CINTA SMA

CINTA SMA
Rio mengalah


__ADS_3

" Baiklah, aku akan minta maaf padanya dan Sinta." ucap Rio yang semakin frustasi.


" Apa mereka akan memaafkan mu?" tanya Mira dengan menatapnya sinis


" Aku akan mencoba, demi perusahaan yang aku rintis sejak lulus kuliah." kata Rio yang berdiri dekat jendela dan memandang ke arah jalanan.


PANTAI


Sinta dan ketiga sahabatnya sedang bermain di pantai. Mereka bermain ombak dan menyewa permainan, yang di sediakan oleh pengelola.


Mereka bermain banana boat, single Parasailing, jet ski, dan Rolling Donut. Sinta dan teman-temannya sangat menikmati wahana, yang di sediakan oleh pihak pengelola.


" Aku gak ngeliat Dito, " ucap Sinta yang sedang melihat Malik dan Fadli bermain Rolling Donut. 


" Dito, kemana ya? Aku juga gak liat saking asiknya main. " tutur Wahyuningsih yang sebenarnya tahu tapi pura-pura gak tahu.


" Sin, aku sudah di telpon. Aku pamit ya, aku harap kamu bisa melupakan kejadian kemarin. Dan yakin Dito akan menjagamu dengan baik." ucap Terry yang memeluk Sinta.


" Iya, terima kasih kamu sudah mau nemenin aku disini." kata Sinta yang memeluk erat Terry.


Terry memeluk Puput dan Wahyuningsih.


" Aku gak di peluk?" ledek Malik sambil bersiul.


" Kamu mau di peluk?" tanya Puput dengan nada suara yang cemburu.


" Eh enggak, enggak.." kata Malik yang langsung mundur beberapa langkah.


" Hahahaha..." tawa sorak semua sahabat Sinta.

__ADS_1


Setelah berpelukkan dan bersalaman, Terry pun meninggalkan mereka dan menuju vila keluarga nya.


" Eh Dito mana?" tanya Sinta.


Mereka berempat saling memandang, tiba-tiba ada suara dari arah belakang Sinta


" Kalian sudah pada makan? Aku uda pesenin menu makan siang, ayo makan." teriak Dito.


" Huft, " ke empat sahabat Sinta bernafas lega setelah mendengar suara Dito.


Dito menghampiri Sinta, dan menggandeng tangannya menuju kafe.


" Dit aku cariin dari tadi." kata Sinta yang berbisik di telinga Dito.


" Aku lagi buatin makan siang spesial buatmu." ucap Dito sambil tersenyum.


Semua sudah berkumpul di kafe. Dito membooking ruang keluarga untuk temannya. Sikap Sinta semakin manja, sejak kejadian kemarin. Hal itu menjadi tanda tanya untuk Dito. Dia benar-benar tidak memahami perasaan seorang wanita.


" Dit, kita akan berapa lama disini?" tanya Sinta yang tengah bersandar di pundak Dito dan duduk di pinggir pantai.


" Sampai kamu bisa melupakan kejadian kemarin." jawab Dito.


" Aku bosan di sini." ucap Sinta.


" Kau ingin pulang?" tanya Dito, " Aku sudah terlanjur ijin sama ayah dan mama, untuk mengajak mu pergi satu minggu." ucapnya.


" Lalu kita akan pergi kemana lagi?" tanya Sinta.


" Bagaimana kalau ke rumahku?" tanya Dito.

__ADS_1


" Baiklah, " jawab Sinta.


" Ayo, " ajak Dito yang mengulurkan tangannya.


Mereka menghampiri Fadli dan Malik yang sedang duduk di teras.


" Fad, aku pulang. Vila ini ku sewa dua hari, besok kau bisa pulang." kata Dito, " Dan, ini uang jajan untuk kalian." lalu Dito memberikan beberapa uang seratus ribu kepada Fadli dan Malik.


" Kok mendadak?" tanya Malik.


Dito hanya terdiam, dan langsung berjalan menuju kamar Sinta.


" Kau sudah rapi?" tanya Dito yang berdiri di depan pintu.


" Sin, kok mendadak sih pulangnya?" kata Wahyuningsih.


" Maaf, " ucap Sinta yang langsung memeluk Wahyuningsih dan Puput, " Kalian bersenang-senang lah." kata Sinta.


Wahyuningsih dan Puput mengantarkan kepergian Sinta dan Dito. Sinta dan Dito sudah pergi meninggalkan mereka.


" Kok Sinta mendadak pulang ya?" tanya Wahyuningsih kepada Puput.


Puput hanya mengangkat kedua bahunya, menandakan tidak tahu.


-


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2