CINTA SMA

CINTA SMA
Jalan-jalan part 1


__ADS_3

" Kau ingin mengajakku kemana?" tanya Sinta.


" Rahasia." jawab Dito.


" Mobil ini bangkunya hanya dua?" tanya Sinta.


" Iya, "


" Ih kamu pelit banget." kata Sinta mencibir.


" Model dari sananya." kata Dito." Memang kamu mau aku jemput dengan bis?" ledek Dito.


" Kok masuk tol?" tanya Sinta.


" Sudah kamu diam aja, nanti juga kamu tahu."


" Oke, oke. " kata Sinta.


Lalu Sinta mengeluarkan ponselnya, dia mulai selfi di dalam mobil Dito.


Tak seperti biasanya, Sinta sudah terlihat nyaman dan tidak canggung lagi bersama Dito.


Sinta masih belum menjawab janjinya tempo hari, tetapi dilihat dari sikap Sinta. Dito yakin kalau Sinta juga merasakan perasaan yang sama kepadanya.


Sinta masih asyik selfi dengan kamera ponsel nya.


" Dit, kacanya bukanya gimana?" tanya Sinta.


" Kamu mau ngapain?" Dito


" Aku mau foto pemandangan itu lho!" seru Sinta.


" Huft!" hela nafas Dito.


" Kamu kenapa?" tanya Sinta.


" Aku gak apa-apa, baik aku bukakan." kata Dito yang langsung membuka kaca mobilnya.


Jalan yang di lalui sedang padat, karena hari ini adalah weekend. Banyak wisatawan yang berlibur melepaskan penat ke luar kota.

__ADS_1


" Kita mau kemana si?" tanya Sinta.


" Mau ke Bandung." jawab Dito.


" Bandung?" kata Sinta terkejut." Aku tidak membawa bekal dan cemilan, kalau nanti disana lapar gimana?" panik Sinta.


" Kita gak usah makan." jawab Dito dengan santainya.


Sinta menajamkan matanya ke arah Dito.


" Ish, kamu ya. Ngeledek aja kerjaannya." canda Sinta yang langsung menggelitik pinggang Dito.


" Iya, iya sudah cukup." kata Dito yang tak sanggup menahan gelitik dari Sinta.


" Baik, baik akan aku traktir. Kan aku yang ngajak jalan." kata Dito mengalah.


" Hmmmm."


Perjalanan yang cukup jauh dan membuat lelah. Tetapi karena mereka selalu bercanda ria maka tidak terasa kalau mobil nya sudah sampai. Mereka sampai di sebuah restoran mewah di Bandung.


Dito memarkir mobilnya di area parkir khusus mobil.


Sinta keluar dari mobil bak seorang tuan putri yang baru turun dari kereta kencana.


Sinta menggapai tangan Dito," Terima kasih pangeranku!" kata Sinta yang langsung menggandeng tangan Dito.


Kemudian mereka berdua langsung masuk menuju restoran. Di depan sudah ada dua security yang menjaga pintu.


Mereka menundukkan kepalanya, menandakan ucapan selamat datang.


" Dit, kenapa dekorasi nya mirip dengan kafe milikmu?" tanya Sinta yang melihat dekorasi sekeliling restoran.


" Ah, masa?" kata Dito.


" Iya." sahut Sinta.


Tiba-tiba datang seorang pelayan yang menghampiri mereka berdua.


" Silakan Tuan Dito." kata pelayan yang menghampiri mereka.

__ADS_1


" Mereka sudah mengenal namamu?" tanya Sinta berbisik.


" Iya."


Lalu pelayan membawa mereka ke dalam ruangan VIP.


" Apa kau sudah merencanakan ini sebelumnya?" tebak Sinta.


" Iya."


"Dan jangan bilang restoran ini juga milikmu?" tebakan Sinta.


" Iya."


" Kenapa kamu hanya jawab iya, iya terus si!" kesal Sinta.


" Memang iya, " kata Dito sambil tersenyum.


" Udah duduk, jangan nanya mulu." kata Dito yang menggeser bangku untuk Sinta duduki.


" Baik, Tuan!" canda Sinta.


" Kau ingin makan apa?" tanya Dito.


" Tak usah kau tanyakan, dulu aku memesan apa di kafe mu lalu kau bawakan apa!" kesal Sinta dengan wajah cemberut.


" Jangan cemberut gitu dong, kan gak cantik kelihatan nya. " ledek Dito sambil mencolek dagu Sinta


" Ih, kamu mulai genit ya!"


Saat Sinta ingin menyentuh pinggang Dito, lalu Dito langsung menghindar.


" Sudah, cukup. Aku akan memesan makanan. Kau tunggu disini." kata Dito yang langsung keluar ruangan.


Sinta pun langsung mengambil ponselnya dan memasukan setiap sudut ruangan ke kamera ponselnya.


-


-

__ADS_1


Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar mu.


__ADS_2