CINTA SMA

CINTA SMA
Pencarian Sinta Part 1


__ADS_3

" Aw..." teriakan Sinta yang di tangkap oleh Rio.


" Mau kemana gadis cantikku." kata Rio berbisik di telinga Sinta.


" Lepaskan aku, lepaskan..." berontak Sinta yang teriak lebih kencang.


" Percuma kamu teriak, tidak akan ada orang yang mendengar." ucap Rio yang menggendong Sinta di bahunya dan menuju villanya.


" Lepaskan, lepaskan. " teriak Sinta yang terus memukul punggung Rio.


Rio pun membuka villa, dan masuk ke dalamnya. Dia menggendong Sinta, sampai kamar nya yang berada di lantai dua. Setelah membuka pintu, Rio melemparkan Sinta ke atas tempat tidur. " Brak.."


" Ah..." kata Sinta yang sudah terbaring di atas tempat tidur.


Lalu Rio mengunci pintunya dari dalam, " Kalau aku tidak bisa memiliki hatimu. Aku harus memaksa kamu menjadi milikku." kata Rio yang membuka langsung membuka jaketnya.


" Hey kau mau apa?" tanya Sinta yang sudah bersandar di sisi tempat tidur.


" Aku akan memilikimu seutuhnya." ucap Rio dengan senyum licik.


" Tidak, lepaskan aku." Sinta langsung bangkit dari tempat tidur, lalu dia berlari ke arah balkon mencoba melarikan diri.

__ADS_1


Tapi balkon yang di tuju tertutup oleh teralis besi. Sungguh usaha yang sia-sia.


" Malam ini, kau harus menjadi milik ku." kata Rio yang sudah membuka kemejanya, dan celananya. Terlihat dia hanya mengenakan celana boxer.


" Jangan, jangan apa yang akan kau lakukan padaku?" kata Sinta dengan perasaan takut.


" Aku sudah bilang, ingin memiliki mu seutuhnya. Dengan atau tanpa ijinmu, lebih cepat lebih baik dan kita menikah. " ucap Rio penuh penekanan.


Wajah Sinta begitu takut, lalu Sinta duduk sambil memeluk kakinya.


" Eits, aku mandi dulu ya. Tidak enak kalau badanku bau jika nanti akan menyentuh mu." kata Rio yang langsung menuju kamar mandi.


***


Dito yang keluar rumah sakit sudah dijemput oleh Malik dan orang kepercayaan nya. Langsung menuju arah villa Rio, karena Dito melacak kepemilikan vila atas nama Rio di situs pajak. Dan semua data dia ketahui dari Mira, yang baru saja di ancam oleh Fadli. Sungguh kerja yang bagus, walaupun sekolah mereka masih tingkat SMA. Namun daya imajinasi detektif Malik, yang membuat lancar usaha Dito untuk mencari keberadaan Sinta.


Dito, Malik dan Fadli serta bodyguard kepercayaan nya langsung menuju villa yang terletak di Anyer.


" Tunggu aku, Sin. Aku akan menyelamatkan mu." kata Dito yang bertanggung jawab atas hilangnya Sinta.


Dito belum memberitahu ke dua orang tua Sinta, takut mereka panik.

__ADS_1


" Gila CEO tengil itu, benar-benar di mabuk cinta." umpat Malik yang begitu kesal dengan tingkah Rio.


" Dia sampai berbuat nekad hanya untuk milikin Sinta..!! " ucap Malik yang terus berceloteh. Karena memang mulut Malik tak ubahnya seperti ibu-ibu komplek yang suka bergosip.


" Diam kau Malik.." hardik Fadli yang serius melihat GPS arah villa Rio.


" Oke, oke. Wait, tadi kau apakan Mira? " tanya Malik.


" Diapakan kenapa?" tanya balik Fadli.


" Sampai dia ngaku soal Rio." kata Malik yang duduk di sebelah bodyguard Dito.


" Itu rahasia seorang detektif, " kata Fadli dengan wajah nya yang serius.


Terlihat Dito hanya melamun dan fokus melihat ke arah jalanan tanpa menghiraukan celotehan Fadli dan Malik.


-


-


Silakan like dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2