CINTA SMA

CINTA SMA
bab 34


__ADS_3

di tempat lain Seno sedang duduk di bangku taman.


sebenarnya dia melihat panggilan dari pak Johan.tapi dia sedang tidak ingin menelpon dengan ayah tirinya itu.beberapa menit kemudian ponselnya berbunyi lagi tanda seseorang memanggil tapi bukan pak Johan.


"ayah,"gumam Seno,lalu ia mengangkat telponnya.


"ayah,aku merindukanmu,"ucap Seno tersenyum senang.


"ayah juga merindukanmu nak,ayah meneleponmu karena ada sesuatu hal penting yang ingin ayah sampaikan padamu,"ucap ayah Seno di seberang.


"hal penting apa yah?,"tanya Seno penasaran.


"seminggu lagi ayah akan menikah nak,dan ayah menginginkan mu untuk datang ke acara pernikahan ayah juga ibu barumu.ini adalah kabar yang baik untukmu nak,"ucapnya.


"tapi menurutku ini adalah kabar yang buruk bagiku.ternyata ayah dan ibu sama saja,tidak pernah bisa melihat anaknya ini yang sedang sakit,"ucap Seno sedikit tertahan karena menahan marah.


"kau sakit nak?,sakit apa seno?,"ucap ayah Seno khawatir.


"aku sakit yah,aku benar-benar sakit karena kalian bercerai dan malah menemukan kebahagiaan kalian tanpa melihatku di sini yang serasa di telantarkan,"ucap Seno kesal lalu menutup telponnya kasar.


Seno merasa sendirian, benar-benar sendiri.


Bangs*at,shitt....


kenapa ia harus merasakan hal seperti ini.hati Seno saat ini benar-benar kalut.ia tidak menyangka kalau ayah dan ibunya tidak memikirkan anaknya,mereka hanya sibuk mencari kebahagiaan mereka masing-masing.


orang dewasa selalu berkata bahwa dia akan mengerti. Jika dia selalu mencoba mengerti ayah dan ibunya? Lalu siapa yang akan mengerti dirinya? Apa hanya kebahagiaan ayahnya saja yang terpenting. Kenapa ga ada yang peduli padanya? Lebih baik dia ga usah dilahirkan saja, jika seperti ini.


“Orang dewasa itu memang jahat, mereka pergi bukan karena tak sayang padamu. Mereka hanya berfikir bahwa kau akan mengerti. Karena kamu anaknya. ”


*****


kembali ke kelas, pak Johan masuk ke dalam kelas beserta Miko,Dika,Pungky,dan Dino.


pak Johan menyuruh mereka berempat untuk mengakui semua kesalahannya ke teman-temannya.


"Sekarang katakan yang sebenarnya tentang mei di sini, cepat!," ucap pak Johan murka kepada Miko,Pungky,Dika,dan Dino.


"m maaf s sebelumnya,saya selalu di bully oleh mereka dan waktu itu mereka menyuruh saya untuk menaruh ponsel saya ke tas mei waktu jam istirahat.dan di saat saya sudah menyesali perbuatan saya lalu ingin mengakuinya,mereka menyuruh saya tutup mulut,"ucap Dino panjang lebar dan sedikit tergagap.

__ADS_1


mei senang akhirnya Dino mau mengungkapkan tentang kebenarannya.


"apa kalian tau,kalau memfitnah orang lain itu bukanlah lelucon?," ucap pak Johan beralih menatap Miko,Dika,dan pungky.


"maafkan kami pak,"ucap mereka serempak.tapi tidak dengan miko,ia hanya diam.


"tapi kata maaf tidak akan cukup untuk menyembuhkan luka di hati mei.mei pasti benar-benar terluka karena ulah kalian,"ucap pak Johan menatap mereka satu persatu dengan tajam.


"tapi rasanya tidak adil jika hanya kami yang di hukum dan di marahi,"ucap Miko tiba-tiba.


"maksudmu?,"tanya pak Johan tak mengerti.


"dia juga terlibat dengan kami,"ucap Miko lalu menoleh ke arah Sinta.


"a apa,ke kenapa aku?,'tanya Sinta tergagap.


"aku tidak menunjukmu,tapi kenapa kau merasa?,"ucap Miko tersenyum sinis.


"ta tapi kau menatapku,"ucap Sinta Masih tergagap.


