CINTA SMA

CINTA SMA
Pertikaian


__ADS_3

Sinta pun sampai di kantor tempat magangnya, dan di sana sudah ada Rendi yang berada di pantry.


" Ren, tumben kamu sudah sampai!" kata Sinta.


" Iya, Teh Besok saya mau pulang kampung" kata Rendi.


" Oh, kamu mau pulang. " kata Sinta ," Boleh aku nitip untuk Terry?" tanya Sinta.


" Boleh, Teh " kata Rendi.


" Oke, nanti sore ya aku kasih " kata Sinta.


Lalu Sinta langsung masuk ke dalam ruangan nya. Rendi masih menikmati secangkir teh hangat di tangan nya.


Tiba-tiba ada Rio yang datang menghampiri. Rio melihat ke dalam pantry mencari keberadaan Sinta.


" Apakah, Tuan mencari Sinta?" tanya Rendi.


" Iya " jawab Rio dan kemudian dia membalikkan badannya seraya meninggalkan Rendi


" Tuan menyerahlah " kata Rendi memberitahu Rio.


" Maksudmu?" tanya Rio yang langsung berbalik ke arah Rendi.


" Kalau ingin mendekati Sinta, sebaiknya tuan menyerah." kata Rendi memberikan penjelasan.


" Kau tahu apa soal perasaan ku pada Sinta" kata Rio.


" Hubungan antara Sinta dan Dito sangat lah kuat, Tuan. aku saja tidak sanggup untuk mengambil hati Sinta " ucap Rendi yang memberi penjelasan.


" Tak usah menasihati ku" kata Rio yang kesal dengan ucapan Rendi.

__ADS_1


" Tuan akan patah hati jika masih terus mendalami perasaan tuan kepada Sinta" kata Rendi dengan senyum simpul.


Rio pergi meninggalkan Rendi dengan raut wajah yang kesal. Lalu dia berpapasan dengan Puput dan Wahyuningsih.


" Ren, ada apa dengan tuan CEO itu?" tanya Puput.


" Iya, mukanya kok kayak baju belom di gosok. Kusut gitu " kata Wahyuningsih menambahkan.


" Mencari Teh Sinta, tapi gak ketemu." jawab Rendi.


" Oh " jawab serempak Puput dan Wahyuningsih.


" Memang Sinta belum sampai?" tanya Wahyuningsih.


" Sudah di ruangannya" jawab Rendi. Lalu dia menaruh gelas bekas minum teh di wastafel.


" Eits, mau kemana?" tanya Puput.


" Mau keruangan Teh " jawab Rendi.


" Oh iya lupa " kata Rendi yang langsung menuju wastafel untuk mencuci gelas bekas minum teh.


RUANG CEO


" Apa maksud dari perkataan pemuda tadi?" kata Rio yang lupa dengan nama Rendi.


" Apa dia meremehkanku?" kesal Rio sambil mengepalkan tangannya.


Rio semakin penasaran dengan perkataan pemuda salah satu siswa magang. Siswa yang di kenal hanyalah Sinta. Yang lain Rio tidak memperdulikannya.


Waktu terus berjalan, jam menunjukkan pukul dua belas siang. Sinta dan teman-temannya pergi ke musola untuk melaksanakan solat zuhur berjamaah.

__ADS_1


Hari ini adalah hari terakhir mereka berada di kantor magang. Jadi mereka berkumpul membicarakan soal kenang-kenangan yang akan di berikan ke pada mentor masing-masing.


Selesai melaksanakan solat zuhur, Sinta dan teman-temannya langsung menuju kafe.


" Mira " panggil Puput.


" Iya " jawab Mira dengan nada ketus.


" Kamu gak mau minta maaf sama Sinta?" sindir Puput.


" Minta maaf soal apa?" tanya Mira sambil sinis melirik ke arah Sinta.


" Soal kemarin, oh ya aku lupa. Kan kamu manusia gak berperasaan dan gak tahu malu " cela Puput


" Hey, jaga mulutmu " kata Mira yang emosi mendengar perkataan Puput dengan mendorong tubuh Puput dengan jari telunjuknya.


" Kamu yang jaga mulut " balik Puput emosi dan mendorong Mira.


" Kamu duluan " Mira


" Kamu " Puput


Pertikaian mereka terjadi di dalam lift dan Rendi pun mencoba memisahkan mereka.


" Sudah, sudah " kata Rendi yang menuntun Mira keluar dari lift.


Sedangkan Puput di pegang tangan nya oleh Sinta dan Wahyuningsih.


Semua orang yang melihat Puput dan Mira sedang adu mulut hanya tercengang.


-

__ADS_1


-


Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar mu.


__ADS_2