CINTA SMA

CINTA SMA
bab 47


__ADS_3

" ayo kita makan siang," ucap Miko menggandeng tangan Sinta erat dan Sinta pun mengiyakannya


mungkin Sinta harus menerima ini semua. ia tidak mau terus-menerus mengharapkan cinta orang yang sebenarnya tidak mengharapkan dia dan Sinta akan belajar untuk itu. ia pun memasang wajah senyum dan ia tidak mau melukai dirinya lagi dengan hal bodoh.


*****


di tempat lain Pungky berjalan ke arah Dika yang tengah duduk lalu ia pun duduk di sebelah Dika.


"kenapa kau berbicara seperti itu padanya tadi?," tanya Pungky membuyarkan lamunan Dika.


"seperti yang aku bilang tadi, aku membencinya karena dia selalu memanfaatkan kita berdua. aku tidak suka dia selalu mendikte kita," ucap Dika kesal.


" Dika," panggil dona yang tiba-tiba berada di samping Dika.


"ada apa?," tanya Dika.


"pak Kim memanggilmu, beliau bilang ingin berbicara penting denganmu," ucap dona.


"he em baiklah,"ucap Dika dan berlalu pergi.


"kenapa pak Kim memanggilnya?," tanya Pungky kepada Dona.


"entahlah, aku tidak tau. aku hanya menyampaikan pesan pak kim saja," ucap dona, lalu ia duduk di samping Pungky.


dialah cinta Dona, "Pungky". Pungky lah alasan Dona merelakan dirinya untuk menjadi manusia karena ia ingin menjaga cinta pertamanya di bumi.


sepulang sekolah Pungky mengajak Dona ke toko kue yang tidak jauh dari sana. pungky tampak membonceng Dona menggunakan sepeda gunung miliknya. Pungky tadi pagi sengaja memakai sepeda gunung ke sekolah karena kemarin ia sudah berjanji akan mengajak Dona jalan-jalan memakai sepeda gunung. mereka berdua tampak menikmati pemandangan sekitarnya. setelah sampai di depan toko kue itu, mereka berdua pun langsung masuk ke dalam toko itu dan memesan 2 porsi kue red Velvet. setelah beberapa saat mereka menunggu, akhirnya kue red Velvet pesanan mereka pun datang dan tak menunggu lama mereka berdua pun memakan kue red Velvet yang masih hangat.


"aku menyukainya," ucap Dona tersenyum lebar dengan mulut yang masih penuh dengan kue.


"tapi aku tidak," ucap pungky singkat.


"kalau kau tidak menyukainya, tapi mengapa kau memesannya," ucap dona.


"aku takut kau cemburu, jadi aku tidak menyukai kue ini," ucap Pungky tersenyum menggoda.


"terserah kau saja lah, kenapa juga aku cemburu dengan kue ini, dasar," ucap Dona tersenyum tipis lalu ia menyodorkan kue itu lalu menyuapi Pungky. pungky tak menolaknya, justru ia ingin Dona terus menyuapinya.

__ADS_1


Pungky suka karena Dona selalu memperhatikan nya. ia beruntung memiliki wanita seperti dona.


"hei, pergunakan tanganmu. Tuhan sudah sia-sia memberimu tangan karena kau tidak mempergunakan nya," ucap Dona kesal karena Pungky ingin memakan kuenya itu kalau ia di suapi.


"dasar manja," lanjut Dona kesal, tapi dalam hati ia sangat senang.


Pungky pun hanya diam dan terus tersenyum karena ia sangat gemas ketika melihat dona yang begitu cerewet.


saat Dona akan menyuapi Pungky lagi, ponsel yang ada di sakunya berdering nyaring, segera Dona mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon. sebelum Dona mengangkat teleponnya, Pungky menyuruhnya untuk mengaktifkan spiker agar Pungky bisa mendengarnya juga.


"apa kau bersama Pungky? aku tadi sudah menelpon dia, tapi nomornya tidak aktif," ucap pria yang ada di seberang sana yang terdengar ngos-ngosan.


"iya dia bersamaku," ucap Dona.


