
" Teh, tadi ada apa Mira ke sini?" tanya Rendi yang duduk di depan Sinta.
" Dia menyuruhku untuk menerima Rio, karena Dito sekarang ada di luar negeri." ungkap Sinta.
" Jahat sekali Teh Mira." kata Rendi yang kesal mendengar nya.
" Iya, Ren." kata Sinta.
" Gimana jalan sama Selvi?" tanya Sinta
" Gak, gimana-gimana Teh!" ujar Rendi.
" Ren, ke kantin yuk!" ajak Selvi yang sudah berada di depan pintu kelas.
" Iya, sebentar." kata Rendi.
" Teh, kalau Mira macam-macam langsung kasih tahu saya ya!" bisik Rendi menawarkan bantuan.
" Iya, Ren!" kata Sinta.
Lalu Rendi pun pergi meninggalkan Sinta menuju kantin bersama Selvi.
" Sin, aku duluan ya ke kantin." pamit Selvi.
" Iya. " jawab Sinta seraya tersenyum.
Rendi dan Selvi pun jalan ke kantin, seperti nya hubungan mereka sudah mulai akrab.
" Sinta kenapa Ren?" tanya Selvi.
" Sepertinya sedang kangen sama Dito." kata Rendi berbohong.
" Oh. Setahuku tadi dia di bujuk oleh Mira." kata Selvi yang sempat menguping pembicaraan mereka.
__ADS_1
" Oh iya!" kata Rendi mencoba mengelak.
" Iya, dia maksa-maksa. Tapi gak begitu jelas, karena bel masuk berbunyi." ujar Selvi.
" Oh." jawab Rendi.
" Kok kamu oh aja dari tadi." kata Selvi yang mencubit pinggang Rendi.
" Saya bingung mau jawab apa!" kata Rendi sembari tersenyum.
" Ren, cie, cie, cie..." ledek Puput yang sedang makan somay. Dan Rendi pun melintas di hadapannya bersama Selvi.
" Put, jangan norak deh!" kata Wahyuningsih yang menyikut lengan Puput.
" Kenapa kamu masih cemburu ya?" bisik Puput.
" Enggak.." kata Wahyuningsih sambil melirik ke arah Malik.
" Aku dapat info dari Fadli, katanya Mira berulah lagi." kata Malik yang sudah lama tidak bergabung bersama mereka.
" Tadi Teh Mira ke kelas memaksa teh Sinta untuk menerima Rio." sahut Rendi dari sebelah Puput. Dan Rendi ikut bergabung bersama mereka di satu meja yang sama.
" Apa?" geram Puput yang langsung membulat kan kedua bola matanya.
" Tadi pagi Dito dapat foto Sinta dan Rio sedang makan malam di apartemen Rio." kata Malik menjelaskan.
" Sinta kapan ke apartemen Rio?" tanya Wahyuningsih.
" Kayaknya kemarin, sewaktu kita pergi ke rumah Terry." kata Malik dengan insting detektif nya.
" Dito tidak ingin curiga kepada Sinta, dia yakin itu hanya jebakan. Namun disini kita harus menyelidiki, kenapa Sinta bisa berada di apartemen Rio." kata Malik.
" Ren, ini pesananmu." kata Selvi yang sudah berada di sebelah Rendi.
__ADS_1
" Oh iya, terima kasih Teh." jawab Rendi.
Seketika mereka berempat pun terdiam, saat Selvi sudah duduk di satu meja yang sama.
" Lho, kok pada diam?" tanya Selvi.
" Kita.." kata Wahyuningsih sambil melirik ke arah Puput.
" Kita, udah kenyang Sel. Kita balik dulu ya!" kata Puput yang sudah bangun dari duduk nya.
" Ayo, Lik, Ning." kata Puput yang memberi kode kepada mereka dengan mengedipkan matanya.
" Oh iya, Sel. Kita duluan ya!" kata Wahyuningsih yang mengerti kedipan mata Puput.
" Ren, kita tinggal dulu ya." pamit Wahyuningsih.
" Iya, Teh." kata Rendi yang mengerti dengan maksud mereka menyudahi makannya.
Kemudian mereka bertiga langsung pergi meninggalkan kantin.
" Kita ke kelas Sinta yuk!" kata Wahyuningsih.
" Iya, sebaiknya kalian selesai kan permasalahan Sinta. Mungkin Sinta sedang butuh teman curhat." saran Malik, " Aku mau ke kelas dulu ya, kalau ada info lain kabarin." kata Malik yang berjalan terlebih dahulu.
" Iya, ganteng." kata Puput seraya tersenyum kepada Malik.
Kemudian mereka langsung menuju kelas Sinta.
Terlihat Sinta sedang melamun di kelas, hanya memainkan pulpen di ketuk ke atas meja.
-
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar.