
pak Johan pun masuk ke dalam kelas karena bel masuk telah berbunyi.pak Johan masuk ke kelas hanya untuk memberikan motivasi kepada siswa siswinya untuk tetap belajar dengan rajin karena jika ingin masuk ke universitas bagus harus rajin-rajin belajar.selain menjadi guru olahraga,pak Johan itu adalah guru wali kelas 12 tempat sendi,Seno,dan mei berada. melihat wajah siswa-siswi nya yang terlihat tegang,pak Johan pun mencoba mencairkan suasana dengan bercanda.
"maaf sebelumnya pak,saya kehilangan ponsel saya di kelas ini pak,"ucap dino gemetar tubuhnya karena takut.
"iya pak,Dino sudah mencarinya di loker dan di kolong meja,tapi belum ketemu,"ucap Miko menimpali
"letakkan tas dan tangan kalian di atas meja sekarang,"ucap pak Johan tegas.
lalu semua siswa yang ada di kelas pun mengikuti perintah pak Johan dengan menaruh tas dan kedua tangannya di atas meja.
pak Johan keliling dan menyuruh siswa untuk membuka dan mengeluarkan isi tas dan saku siswa-siswa masing-masing.
ketika mengeluarkan isi di dalam tasnya,mei kaget melihat ada sebuah ponsel asing dari dalam tasnya.sinta yang melihatnya tanya itu ponsel milik siapa.
pungky langsung berseru kalau itu ponsel milik Dino. Semua yang ada dikelas melihat kearah mei. Pak johan menghampiri mei dan langsung mengambil ponsel itu. kemudian Pak Johan meminta Dino untuk memeriksanya.
dino membuka ponselnya dan melihat ada uangnya didalam. ia lalu bilang kalau itu memang benar ponselnya. Pak johan tanya apakah Dino yakin kalau itu ponselnya.
murid-murid dikelas pun berseru. Pak johan menekan-nekan kuat ujung pulpen di meja hingga membuat semua siswa diam.
"tidak! kalian pasti salah!!" mei mengucapnya lemah.
seno melapor pada pak johan kalau mei terus bersamanya waktu istirahat.
sendi langsung bergumam dan menyahut ini aneh, siapa yang melakukannya.
Pak johan sebenarnya bingung tapi tak terlihat sama sekali raut wajahnya yang tampak bingung.
mei pun berdiri dengan lemas.
"aku tidak mencurinya,aku tidak tau kenapa ponsel Dino ada di dalam tas saya,"ucap mei lirih.
"tapi kenapa kau harus menunduk?,apa kau takut?,"ucap pak Johan menyelidik.
"saya tidak takut karena saya bukan yang mengambil ponsel Dino,"ucAp mei kekeh.
"tapi bukti menjurus ke arahmu,lalu?,"ucap pak Johan meminta penjelasan.
"pencuri tidak akan pernah bisa mengaku tentang kenyataannya,"ucap dika santai.
sendi menatap Dika dengan tatapan yang menghunus tajam.dan Dika menatap sendi sebaliknya dengan santai.
__ADS_1
"mei dan Dino ikut saya ke kantor sekarang,"ucap pak Johan kemudian. mei dan Dino mengikuti langkah pak Johan yang telah berlalu.
"semua bukti sudah menuju ke arahmu,agar kasus ini tidak di perpanjang,kau bisa minta maaf langsung ke Dino sekarang,"ucap pak Johan yang masih menatap lekat mei.
"saya tidak melakukannya pak,"ucap mei mencoba untuk menatap mata pak Johan yang tengah menatap mei.
"kau tau? mengambil barang milik temanmu itu bukanlah lelucon,tapi itu adalah kejahatan,"ucap pak Johan mulai penuh dengan penekanan.
"sudah pak jangan di perpanjang lagi,yang penting kan ponsel saya sudah ketemu.salah saya juga tidak hati-hati meletakkan nya."ucap Dino berusaha mengakhiri masalah ini.
"kau tau Dino sudah memaafkanmu?,lalu kau masih bilang jika bukan kamu yang melakukannya?,"ucap pak Johan berusaha untuk tetap tenang.
"saya tidak melakukan hal yang salah,"ucap mei.
"saya akan menunggumu(menunggu mei untuk mengakui kesalahannya),dan kau akan mendapatkan sanksi membersihkan taman selama 4 hari dari saya mei.kalian keluarlah,"ucap pak johan menyuruh mei dan Dino keluar ruangan pak johan.