"kenapa kau juga bisa terlibat dalam masalah ini?,"tanya pak Johan tegas kepada Sinta.


"kalau kau tidak terlibat dalam masalah ini,kenapa kau tergagap dan menunduk seperti itu?,"ucap pak Johan penuh curiga.


"a a aku....,"ucap Sinta bingung harus menjawab apa.


"ceritakan,kenapa kau bisa terlibat?"tanya pak Johan.


karena sudah kepalang basah akhirnya pun Sinta menceritakan yang sebenarnya kenapa dia bisa terlibat dalam masalah ini.sinta menyuruh Miko dan kawan-kawannya untuk membuli Dino agar mau menaruh ponselnya di tas mei.miko mau menuruti perintah Sinta karena Miko menyukainya,karena alasan itulah Sinta memanfaatkan Miko agar rencananya menyingkirkan mei berhasil.dan dia mempunyai peluang besar untuk ada di hati sendi.


"minta maaf sekali lagi kepada mei,cepat!,"ucap pak Johan terkesan membentak.


"maafkan kami mei,"ucap mereka berlima serempak.


"iya,aku maafkan.aku sangat menghargai permintaan maaf kalian,"ucap mei tersenyum tulus.


"kalian berempat ikut saya ke ruang kepala sekolah, kamu Dino,kamu yang akan menjadi saksi di sana,dan mei ikut saya juga,"ucap pak Johan keluar kelas di ikuti mereka berenam.


di ruang kepala sekolah pun mereka semua menghadap pak kepala sekolah dan pak Johan menceritakan semua yang terjadi secara detail.

__ADS_1


"kalian berempat akan mendapatkan hukuman kerja sosial selama seminggu,"ucap pak Kim kepala sekolah lalu menyuruh mereka semua pergi.


"pak?apa bapak tidak salah?,"tanya pak Johan.


"kenapa?kau meragukan ku?,"tanya pak Kim balik.


"bukan begitu,maksud saya kenapa bapak memberikan hukuman?bukankah masalah ini adalah masalah yang berat karena mereka sudah memfitnah mei?apa tidak ada tindakan lain?,"tanya pak Johan tak habis pikir dengan jalan pikiran pak Kim.


"kalian berlima keluarlah dan masuk ke kelas,"perintah pak Kim.


lalu mereka mengiyakan dan berlalu pergi.


"apa bapak menginginkan agar saya mengeluarkan mereka berempat?,"tanya pak kim.mereka yang di maksud pak Kim adalah miko,Dika,Pungky,dan Sinta.


"iya pak,bapak tau kan ini bukanlah masalah yang sepele?tapi kenapa bapak hanya memberikan hukuman yang ringan?,"tanya pak Johan.


"pak Johan, kau tau kan kalau ayah Miko itu sudah banyak memberikan bantuan berupa dana untuk sekolah ini?,kalau sampai aku mengeluarkan Miko dari sekolah ini,kita akan kekurangan dana untuk membangun lapangan sepak bola s


di sekolah ini pak,"ucap pak Kim.


" itu akan terasa tidak adil bagi mei pak,"ucap pak Johan.


"bapak tau kan kalau di dunia ini tidak ada yang adil? jadi kita hanya bisa menerimanya saja,"ucap pak kim.


pak Johan pun pamit keluar dari ruangan kepala sekolah,dia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran pak Kim.ini sungguh tidak adil,tapi pak Johan Juga tidak bisa menolak keputusan pak Kim,karena pak Kim adalah kepala sekolah.


di koridor sekolah Sinta menghadang tubuh Miko yang tengah berjalan dan di sampingnya ada Dika dan pungky.otomatis Miko dan kawan-kawannya menghentikan langkahnya.miko pun menyuruh teman-teman nya untuk kembali ke kelas dulu.


plak.


"berani kau melaporkankan ku karena terlibat dengan masalah mu itu hah?,"ucap Sinta murka setelah menampar pipi kanan Miko.


"kenapa kau marah padaku?aku kan tadi tidak menunjukmu ataupun menyebut namamu kan,"ucap Miko tidak merasa bersalah.


"tapi kau menatapku dan berbicara seperti itu bodoh,"ucap Sinta keras.


"aku benar-benar membencimu,sangat membencimu,"lanjut Sinta dan berlalu pergi.


love

__ADS_1


maulani safitri.


__ADS_2