
" Tenang aja, besok aku kirimkan uang jajan tambahan." kata Dito sambil mengedipkan satu mata ke arah Fadli.
" Bucin banget sih!" kata Fadli mengejek.
" Bucin?"
" Gaul dong." ledek Fadli, " Budak cinta." tutur Fadli.
" Aku pulang dulu, aku harap kau bisa menjaga Sinta untuk ku." kata Dito.
" Baik tuan muda!" kata Fadli seraya membungkukkan badannya.
Dito langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Fadli.
" Yeay, aku dapat uang tambahan buat ngajak Ning jalan-jalan." girang Fadli.
Fadli langsung pulang ke rumahnya, dan besok akan mendapatkan tugas baru dari Dito.
****
Pagi ini Sinta tidak pergi ke kantor, karena laporan nya sudah di berikan Rio kemarin.
Jadi hanya teman-temannya yang datang ke kantor untuk mengambil laporan.
KANTOR RIO
" Put, apa kamu sudah menghubungi Sinta kalau hari ini kita akan mengambil laporan?" tanya Wahyuningsih.
" Belum." jawab Puput.
" Sebaiknya aku telpon ya!" kata Wahyuningsih.
" Iya."
" Berdering...." terlihat di layar ponsel milik Wahyuningsih.
"Halo..." jawaban Sinta.
" Halo Sin, kamu tidak datang ke kantor?" tanya Wahyuningsih.
" Tidak."
__ADS_1
" Lho, emang kamu gak ambil laporan?" tanya Wahyuningsih.
" Rio, eh CEO itu sudah memberikan kepada ku kemarin." kata Sinta.
" Apa?" kaget Wahyuningsih.
" Iya, "
" Lalu dia gak nitipin punya kita?"
" Enggak."
" Dasar CEO tengil." Cibir Puput mendengar pembicaraan antara Sinta dan Wahyuningsih.
" Ya udah Sin, oh iya nanti dari kantor kita langsung mampir ke rumah mu ya!" kata Wahyuningsih.
" Iya, aku tunggu!"
" Assalamu'alaikum" ucap Sinta menutup pembicaraan mereka.
" Wa'alaikum salam." jawab Wahyuningsih.
" Sinta sudah diberikan laporan sama CEO itu." tutur Wahyuningsih menjelaskan kepada Puput.
" Rendi belum datang?" tanya Wahyuningsih.
" Kayaknya belum, coba kau hubungi dia juga. " ucap Puput menyuruh Wahyuningsih.
" Ih ogah amat. " kata Wahyuningsih menolak.
" Ya udah kita tunggu sampai CEO itu datang." kata Puput.
" Eh bukannya laporan kita sama mentor masing-masing. Kenapa harus menunggu CEO datang?" bingung Wahyuningsih.
" Ning, kemarin ada kejadian yang kurang bagus. Dan aku mendapat informasi itu dari Terry." kata Puput yang sempat di hubungi Terry setelah kejadian kemarin.
" Kejadian apa, kok aku gak tahu sih." ujar Wahyuningsih.
" Nanti akan ku ceritakan. Kamu tuh terlalu sibuk sama Fadli. Jadi di hubungi Terry ya susah." kata Puput menyindir nya.
" Ish, kok aku yang jadi sasaran." bingung Wahyuningsih sambil memutar kedua bola matanya.
__ADS_1
Selang beberapa menit kemudian Rendi pun datang.
" Hey Ren." panggil Puput yang berada di lobby kantor.
" Kok gak ada yang naik keatas?" tanya Rendi.
" Kita lagi nungguin kamu." kata Wahyuningsih.
" Oh, " sahut Rendi.
Lalu mereka langsung naik ke lantai 12 tempat magang selama satu bulan.
" Ren, bagaimana keadaan Sinta?" tanya Puput.
" Memangnya ada apa dengan Sinta? Bukannya kemarin mereka habis jalan-jalan" bingung Wahyuningsih.
" Memang pacarmu gak ngasih tahu informasi?" sindir Puput.
" Fadli gak ngomong apa-apa." tutur Wahyuningsih.
" Udah sampe, gak usah banyak berdebat. Ayo keluar." kata Rendi yang melerai perdebatan mereka.
Dan mereka langsung menuju kantor untuk meminta laporan.
" Permisi Mbak!" sapa Wahyuningsih sambil tersenyum pada resepsionis.
" Eh kamu, lagi di tunggu sama Pak Rio." tutur resepsionis.
" Lho kok dia perlu banget mbak sama kita, sampai harus menunggu segala." kata Puput.
" Aku juga gak tahu, Pak Rio datang pagi-pagi sekali." ungkap resepsionis.
" Oh ya udah, kita masuk ya Mbak!" kata Wahyuningsih sambil tersenyum.
Lalu mereka menuju ruang CEO.
-
-
Jangan lupa bahagia 😘
__ADS_1
Salam hangat dari author, dan jangan lupa tinggalkan jempol untuk like❤️