CINTA SMA

CINTA SMA
extra part 24


__ADS_3

'beberapa bulan ataupun beberapa tahun yang akan datang, pasti semuanya akan berubah, kecuali perasaanku terhadapmu'


Miko menghela nafas berat, lalu ia kembali menatap wajah Sendi lekat. terlihat mata sayu dan raut wajahnya yang kacau menandakan ia sedang tidak baik-baik saja.


Miko ingin mengatakan sesuatu, namun sepertinya ucapannya tercekat di tenggorokan dan tak mampu ia ucapkan. ia ingin marah, tapi ia masih mampu mengontrol emosinya.


"kau mencintai Sinta?," ucapnya lirih.


dan seketika Sendi mengernyit bingung, lalu ia mulai memahami apa yang sekarang ini Miko ingin bicarakan padanya. tangan Sendi menyentuh pundak Miko dan menepuknya pelan. "apa kau mengira aku memiliki perasaan terhadapnya?"


Miko mengangguk tanda mengiyakan, yang membuat Sendi seketika menggelengkan kepalanya. lalu Sendi menghela nafas mencoba berbicara, "ada hati yang harus aku jaga, dan itu bukan Sinta. jadi kau tidak perlu khawatir aku akan menikung Sinta darimu," ucap Sendi mencoba meyakinkan.


"tapi kenapa semalam kau bisa bertemu dengan Sinta dan memeluknya?," tanya Miko yang masih meminta kejelasan. "dan tadi, kenapa kau ingin duduk di sebelah Sinta? sambungnya.


Sendi mengernyit bingung dengan ucapan Miko, karena untuk apa dia bertemu dengan Sinta, apalagi sampai memeluknya seperti itu. namun seketika ia baru ingat jika semalam ia mabuk berat, "semalam aku mabuk, dan sungguh aku tidak tau jika aku bertemu dengan Sinta bahkan sampai berani memeluknya," ucapnya berkata jujur. "dan tadi aku ingin duduk di sebelah Sinta karena tadi-," ucapnya terputus, Sendi masih memikirkan alasan yang tepat, lalu ia kembali berucap " karena tadi aku ada tugas kelompok dengannya juga yang lainnya," setelah mengatakan itu, Sendi menghela nafas lega karena telah menemukan jawaban yang masuk akal. karena memang beberapa hari yang lalu mereka semua mendapat tugas kelompok dan kebetulan Sinta juga anggota Sendi.


Miko ber oh tanpa suara, namun ia kembali mengernyitkan keningnya.


"kau mabuk?," tanya Miko yang tak percaya bahwa Sendi mabuk, namun seketika ia tertegun dan menyadari kalau baju Sendi semalam memang bau alkohol, tapi semalam ia seperti tak memperdulikan itu karena emosinya yang meluap-luap.


"iya," ucap Sendi singkat, "dan masalah semalam, jujur aku tidak tau dan aku minta maaf sudah lancang menyentuh kekasih mu. sungguh itu di bawah kesadaran ku," ucap Sendi mencoba meyakinkan. dan memang dari sorot mata Sendi mengatakan sebuah kejujuran, tak ada kebohongan di sana.

__ADS_1


Miko menundukkan kepalanya lalu kembali mendongakkan kepalanya menatap pelipis Sendi yang masih mengucurkan darah jarang.


"ayo ke ruang kesehatan, aku akan membantumu untuk membersihkan lukanya," ucap Miko tulus, yang membuat Sendi menganggukkan kepalanya tanda setuju.


ketika mereka sudah sampai di depan pintu ruang kesehatan, tak sengaja Sendi menabrak seorang wanita yang hendak keluar dari ruang kesehatan. semuanya berlangsung cepat, hingga Sendi refleks menengadahkan kedua tangannya untuk menahan tubuh wanita itu yang hampir limbung.


Sendi terus mengamati wajah wanita berseragam sama dengannya yang juga tengah menatapnya. tatapannya sendu, dan sorot matanya seperti berkata-kata. lalu dengan cepat Sendi melepaskan tubuh wanita itu tatkala ia menyadari bahwa Miko yang berada di sampingnya tengah menatap keduanya tak suka. wanita itu adalah Sinta.


dan Sendi juga baru menyadari jika Tara juga sedari tadi berdiri di belakang Sinta yang tengah menatap Sendi penuh arti. namun Sendi tak memperdulikan itu, lalu ia menerobos masuk dan ia langsung duduk di tepi ranjang pasien yang ada di ruang kesehatan itu di ikuti oleh Miko. terlihat wajah Miko yang tengah berdiri dengan wajah masam, dan Sendi dapat menduga jika Miko tengah cemburu. lalu Miko berjalan menuju ke arah laci hendak mengambil kotak p3k di sana, namun Sinta dan Tara langsung mendekatinya dan Sinta menyodorkan kotak p3k yang tengah Miko cari. "ini p3k nya, kami kemari mengambil p3k ini untuk membersihkan luka Sendi. tapi ternyata kalian ada di sini," ucapnya dengan menepiskan senyumnya.


