CINTA SMA

CINTA SMA
TIDAK AKAN KU TINGALKAN!


__ADS_3

Mia berjalan melewati pagar kampus menunggu Andy yang akan datang menjemput


Tiba-tiba saja terpakir sebuah mobil tepat dibelakangnya, terlihat seorang laki-laki berkacamata berjas keluar dari pintu depan menghampiri Mia


" Nona Mia, presdir kami mencari anda "


Mia menatap lelaki tersebut dari atas hingga bawah " Ada urusan apa ya? " tanya Mia curiga


Lelaki tersebut tersenyum sejenak pada Mia


" Anda tidak perlu khawatir kami tidak akan melukai anda, presdir kami hanya ingin bertemu dan sedikit berbincang dengan anda"


Lelaki tersebut membuka pintu mobil bagian belakang dan mempersilahkan Mia masuk ke dalam mobil " Mari "


Saat Mia hendak berjalan naik ke dalam tangan Mia ditarik oleh Andy


" Andy " ucap Mia menatap Andy yang sedang menatap lelaki tersebut dengan tatapan tajam dan dingin


Lelaki tersebut sontak membungkukkan badannya " Tuan muda " ucap lelaki tersebut


Mia menatap Andy dengan heran


" S..sebenarnya ada apa? "


" Kalian mau apa sekretaris Aziel? " tanya Andy menatap lelaki tersebut


" Saya hanya melaksanakan perintah presdir tuan muda "


Andy menggengam tangan Mia dengan kuat


" Aku gak akan membiarkan kalian melakukan seenaknya "


" Maaf tuan muda tapi ini perintah " ucap lelaki tersebut yang ternyata seorang sekretaris


Mia melepaskan tangan Andy " Bawa aku pergi menemui presdir kalian " ucap Mia tegas


" Mia! " teriak Andy


" Tunggu aku di tempat biasa " ucap Mia menatap Andy dan tersenyum manis


Andy kembali menarik tangan Mia dan menggelengkan kepalanya


" Kamu percaya kan sama aku? " tanya Mia


" Aku percaya sama kamu tapi tidak dengan mereka " ucap Andy menatap sekretaris Aziel


" Hanya sebentar kok " Mia menatap Andy

__ADS_1


" Imutnyaaa.... " ucap Mia dalam hati melihat Andy yang merengek bagaikan bayi yang ditingal ibunya ke supermarket


" Tunggu aku ya " ucap Mia melepaskan tangan Andy dan pergi naik ke dalam mobil


Andy tetap berdiri mematung menatap mobil tersebut hingga tak terlihat


Sepanjang perjalanan Mia menatap jendela tanpa rasa takut " Apakah kamu tidak takut dengan kami? "


Mia menatap sekretaris Aziel yang duduk di samping kursi pengemudi


" Tidak, untuk apa saya takut kepada bapak sekretaris yang juga manusia seperti saya? " tanya Mia tersenyum


" Panggil saya Aziel saja, toh umur kita hanya berbeda 5 tahun " ucap sekretaris tersebut


Mia menggelengkan kepalanya " Menurut saya, kita tidak sedang di kondisi dimana saya dan Anda bisa saling memanggil nama satu sama lain dengan akrab, dan bukannya tidak sopan kalau kalian memeriksa informasi seseorang tanpa izin terlebih dahulu? " tanya Mia tetap tersenyum


Aziel sontak tertawa terbahak bahak " Ahhahah....hahhhhh maaf kan saya " ucap Aziel ketika selesai mengambil nafas setelah tertawa begitu keras


" Aku tidak mengira kalau kamu bisa selucu dan setenang ini, memang benar kita tidak mempunyai hubungan apapun untuk memanggil nama satu sama lain...tapi jika di lain waktu kita bertemu lagi tapi bukan karena urusan pekerjaan kamu bisa panggil nama ku Aziel kan? " ucap Aziel sedikit menahan tawa


" Tentu "


Sesampainya di tempat Mia diturunkan di depan sebuah perusahaan besar dan tinggi ketika di ajak masuk ke dalam Mia terpukau dengan keindahan desain ruangan tersebut yang begitu mewah dan elegan


Mia di tuntun ke sebuah ruangan di lantai paling atas " Ini ruang presdir " ucap Aziel menunjukkan kepada Mia pintu ruangan presdir mereka yang begitu clasic dengan warna coklat yang mengisi seluruh pintu


Terdengar suara seseorang dari dalam yang memberikan perintah " Masuk "