"suruh dia ke rumah sakit, ayahnya tadi mengalami kecelakaan dan sekarang koma," ucap pria itu yang ternyata adalah Dika.


Pungky yang mendengarnya itu langsung diam memaku. Dona yang melihat Pungky diam pun langsung mengajaknya ke rumah sakit menjenguk ayahnya. tanpa basa-basi Pungky menaiki sepeda gunungnya dan menyuruh Dona agar ikut bersamanya. sebelumnya ia menghampiri kasir dan memberikan uang pas untuk membayar cake pesanannya tadi.


*****


di kafe mei terlihat sibuk membantu Bu susi yang tengah melayani pembeli. tak hanya mei saja, Seno dan sendi pun turut andil membantu Bu susi.


"baiklah Bu kami akan mengantarnya." ucap mei lalu mengambil 2 kresek berisi makanan dan kertas yang bertuliskan alamat rumah pembeli.


" sendi, aku yang akan mengantar 2 porsi ini, dan kau 3 porsi ini,"ucap mei tersenyum.


"baiklah, setelah selesai kau langsung pulang," ucap sendi dan mei pun tersenyum mengiyakan. lalu mereka pun berlalu pergi dan menuju ke arah yang berbeda.


sedangkan Seno masih sibuk membantu Bu susi di kafe.


di jalan mei tampak menikmati pemandangan di sekitar. saat mei melewati gang kecil, ia berpapasan dengan Miko.


"aku beruntung sekali bisa bertemu denganmu,"ucap Miko menyeringai lalu ia menggenggam erat lengan mei.


"lepaskan aku," ucap mei lirih menahan ketakutan yang ia rasa.


saat mei meronta hendak melepaskan diri, Miko melihat sesuatu yang berkilau di pergelangan tangan mei. miko penasaran dengan sesuatu yang ada di pergelangan tangan mei.

__ADS_1


"diamlah, aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin memastikan sesuatu," ucap Miko lalu hendak membuka lengan panjang mei untuk melihat pergelangan tangan mei.


tapi mei berusaha menutupi pergelangan tangannya dengan satu tangan lainnya hingga makanan yang ia bawa tadi jatuh berserakan di aspal.


"jangan lakukan ini padaku," ucap mei mencoba melepaskan diri.


bruk


"brengs*k, sial*n , shitt !," umpat Pungky yang memukul Miko keras sampai tubuh Miko terhuyung ke belakang.


"hei sudahlah," ucap Dika yang ada di samping Pungky berusaha untuk melerai.


Miko pun langsung berdiri dan menarik kerah baju Pungky.


"aku tidak akan memaafkan mu brengs*k," ucap pungky menghempaskan tangan miko.


lalu pungky memukul wajah Miko berkali-kali.


"Pungky jangan lakukan lagi," ucap Dona melerai mereka.


"kalau sampai terjadi apa-apa pada papaku, aku tidak akan pernah memaafkan mu," ucap Pungky marah dengan menunjuk wajah miko.


"sudah hentikan," ucap Dona lembut mencoba untuk meredam amarah Pungky.


"dia mengambil ponselku Don, aku tidak bisa melihat ayahku di operasi karenanya, dia....kalau saja dia tidak mengambil ponselku mungkin....," ucap Pungky terisak dan tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.


"sudah, aku mengerti," ucap Dona lirih.


"kau akan tetap jadi kecebong. sebelum itu, kau perlu belajar cara mencari teman," ucap Dika kesal.


lalu Dona dan dikaq pun memapah Pungky yang terkulai lemas menuju rumah Pungky yang tidak terlalu jauh dari tempat itu. dan mei pun mengikuti mereka bertiga meninggalkan Miko sendirian yang babak belur.


sesampainya di rumah Pungky, Dona dan Dika mendudukkan Pungky di sofa. Pungky memejamkan matanya untuk menahan kesedihannya. ia tidak mau Dona melihat dirinya yang kacau.


Dika yang berada di samping Pungky tampak sibuk mengotak-atik ponselnya, sedangkan Dona dan mei pergi ke dapur untuk membuat minuman karena asisten rumah tangga pungky sedang cuti.


love

__ADS_1


maulani safitri..


__ADS_2