
*kau adalah orang yang paling terluka ketika dia pergi*
Dona sudah tidak canggung lagi berada di rumah Pungky, karena pungky sudah beberapa kali mengajak Dona ke rumahnya bahkan Pungky pernah mengenalkan dirinya ke papa mama Pungky. papa mama Pungky sangat-sangat menerima Dona, dan berharap Pungky terus bersama dengan Dona.
tak beberapa lama sendi datang dan langsung duduk di samping Dika, sendi terlihat kelelahan. Dona dan mei kembali ke ruang tamu sambil membawa nampan yang berisi minuman dan beberapa camilan. mereka berdua tampak kaget karena sendi berada di sana.
"kenapa kau kemari sen?," tanya mei lalu duduk di samping sendi.
"Dika tadi menelpon ku dan memberi tau kalau kau tadi di pojokkan oleh Miko di gang kecil. aku takut kau kenapa-kenapa," ucap sendi masih mengatur napasnya yang tersengal-sengal.
"aku tidak apa-apa," ucap mei tersenyum.
" nanti dia akan hilang," ucap sendi menggertakkan giginya menahan amarah.
"sudahlah, aku tidak apa-apa sen," ucap mei mengelus pundak sendi pelan.
"semakin aku diam, dia akan semakin menyakitimu mei," ucap sendi menatap kedua mata mei lekat.
"jangan lakukan apapun," ucap mei lembut mencoba meredam amarah sendi.
"sendi,maaf aku tadi menjatuhkan makanan pesanan tadi,"ucap mei menunduk takut sendi akan memarahinya.
"biarlah, nanti aku akan bilang pada Bu susi," ucap sendi.
lalu mereka menemani Pungky ke rumah sakit untuk menjenguk papa nya. sebelum itu sendi sudah menelpon Bu susi kalau dirinya dan mei berada di rumah Pungky.
*****
di kafe Bu susi, Seno, dan pak Johan sibuk membersihkan kafe karena kafe akan tutup.
setelah selesai Seno pun pergi ke kamar untuk mandi dan ganti baju. selesai itu, lalu Seno memakai jaketnya dan turun ke bawah.
"kau mau kemana?," tanya pak johan.
" ke warnet," ucap Seno.
"kau tidak makan dulu?,"
"tidak aku harus pergi....., dan terima kasih untuk semua,"ucap Seno tersenyum tipis.
"Terima kasih untuk apa?,"tanya pak johan.
__ADS_1
"terima kasih karenamu aku mendapat kehidupan baru. bertemu teman baru, saudara baru, dan sesuatu hal yang baru. dan maaf dulu aku tak bisa menerimamu," ucap seno.
"aku bersyukur akhirnya kau bisa menerimaku dan juga sendi," ucap pak Johan tersenyum.
" aku masih berusaha untuk itu," ucap Seno lalu ia berpamitan dengan pak Johan menuju warnet.
di sana Seno tengah memainkan permainan balap mobil. tapi Seno tampak tidak fokus pada permainannya karena pikirannya menuju ke hal lain. tiba-tiba Miko duduk di sebelahnya dan langsung menundukkan kepalanya.
"ku rasa aku adalah kecebong. aku takut akan sendirian lagi," ucap miko pelan dengan nada sedih.
Seno menoleh pada Miko, tapi ia tak mengatakan apapun.
"seperti nya ucapanmu memanglah benar. aku adalah pecundang, dan sampai kapanpun akan tetap begitu," ucap Miko masih menundukkan kepalanya.
"pergunakan otakmu dengan baik," ucap Seno lalu ia pun melenggang pergi.
lalu Seno pun pergi dari warnet itu dan berjalan untuk mencari hiburan. saat ia melewati perpustakaan umum, Seno merasa tertarik dan masuk ke sana. di sana ia sedang sibuk memilih buku-buku novel. tidak beberapa lama Seno mengambil dan membeli beberapa buku novel itu.
"segala sesuatu tentang malaikat. sepertinya menarik," ucap Seno pelan membaca judul buku yang sedang ia pegang. itu adalah salah satu judul novel yang ia beli.
lalu ia memutuskan untuk pulang dan ia akan membaca buku novel itu di rumah.
*****
"apa kau tidak bosan bergelut dengan buku-bukumu itu?," tanya sendi.
"tidak," ucap Seno singkat dan tak memandang sendi karena ia masih fokus membaca bukunya.
saat sendi melirik buku yang sedang Seno baca itu, ia terkejut karena judul buku itu tentang malaikat.
"kenapa kau membaca buku itu?," tanya sendi mencoba menyembunyikan kepanikannya.
Seno tak menggubris perkataan sendi, ia tetap sibuk membaca bukunya.
di buku Seno melihat ada sebuah simbol yang terdapat dalam lembar buku itu.
"semua malaikat memiliki simbol di pergelangan tangannya seperti simbol ini. jika manusia sampai mengetahui bahkan mengucap jika dia malaikat, manusia yang menjadi malaikat itu pun akan menghilang selamanya. dan semua manusia yang ada di dekatnya hilang ingatan( ingatan tentang mereka yang pernah kenal dengan malaikat itu) ," gumam Seno lirih.
dari arah belakang Tara muncul dan menatap sendi sedih lalu ia mendekati sendi dan memeluk sendi dari belakang. tidak tembus, dan Tara bisa memeluk tubuh sendi, sedangkan sendi tak merasakan apapun. dari pintu mei keluar dan hendak menemui mereka, tapi langkahnya terhenti karena mei melihat Tara yang sedang memeluk tubuh sendi.
"apa yang kau lakukan itu Tara?," ucap mei sedikit memekik.
__ADS_1
Tara pun menoleh ke arah mei tajam, sedangkan Seno dan sendi bingung melihat mei yang berbicara sendiri.
"kau berbicara pada siapa mei?," tanya sendi panik.
"sudah cukup aku diam ketika kau merebut semua yang aku inginkan mei, dan sekarang aku tidak ingin kau merebut sendi dariku. karena sendi hanya milikku," ucap Tara menatap mei tajam.
"kau?," ucap mei tertahan.
"aku mencintai sendi sebelum kau hadir dalam hidup sendi. dan kali ini aku tidak akan membiarkan mu mengambilnya dariku lagi. aku menyuruhmu untuk kembali menjadi malaikat agar kau tidak mengganggu sendi. sendi tetaplah akan menjadi milikku," ucap tara.
sendi pun langsung membentengi tubuh mei dengan berdiri di depan mei.
"jangan kau ganggu mei," ucap sendi waspada menoleh ke kanan dan kiri.
sendi dan Seno tak bisa melihat keberadaan Tara di sekitarnya.
Seno tanpa sengaja melihat pergelangan tangan mei yang berkilau. lalu ia pun mulai mendekat, sedangkan Tara mengalihkan perhatian sendi dengan mengangkat kardus-kardus yang ada di sana dan mulai menjatuhkan ke bawah. lalu sendi pun menghampiri tepi teras itu dan melongok kan kepalanya ke bawah.
sedangkan Seno menarik paksa tangan mei dan melihat pergelangan tangan mei yang berkilau itu.
"kau ini apa?," tanya Seno memekik.
mei mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Seno, tapi tidak bisa karena Seno sangat erat mencengkram tangannya.
"apa kau seorang......,"
-
-
-
-
love
..Maulani safitri..
jangan lupa dukung novelku dengan beri dukungan melalui like, coment, poin and koin.
see you... yang lagi di rumah aja, pantengin terus karyaku readers.....muachhh lup...
__ADS_1