CINTA SMA

CINTA SMA
Pulang


__ADS_3

" Kau sudah tidak suka lagi kan sama Sinta?" tanya Terry sambil memiringkan kepalanya dan menatap mata Rendi.


Rendi menundukkan kepalanya dan diam tak menjawab pertanyaan Terry.


" Apa kau masih suka sama Sinta?" desak Terry.


" Untuk saat ini, saya ingin melindungi dia, Teh!" kata Rendi." Walaupun saya yakin perasaan saya tidak akan pernah terbalaskan." tutur Rendi dengan wajah lesu.


"' Kita semua sayang sama Sinta, aku harap kau menjadikan nya sahabat. Jangan hancurkan cinta mereka. Karena aku sangat tahu perjalanan cinta mereka." tutur Terry memberikan penjelasan kepada Rendi.


" Iya, Teh!" pasrah Rendi


Sinta sudah terbangun dan di tuntun oleh Dito keluar dari rumah Rendi.


" Teh, apa sudah enakan?" tanya Rendi yang terlihat cemas.


" Sudah, " jawab Sinta sambil tersenyum.


Sinta ingin mengucapkan terima kasih pada Rendi. Untuk yang kedua kalinya dia telah menolong Sinta dari bahaya.


Sebelum mulutnya berucap, tiba-tiba sudah di dahului oleh Dito.


" Terima kasih ya, Ren." kata Dito seraya menjabat tangan Rendi.


" Iya, Dit." kata Rendi membalas jabatan tangan Dito.


Sinta di tuntun oleh Dito menuju mobilnya.


" Terima kasih ya, Ter. Maaf sudah merepotkan." kata Dito.


" Iya, jaga Sinta baik-baik. " ucap Terry seraya mengusap lengan Dito.


" Terima kasih ya, Ter!" kata Sinta sambil memeluk Terry.


" Puput selalu menjaga ku, dia gantiin kamu kalau aku di jahili oleh Mira." tutur Sinta. " Dan ada Rendi juga. " Mata Sinta sambil melirik ke arah Rendi.


" Hati-hati, ya! Sampaikan salamku untuk mama dan ayahmu." kata Terry.


" Iya, " Jawab Sinta yang akan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Lalu Sinta masuk ke dalam mobil, kemudian dia melambaikan tangan dan mengucapkan salam perpisahan.


" Assalamualaikum, dah Terry." pamit Sinta.


" Wa'alaikumsalam." balas Terry menjawab salam Sinta dan melambaikan kedua tangannya.


Dito melajukan mobilnya meninggalkan rumah Terry.


" Ren, nanti sore kamu akan ke Jakarta?" tanya Terry.


" Iya, Teh!" jawab Rendi seraya menundukkan kepalanya.


" Kalau aja jok mobil Dito ada empat, pasti kamu aku suruh nebeng." ucap Terry sambil melirik ke arah Rendi.


" Enggak Teh, saya gak mau negerepotin." kata Rendi sambil menggelengkan kepalanya.


" Ya sudah, kamu berkemas Nanti ketinggalan bus." kata Terry yang langsung masuk ke dalam rumah nya.


*****


" Sin, aku hanya ingin kau menemaniku duduk di kebun itu." gerutu Rio sambil menjalankan mobilnya.


" Berdering..."


" Mira? Ada apa dia menelpon ku." gumam Rio.


Rio mengusap layar ponselnya dan menjawab panggilan dari Mira.


" Halo."


" Halo, Rio apakah Sinta bersama dengan mu?" bentak Mira dengan suara yang marah-marah.


" Tidak." jawab Rio.


" Jangan bohong, barusan Dito menelponku dan bertanya tentang kau mengambil paksa Sinta saat di hotel."


" Dito tahu darimana?" tanya Rio.


" Dito selalu tahu tentang Sinta, kau jangan macam-macam."

__ADS_1


" Dia melihat cctv hotel, dan melihat kau masuk ke dalam mobil dengan plat bertuliskan namamu. Bodoh!"


Sebelum menelpon Rio, Dito menelepon Mira.


" Berdering..."


" *Halo, Mira?"


" Iya, ada apa Dit kok kamu pagi-pagi udah nelpon aku?"


" Kau telpon Rio dan tanya sekarang dia ada dimana?"


" Memang ada apa?"


" Rio telah membawa Sinta dari hotel tempat ku dan Sinta menginap."


" Apa? Kau menginap dengan Sinta di hotel?"


" Hey, jangan kotor pikiran mu. Aku dan Sinta di kamar yang berbeda."


" Lantas kenapa Rio bisa membawa Sinta."


" Aku tidak tahu, sebaiknya kau telpon dia. Kalau tidak, akan aku laporkan ke pihak berwajib jika tidak ada kabar."


" Kenapa kau bisa tahu kalau Rio yang membawa Sinta?"


" Aku melihat nya di rekaman cctv."


" Itu memang andalanmu."


" Dan sepupumu itu sangat bodoh."


" Cepat kau hubungi dia sebelum aku lapor polisi."


"Baiklah*."


Pembicaraan pun berakhir dan Mira langsung menghubungi Rio.


-

__ADS_1


Cek episode selanjutnya. Jangan lupa tinggalkan jempol untuk like ya!


__ADS_2