Bagian kanan dan kiri pintu tersebut sontak langsung terbuka ketika Mia memasuki ruangan tersebut terlihat seseorang pria paruh baya yang duduk menopang dagunya


" Bagaimana? " tanya pria paruh baya yang belum diketahui namanya tersebut


" Tidak ada masalah, nona Mia datang ke sini tanpa penolakan "


" Nurut sekali " ucap pria paruh baya tersebut


Pria tersebut menatap Aziel


Mengeriti apa maksud atasannya Aziel menundukan badannya " Kalau begitu saya permisi dulu " ucap Aziel


Tatapan pria paruh baya tersebut menuju ke arah Mia ketika Aziel telah keluar dari ruangan " Kau "


" Selamat siang " sapa Mia


" Kalyca Mialana anak dari Bran yang seorang duda kuliah di E universitas benar? "


" Bapak benar, sepertinya saya tidak perlu memperkenalkan diri saya lagi karena bapak sudah mengorek informasi saya....lalu bukan kah tidak sopan jika bapak tidak memperkenalkan diri bapak? " tanya Mia sambil tersenyum

__ADS_1


Pria paruh baya tersebut tertawa terberbahak bahak " kamu bisa memanggil ku Adelard Buana Gauzan, sepertinya kamu tau siapa aku "


" Tentu, anda adalah ayah Andy? " tanya Mia


" Iya kamu benar "


" Ada perlu apa dengan saya? "


Pak Adelard menatap Mia dari atas hingga ke bawah " Aku dengar kamu awalnya ingin kuliah di Harvard University kan? "


" Benar "


" Aku bisa membawa mu kuliah disana, membiayai kamu hingga lulus kuliah tapi "


Mia menaikan alisnya " Tapi? "


" Kamu harus meninggalkan Andy, ini adalah tawaran yang sempurna akan ku biayai kamu memberimu perkerjaan yang layak saat lulus dan tentunya uang, di dunia ini siapa yang tidak suka dengan uang? kamu hanya perlu meningalkan anakku dan pergi dari hadapannya " ucap pak Adelard menaikan kedua tangannya


Mia sontak tersenyum " Saya kira anda akan melempar kan saya selembar uang cek seperti di drama-drama televisi "


" Tapi..... menurut saya tawaran anda tidak memuaskan " ucap Mia membuat pak Adelard terkejut


" Kamu hanyalah anak miskin dengan ayah mu yang mabuk mabukan tiap hari dan menurut kamu itu tawaran yang kurang! " teriak pak Adelard


" Iya, bagi saya kuliah di Harvard University memang tawaran yang mengiurkan tapi saya sudah kuliah di Universitas E dengan fakultas kedokteran yang memberikan saya beasiswa disini saya membuktikan pada anda bahwa saya memiliki sesuatu yang dapat saya banggakan dengan kemampuan saya


Pekerjaan yang sudah tersedia ketika saya lulus kuliah itu juga tawaran yang mengiurkan bagi saya, karna memang susah mendapatkan pekerjaan ketika lulus kuliah kedokteran tapi bagi saya mencari pekerjaan dengan jalan yang berliku membuat saya merasa lebih tertantang


Dan dari semua tawaran anda menurut saya yang paling mengiurkan adalah uang, saya memang suka dengan uang, bagi saya uang adalah segalanya tapi bukan berati anda bisa membeli saya dengan uang yang anda punya


Saya tegaskan kepada anda!, saya tidak akan meningalkan Andy Galileo Gauzan! berapapun yang Anda berikan kepada saya! " teriak Mia


Pak Adelard menujukkan ekpresi yang tidak suka kepada Mia " Kamu tau aku akan membuat mu menyesal karena telah tidak mengambil kesempatan ini! " teriak pak Adelard


" Silahkan saja,jika bisa hancurkan saja saya, buat lah saya menderita sesuka hati anda, anda ingin melihat saya menangis bukan? anda ingin melihat saya meronta ronta bagaikan ikan dan bersujud memohon kepada anda?


Maka lakukan lah sesuka hati anda karena saya hanyalah seorang gadis miskin yang tidak dapat berbuat apapun di hadapan seseorang yang lebih kaya dan menikmati kehidupan yang bahagia daripada saya " ucap Mia dengan tegas tanpa basa basi


.


.


.


BERSAMBUNG 🌻


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻

__ADS_1


JAGA KESEHATANYA YA💜


__ADS_2