saat Sinta magang di kantor. Sinta terlihat sering mengerjakan solat sunah dan wajib setiap harinya. Karena diam-diam Rio sering memperhatikan Sinta. Jadi dia tahu semua gerak gerik Sinta saat di kantor.


-


-


Silakan like dan berikan votenya ya guys!

__ADS_1


__ADS_2