
" Sinta, Pasha. Ayah jalan dulu ya!" kata ayah Sinta yang pamit ingin menjemput mamanya yang masih di toko kue.
" Iya, Yah " jawab Sinta yang sedang asyik menonton televisi dengan acara drama korea.
" Kak, sebentar lagi aku akan ujian. Ajari aku pelajaran matematika ya besok minggu. " kata Pasha.
" Iya " jawab Sinta yang masih serius menonton drama korea.
" Tapi aku mengajak teman-teman ku" kata Pasha.
" Iya " kata Sinta.
Kemudian Pasha pun masuk ke dalam kamarnya, dan mengabari temannya yang ingin belajar kelompok.
Satu jam berlalu, terdengar suara motor yang berhenti di depan rumah.
" Assalamualaikum" ucap mama Sinta memberi salam.
" Wa'alaikum salam" jawab Sinta.
" Sin, hari ini mama dapat pesanan kue brownies dan bolu banyak." kata mama Sinta yang berdiri dekat pintu.
Sinta pun menoleh ke arah mamanya.
" Iya, tadi orang kantor ku yang memesan '' kata Sinta.
" Orang kantor kamu? " tanya mama Sinta.
" Sampai 30 box?" kata mama Sinta tercengang.
" Memang ada acara apa?" tanya mama Sinta.
" Acara perpisahan siswa magang " kata mama Sinta.
__ADS_1
" Sampai segitu banyak nya, untung mama ada stok dan tadi bikin banyak." kata mama Sinta.
" Rejeki Pasha untuk bayar ujian " kata Sinta.
" Ujian Pasha sudah ada yang bayarin " kata mama Sinta." Mama masih penasaran, siapa yang membayarnya?" ucap mama Sinta.
" Sudahlah Ma, lekas mandi dan ganti bajunya " kata ayah Sinta sambil menaruh helm.
" Pasha mana?" tanya ayah.
" Pasha di kamarnya " jawab Sinta yang ingin mematikan televisi.
" Eits jangan di matiin, ayah mau nonton bola " kata ayah.
Sinta langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia pun naik ke tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.
*****
Hari sudah pagi, Sinta langsung menuju kamar mandi dan harus melaksanakan solat subuh.
Saat ingin keluar gang rumah nya, terlihat ada Rio yang sedang berdiri di samping gang.
" Sinta " panggil Rio.
Ayah Sinta memberhentikan motor nya dan meminggirkan ke sebelah gang.
" Sinta, kamu di panggil" kata ayah yang mencolek Sinta.
" Dipanggil siapa, Yah ?" kata Sinta karena sedari tadi dia sibuk mendengar kan lagu melalui headset.
Sinta menoleh ke arah orang yang memanggil nya.
" Tuan " kata Sinta yang langsung turun dari motornya." Sejak kapan Tuan berdirinya di situ?" tanya Sinta.
__ADS_1
" Baru saja " kata Rio yang sedikit berbohong. " Padahal aku sudah menunggu sejak jam enam pagi." ucap Rio dalam hatinya.
" Oh " jawab Sinta.
" Hanya , Oh saja jawabannya!" kata hati Rio.
" Kau dengan siapa?" tanya Rio yang pria yang memboncengi Sinta dengan jaket ojek online.
" Itu ayahku " kata Sinta.
" Apa kau ingin bareng bersamaku?" tanya Rio.
" Maaf Tuan, aku sudah biasa di antar oleh ayahku. Dan aku duluan ya!" kata Sinta yang langsung pergi meninggalkan Rio.
Kemudian Rio langsung menarik tangan Sinta, dan Rio menuju ayah Sinta.
" Pagi Pak " sapa Rio kepada ayah Sinta.
" Pagi " jawaban dari ayah.
" Saya teman Sinta di tempat nya magang. Bolehkah Sinta bareng sama saya Pak?' tanya Rio meminta ijin.
Ayah Sinta pun melirik ke arahnya.
" Maaf Tuan, biar aku di antar oleh ayahku" kata Sinta yang menolak ajakan Rio.
Sinta langsung naik motor, " Maaf Tuan, saya jalan duluan " pamit Sinta sambil tersenyum.
Rio sangat kecewa dengan sikap Sinta yang menolak tawarannya.
-
-
__ADS_1
Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar mu