Dino pun mendahului mei yang ada di belakangnya.
sendi yang entah dari mana munculnya tiba-tiba menarik lengan mei ke suatu tempat.
"kenapa kau melakukannya (mencuri)?"ucap sendi penuh penekanan setelah mereka ada di suatu tempat.
"apa?,kau juga tidak percaya padaku?"tanya mei menatap sendi sendu.
"Sebenarnya? Sudah kubilang. Aku tidak mencurinya."ucap mei kekeh
"Kenapa kau keluar dan membuat masalah? Sekarang apa yang akan kau lakukan? Bukti-buktinya ada mei" ucap sendi memekik.
mei kesal dan kecewa karena sendi tidak mempercayainya, ia melangkah pergi dari hadapan sendi. tapi sendi segera menarik lengan mei agar menghadapnya lagi.
"apa kau tidak tahu masalah apa yang sudah terjadi karenamu?"ucap sendi.
"Aku lihat kau tidak percaya padaku."ucap mei datar.
Setelah mengatakan itu,mei pergi.sendi bicara sendiri kalau bukan seperti itu maksudnya.
lalu sendi pun mencari Dino di seluruh sudut sekolah. lalu sendi menemukan Dino yang tengah duduk sendirian digudang.
sendi tanya apa Dino dipukuli lagi.dino diam tak menjawab, ia bangkit dan akan pergi.
"Yang menaruh ponselmu di tasnya mei, apa miko orangnya?"ucap sendi menyelidik.
__ADS_1
"Bukan."ucap Dino datar.
"Kalau gitu kau?"tanya sendi.
"Bukan, kenapa aku?" Dino mengelak.
"Apa Miko yang memaksamu melakukannya?, Jawab!"ucap sendi sedikit teriak.
Dino bilang kalau saat itu ponselnya benar-benar hilang dan dia tidak tahu apa-apa.sendi mengingatkan Dino kalau mei disalahkan gara-gara dia.mei telah menjadi korban.
"ponselku hilang. Terus aku dipukul Miko dan teman-teman nya. Yang jadi korban itu aku."ucap Dino kesal.
sendi kesal karena dino tidak mau mengatakan yang sebenarnya. ia mencengkram baju Dino.
"Kau selalu dipukuli setiap hari karena kau selalu lari. apa kau tidak lihat, kau telah membuat orang lain menjadi korban?"ucap sendi menatap Dino menghunus tajam.
"apa kau baik-baik saja?, Siapa yang memukulimu?."ucap mei yang tiba-tiba muncul.
" bukan aku yang melakukannya,"ucap sendi ketika mei menatapnya.
"Kau tidak melakukannya kan? Kau harus mengatakan yang sebenarnya supaya aku bisa bantu."ucap mei lembut.
"Mana mungkin kau bisa membantu? Kau kan yang mencurinya."ucap Dino kesal.
bruk
tubuh Dino terjatuh ketika mendapat pukulan cukup keras dari sendi.
mei meminta sendi untuk tidak ikut campur karena ini adalah masalahnya.
"Jangan ikut campur? Yang membuat masalah tambah rumit itu kau."ucap sendi berteriak kesal.
mei tidak menghiraukan sendi, ia mengajak dino untuk pergi ke UKS dengan menarik lengan dino. tapi dino menghempaskan tangan mei dan pergi.meimengikuti dino.
"argh h h h bisa-bisa gila aku karena ini,"ucap sendi sambil mengacak-acak rambutnya.
ketika di kelas mei hendak menuju bangkunya.ia menatap mejanya dengan tatapan sedih.di meja mei terdapat kertas-kertas yang di tempel di mejanya dan ada banyak tulisan-tulisan ejekan untuk mei.mei menatapnya dan membaca tulisan-tulisan itu.(wanita jal*ng,pencuri),(mati saja kau,kau tidak pantas hidup),(kau keluar aja dari sekolah ini,gak pantes kali sekolah terbaik ini menampung pencuri sepertimu).
mei tidak semudah itu membiarkan air matanya menangisi hal yang sebenarnya tidak ia lakukan.ia mencoba untuk tetap tegar.
tangan kokoh itu sedang menyobek-nyobek kertas yang menempel di atas meja mei itu.mei yang tadinya menunduk langsung mendongak melihat wajah pemilik tangan kokoh itu.
__ADS_1
love
maulani safitri muach....