CINTA SMA

CINTA SMA
Ambil laporan


__ADS_3

" Tenang aja, besok aku kirimkan uang jajan tambahan." kata Dito sambil mengedipkan satu mata ke arah Fadli.


" Bucin banget sih!" kata Fadli mengejek.


" Bucin?"


" Gaul dong." ledek Fadli, " Budak cinta." tutur Fadli.


" Aku pulang dulu, aku harap kau bisa menjaga Sinta untuk ku." kata Dito.


" Baik tuan muda!" kata Fadli seraya membungkukkan badannya.


Dito langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Fadli.


" Yeay, aku dapat uang tambahan buat ngajak Ning jalan-jalan." girang Fadli.


Fadli langsung pulang ke rumahnya, dan besok akan mendapatkan tugas baru dari Dito.


****


Pagi ini Sinta tidak pergi ke kantor, karena laporan nya sudah di berikan Rio kemarin.


Jadi hanya teman-temannya yang datang ke kantor untuk mengambil laporan.


KANTOR RIO


" Put, apa kamu sudah menghubungi Sinta kalau hari ini kita akan mengambil laporan?" tanya Wahyuningsih.


" Belum." jawab Puput.


" Sebaiknya aku telpon ya!" kata Wahyuningsih.


" Iya."


" Berdering...." terlihat di layar ponsel milik Wahyuningsih.


"Halo..." jawaban Sinta.


" Halo Sin, kamu tidak datang ke kantor?" tanya Wahyuningsih.


" Tidak."

__ADS_1


" Lho, emang kamu gak ambil laporan?" tanya Wahyuningsih.


" Rio, eh CEO itu sudah memberikan kepada ku kemarin." kata Sinta.


" Apa?" kaget Wahyuningsih.


" Iya, "


" Lalu dia gak nitipin punya kita?"


" Enggak."


" Dasar CEO tengil." Cibir Puput mendengar pembicaraan antara Sinta dan Wahyuningsih.


" Ya udah Sin, oh iya nanti dari kantor kita langsung mampir ke rumah mu ya!" kata Wahyuningsih.


" Iya, aku tunggu!"


" Assalamu'alaikum" ucap Sinta menutup pembicaraan mereka.


" Wa'alaikum salam." jawab Wahyuningsih.


" Sinta sudah diberikan laporan sama CEO itu." tutur Wahyuningsih menjelaskan kepada Puput.


" Rendi belum datang?" tanya Wahyuningsih.


" Kayaknya belum, coba kau hubungi dia juga. " ucap Puput menyuruh Wahyuningsih.


" Ih ogah amat. " kata Wahyuningsih menolak.


" Ya udah kita tunggu sampai CEO itu datang." kata Puput.


" Eh bukannya laporan kita sama mentor masing-masing. Kenapa harus menunggu CEO datang?" bingung Wahyuningsih.


" Ning, kemarin ada kejadian yang kurang bagus. Dan aku mendapat informasi itu dari Terry." kata Puput yang sempat di hubungi Terry setelah kejadian kemarin.


" Kejadian apa, kok aku gak tahu sih." ujar Wahyuningsih.


" Nanti akan ku ceritakan. Kamu tuh terlalu sibuk sama Fadli. Jadi di hubungi Terry ya susah." kata Puput menyindir nya.


" Ish, kok aku yang jadi sasaran." bingung Wahyuningsih sambil memutar kedua bola matanya.

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian Rendi pun datang.


" Hey Ren." panggil Puput yang berada di lobby kantor.


" Kok gak ada yang naik keatas?" tanya Rendi.


" Kita lagi nungguin kamu." kata Wahyuningsih.


" Oh, " sahut Rendi.


Lalu mereka langsung naik ke lantai 12 tempat magang selama satu bulan.


" Ren, bagaimana keadaan Sinta?" tanya Puput.


" Memangnya ada apa dengan Sinta? Bukannya kemarin mereka habis jalan-jalan" bingung Wahyuningsih.


" Memang pacarmu gak ngasih tahu informasi?" sindir Puput.


" Fadli gak ngomong apa-apa." tutur Wahyuningsih.


" Udah sampe, gak usah banyak berdebat. Ayo keluar." kata Rendi yang melerai perdebatan mereka.


Dan mereka langsung menuju kantor untuk meminta laporan.


" Permisi Mbak!" sapa Wahyuningsih sambil tersenyum pada resepsionis.


" Eh kamu, lagi di tunggu sama Pak Rio." tutur resepsionis.


" Lho kok dia perlu banget mbak sama kita, sampai harus menunggu segala." kata Puput.


" Aku juga gak tahu, Pak Rio datang pagi-pagi sekali." ungkap resepsionis.


" Oh ya udah, kita masuk ya Mbak!" kata Wahyuningsih sambil tersenyum.


Lalu mereka menuju ruang CEO.


-


-


Jangan lupa bahagia 😘

__ADS_1


Salam hangat dari author, dan jangan lupa tinggalkan jempol untuk like❤️


__ADS_2