
Pagi hari, seperti biasanya Sinta sudah di jemput oleh supir pribadinya.
" Fad, pagi-pagi sekali!" Keluh Sinta seraya memutar kedua bola matanya.
" Udah gak usah bawel, aku mau ngajak Ning sarapan." Kata Fadli. " Udah ambil tas nya, cepat!" Desak Fadli yang membelokkan motor nya.
" Iya, iya..." Kata Sinta yang langsung masuk ke dalam dan mengambil tas sekolah serta sepatunya.
" Ish, kan aku uda bilang gak usah jemput lagi." Gerutu Sinta sambil naik motor Fadli.
" Mau di aduin sama Dito?" Ancam Fadli seraya menoleh sekilas.
" Uda jalan!" Kata Sinta dengan wajah yang cemberut.
" Kenapa sikap Dito jadi menyusahkan gini sih!" Gerutu Sinta dalam hatinya.
Selama perjalanan tidak ada bahan pembicaraan. Sinta hanya terdiam tak ingin membahas apapun. Hatinya sedang kesal, merasa terkekang dan tak bebas.
" Apa sebaiknya aku bilang ke Dito tidak usah mengkhawatirkan ku!" Tutur Sinta dalam hatinya.
" Iya, nanti sepulang sekolah aku ingin bilang ke Dito kalau tidak perlu khawatir dengan keadaanku." ide yang ada dipikiran Sinta.
RUMAH DITO
" Dito." Panggil sang ayah yang sedang berada di ruang makan.
" Iya, Yah!" Jawab Dito yang datang menghampiri dan duduk di kursinya.
" Gurumu bilang akan mempercepat kelulusan mu. Apa benar?" Tanya ayah Dito dengan mengangkat kedua alisnya.
__ADS_1
" Iya, Yah!" jawab Dito yang sudah duduk di kursi makan.
" Sebaiknya kau menyusul kakakmu Melly." tutur ayah Dito yang sedang menyendok nasi berikut lauknya.
" Menyusul? Untuk apa Yah?" tanya Dito yang bingung dengan perkataan ayahnya.
" Kamu kuliah di sana." Kata ayah Dito yang tersenyum ke arahnya.
" Tapi Yah, aku ingin kuliah di Indonesia saja." jawab Dito sedikit ragu, takut ayahnya akan marah.
" Kamu harus mendapatkan pendidikan terbaik , Nak!" ucap ayah Dito.
" Ayah hanya ingin anak-anak ayah mempunyai bekal di masa tua. " kata ayah Dito memberi saran.
" Tapi, Yah..." ucap Dito yang ingin menolak.
" Mama akan ikut dengan mu, agar kamu ada yang mengurus di sana." ucap ayah Dito memberi jalan.
" Baik, Yah!" jawab Dito yang menyetujui saran ayahnya.
" Sehabis ujian, kamu langsung berangkat ke Inggris. Biar ayah yang mengurus berkas-berkas sekolah kamu." kata ayah Dito.
" Secepat itu, Yah?' kaget Dito.
" Kamu kan harus memilih universitas terbaik di Inggris. Dan harus sesuai dengan bidang yang kamu miliki." ucap ayah Dito.
" Baik, Ayah." kata Dito menurut.
Dan mereka mulai sarapan bersama, setelah ini Dito harus bersiap-siap mengurus dokumen keberangkatan nya ke Inggris.
__ADS_1
Dia harus mengikuti permintaan sang ayah, karena demi masa depannya. Seandainya Sinta yang akan menjadi masa depannya nanti. Dito tak perlu khawatir untuk membiayai kebutuhan Sinta kelak. Dia hanya ingin membahagiakan orang yang dia kasihi.
Selesai makan Dito langsung masuk ke kamarnya. Seperti nya kabar ini tidak bisa dia sampaikan langsung ke Jakarta. Jadi Dito akan mengabarkan Sinta via telepon seluler.
Dito menekan nomor Sinta untuk mengirimkan sebuah pesan.
" Sin, maafkan aku!
Untuk waktu yang agak lama mungkin aku tidak bisa bertemu denganmu.
Aku tidak bisa pamit untuk datang ke rumahmu.
Untuk waktu yang agak lama, aku akan pergi ke Inggris.
Ayah menyuruh ku untuk bersekolah di sana menyusul Kak Melly.
Seandainya kamu bisa menunggu ku, aku akan sangat senang sekali.
Jaga hati mu hanya untuk ku.
Aku akan selalu bersabar menunggu jawaban dari mu.
Semoga itu adalah jawaban yang aku inginkan selama ini.
Salam Cinta Dito."
Lalu Dito mengirim pesan via wa kepada Sinta. Dia tahu kalau pagi ini Sinta tidak bisa dihubungi, karena jadwal nya sekolah. Tetapi jika sekolah usai maka Dito akan menghubungi dengan video call.
-
__ADS_1
-
Silahkan like dan vote ya Kakak!😘