CINTA SMA

CINTA SMA
Kecemburuan Dito


__ADS_3

Dito langsung menuju rumah nya, dia tahu kalau sepupunya Mira pasti berbohong agar dia cemburu.


Dito pun langsung menelpon Sinta tentang perkataan Rio yang tadi dia ucapkan.


" Berdering..."


Terlihat tulisan di layar ponsel milik Dito.


Sinta belum menjawab panggilan dari Dito. Dito semakin cemas, apakah Sinta sedang berbohong. Atau sepupunya Mira yang telah berbohong.


Berkali-kali Dito mencoba menghubungi Sinta, namun belum juga di jawab.


Akhirnya dia positif thinking kepada Sinta, dia tidak ingin hubungan nya terganggu oleh orang baru yang saja Sinta kenal.


RUMAH SINTA


Malam pun tiba, Sinta sedang membantu mamanya membuat pesanan kue. Sejak pulang dari magang, Sinta belum melihat ponsel miliknya.


Selesai Sinta membantu mamanya membuat pesanan kue bolu untuk tetangganya. Dia langsung menuju ke kamarnya. Sinta merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Dia belum kepikiran untuk memegang ponselnya yang di letakkan di atas meja. Matanya pun terpejam dan mulai lelap di keheningan malam.


****


Matahari sudah nampak dari ufuk timur, cahaya nya menembus sisi-sisi korden di kamar Sinta.


Sinta sudah rapi dan siap-siap untuk lari pagi berkeliling daerah rumahnya. Di dekat rumah Sinta ada taman kecil yang biasa di kerumuni oleh masyarakat sekitar.


" Ma, Sinta lari pagi dulu ya!" ucap Sinta yang meminta ijin ke pada mamanya.


" Iya, " jawab mama Sinta dari arah dapur.


Sinta memakai stelan baju panjang berwarna hitam dan celana training berwarna biru juga dengan balutan hijab berwarna hitam.


Sinta berlari melewati rumah Fadli, di lihatnya Fadli sedang menyiram tanaman mamanya.


" Hey, Fad!" sapa Sinta.

__ADS_1


" Hey, pagi-pagi uda berkeliaran." kata Fadli meledek.


" Ish, " kata Sinta yang langsung berlari kecil ke arah depan.


" Sin, " panggil Fadli.


" Apa!" jawab Sinta.


" Semalam...!" kata Fadli yang menghentikan perkataanya.


" Semalam kenapa?" tanya Sinta yang langsung menghampiri Fadli.


" Semalam Dito menanyakan padaku soal kau di cium oleh sepupunya Mira." gumam Fadli dalam hatinya.


" Enggak, aku cuma mau kasih tahu semalam Dito menelpon ku menanyakan soal magang mu." kata Fadli.


" Ada apa dengan magangku?" tanya Sinta.


" Apakah sudah selesai?" tanya Fadli yang sedikit gugup.


" Sudah, memang kenapa?" tanya Sinta.


" Iya, aku sudah tahu." kata Sinta.


" Oh, ya sudah."


" Ish, udah jangan panggil aku lagi." kesal Sinta.


Sinta langsung melanjutkan langkahnya ke arah taman.


" Untung aja aku gak keceplosan." gumam Fadli sambil melihat Sinta yang berlari kecil ke arah taman.


" Kalian berdua membuat aku pusing aja."


Sinta pun selesai berolahraga, dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Sinta belum mengecek ponselnya yang dia letakkan di atas meja.

__ADS_1


Selesai mandi, Sinta langsung mengambil ponselnya.


Diusap layar ponsel dan memasukkan kata kunci untuk membukanya.


" Nit, nit..." bunyi ponsel Sinta dengan baterai yang lowbat. Tiba-tiba ponselnya mati dan Sinta belum sempat membaca pesan yang masuk di layar ponselnya.


" Sin, Sinta..." panggil mama Sinta yang sudah rapi ingin pergi ke toko kue.


" Iya, Ma!" jawab Sinta.


" Mama mau ke toko, kamu di rumah kan?" tanya mama Sinta.


" Nanti aku akan pergi, Ma!" sahut Sinta.


"Tok, tok, tok.." terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.


" Itu sepertinya Dito." kata Sinta yang langsung menuju pintu.


" Dito, kau sudah rapi sekali." kata Sinta yang memuji penampilan Dito.


" Nak Dito, " sapa mama Sinta.


Lalu Dito langsung mencium tangan mama Sinta.


" Kamu mau jalan sama Sinta?" tanya mama Sinta.


" Iya, Tante. Sekalian aku mau pamit untuk mengajak Sinta." kata Dito.


" Iya, Tante juga mau jalan ke toko." kata mama Sinta.


" Sinta, mama jalan dulu ya!" kata mama Sinta.


" Iya, Ma." jawab Sinta yang langsung mencium tangan mamanya.


-


-

__ADS_1


Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentarmu.


__ADS_2