
perasaan apa lagi yang harus aku jelaskan!.....
(M a u l a n i s a f i t r i)
sendi melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumah karena bel pulang sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu.
"kenapa kau tak menungguku dulu? aku kan sudah bilang padamu tadi, tunggu aku sampai selesai dari toilet. kau ini benar-benar tidak setia kawan," ucap Seno kesal karena sendi meninggalkan nya.
"salah dirimu sendiri lama sekali di toilet. kau habis apa di sana? cuci piring?," ucap sendi kesal.
"kau memang benar-benar," ucap Seno menjitak kepala sendi cukup keras sampai sendi mengaduh kesakitan.
"kau berani sekali pada kakakmu ini hah?," ucap sendi menatap Seno tajam.
"kakak? kita hanya selisih 2 bulan saja, jadi untuk apa aku menganggapmu kakak?," ucap Seno meledek.
"benar-benar tidak punya sopan santun," ucap sendi kesal.
lalu sendi dan Seno pun jalan beriringan.
"kau merindukan mei sen?," tanya Seno tiba-tiba.
__ADS_1
sendi tak menjawab pertanyaan Seno, ia lebih memilih untuk diam.
"telingamu masih berfungsi dengan baik kan?," tanya Seno menjewer telinga sendi. ia benar-benar kesal karena sendi tak meresponnya.
lalu sendi pun mengunci tangan Seno dengan menarik lengan Seno ke belakang punggungnya.
"hei sakit tau, kau gila?," ucap Seno mengaduh kesakitan dan mencoba untuk meloloskan diri. namun sendi mencekal nya dengan kuat hingga Seno tak bisa berkutik.
"sekali lagi kau berani menjitak bahkan menjewer ku, ku buang tubuhmu ini ke dalam jurang," ancam sendi.
"aishh tega sekali kau ini padaku kak. kau duluan kan yang memulainya," ucap Seno memelaskan wajahnya agar sendi melepaskan nya.
dalam hati sendi kaget sekali karena Seno memanggil dirinya kakak. ia hanya bisa tersenyum dengan penuturan Seno yang mencoba untuk membujuknya.
"jahat sekali. kalau saja dia bukan saudaraku, pasti sudah ku smack down tubuhnya itu sedari tadi," umpat Seno pelan, namun sendi masih bisa mendengar umpatannya itu.
"apa kau ingin kepalamu itu ku jitak hah?," ucap sendi menoleh ke arah Seno yang ada di belakangnya itu.
"hehehe kau mendengar nya tadi," ucap Seno cengengesan.
"kau pikir aku tuli hah," ucap sendi memekik.
__ADS_1
"memang dia itu tuli kan? dari tadi ku ajak bicara tapi dia tidak merespon sama sekali" gumam Seno dalam hati.
"iya aku tau kau tidak tuli, namun bisu," ucap Seno melengos.
"apa kau mau baku hantam denganku?," ucap sendi tak terima jika Seno meledeknya bisu.
sendi pun balik berjalan mendekati Seno yang tengah menatapnya tajam. lalu seketika itu pula, Seno lari ngibrit karena takut sendi akan melakukan hal yang tidak senonoh padanya :D
"dasar sinting," gumam sendi tersenyum masih menatap tubuh Seno yang mulai menjauh dari pandangannya.
sendi senang karena akhirnya Seno yang dulu cuek, acuh, dan tak peduli dengan sekitar, sekarang berubah menjadi pria yang periang.
lalu sendi pun berjalan gontai menuju ke rumah.
-
-
-
hello readers, kali ini nona akan melanjutkan novel nona ini ya guys....
__ADS_1
nona akan memberi extra ***part yang banyak dan pastinya lebih greget lagi buat readers setiaku...
jangan lupa klik tanda love "favorit" agar kalian tidak ketinggalan ceritaku ini***....