Miko menatap mata hanzel Sinta dalam hingga Sinta salah tingkah karena tatapan Miko yang menurutnya dingin. lalu Miko mengambil kotak p3k itu dari tangan Sinta dan langsung duduk di tepi ranjang sebelah Sendi. dengan telaten Miko membersihkan luka yang ada di pelipis Sendi dan menutup luka itu dengan perban.


"maaf, maaf karena emosiku yang selalu aku dahulukan sebelum mendengar kebenarannya terlebih dahulu," ucap Miko yang terdengar tulus. Sendi menganggukkan kepala sebagai jawabannya.


tertinggal hanyalah Sendi dan Tara yang berada di ruangan itu. lalu Tara memilih duduk di tepi ranjang sebelah Sendi dan menatapnya dalam.


"kenapa?" tanya Sendi akhirnya ketika Tara terus memandanginya hingga ia merasa risih.


Tara menepiskan senyumnya dan sedikit menundukkan wajahnya malu. belum pernah ia sedekat ini hingga ia dengan leluasa memandang wajah pemuda yang ia cintai. pernah sekali ia memeluk tubuh Sendi sewaktu ia masih menjadi malaikat.


"ketika cinta telah pergi meninggalkan mu, jangan berusaha untuk menutup hati untuk orang lain. kau berhak untuk bahagia dengan orang lain Sen," ucap Tara tiba-tiba. entahlah kenapa mulutnya bisa dengan lancang berbicara seperti itu di depan Sendi.

__ADS_1


ucapan Tara seketika membuat Sendi mengerutkan dahi, ia masih berusaha mencerna ucapan Tara tadi. lalu dengan tenang Sendi berucap, "aku menutup hati untuk orang lain, karena ada hati yang masih aku jaga," ucapnya ketika ia baru mengerti akan ucapan Tara. namun yang ia herankan, mengapa Tara bisa tau sesuatu tentang dirinya? pikirnya.


Tara mengalihkan pandangannya dari wajah Sendi ketika Sendi menatapnya.


"apa tidak ada celah sedikitpun buatku untuk memilikimu?," gumamnya dalam hati. ia tidak habis pikir bahwa cinta Sendi masih untuk orang lain, dan Tara tau orang yang masih Sendi cintai.


lalu Tara kembali memusatkan pandangannya pada Sendi. mata Tara tampak berkaca-kaca, hatinya terasa perih seperti tersayat. sungguh ia tak mampu menahan luka hatinya. apa yang Sendi harapkan dari Mei? menurutnya, ia lebih baik daripada Mei, ia juga lebih cantik daripada Mei, namun kenapa Sendi tak mau membuka hati untuk dirinya? pikirannya kalut, dan hal itu yang semakin menguatkan dirinya untuk menghempas jauh Mei dari kehidupan Sendi.


Sendi yang melihat perubahan raut wajah Tara yang sendu itu pun tampak kebingungan, "ada apa?" tanyanya masih menatap lekat wajah Tara. ia tak menggubris perkataan Sendi. lalu Tara beranjak dari duduknya, dan sebelum ia melangkah pergi, sekilas Tara menoleh ke arah Sendi yang masih duduk di tepi ranjang, "cepat atau lambat, kau akan mengerti bahwa seseorang yang kau percayai akan mengkhianati," setelah mengatakan itu, Tara benar-benar melangkahkan kakinya pergi dari ruang kesehatan meninggalkan Sendi yang masih dilanda kebingungan.


-


-


-


sumbangin vote poin koinnya buat Mei dan Sendi ya kalo ada, lumayan bisa buat beli kuaciπŸ˜‚πŸ˜‚, di tunggu juga koment dan likenya.


buat kamu yang bingung mau coment apa, tulis next aja di kolom komentar aku udah bahagia kok.


dan buat netizen netizenku yang penasaran tentang keberadaan Mei, tenang aja, di extra part berikutnya aku bakal munculin Mei lagi. tapi kalo udah nyumbangin vote nya yaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. nanti aku kasih hadiah ucapan terima kasih dan cium jauh dari sini deh😘😘😘..

__ADS_1


tetaplah ketawa-ketiwi meskipun vote down sekali 😭


__ADS_2