CINTA SMA

CINTA SMA
Surprise Dito


__ADS_3

Liburan semester kenaikan kelas pun tiba. Saat ini Sinta naik ke kelas 12. Sinta mendapatkan peringkat pertama, setelah sekian lama dia berharap menjadi murid terpandai.


Karena Sinta selalu belajar bareng dengan Dito lewat video call. Dito selalu menjadi guru Sinta di waktu malam hari. Hari-hari nya setiap malam hanya berkutat dengan buku. Karena dia tidak ingin terus di gombalin oleh Dito. Jadi dia alihkan untuk belajar, saat Dito menghubungi nya. Karena kalau Dito terus menggombal, maka rasa kangen nya semakin berat. Lebih berat dari rumus matematika.


" Sin, liburan kamu mau kemana?" tanya Wahyuningsih yang sudah di rumah Sinta. Kebetulan Wahyuningsih sekalian ingin jalan sama Fadli.


" Aku jaga toko aja." kata Sinta dengan lesu.


"Tok, tok, tok.." suara pintu terdengar ada yang mengetuk.


" Fadli tuh datang, " kata Sinta yang asyik menonton acara film kartun kesukaannya yaitu robot berbentuk kucing berwarna biru, dan mempunyai kantong ajaib yang bisa digunakan saat keadaan lagi darurat.


Lalu Wahyuningsih bangun dan membukakan pintu.


"Andai aja aku punya kantong ajaib, pasti uda nyusul ke Inggris." gumam Sinta.


" Aku uda sampai disini, kamu gak perlu ke Inggris." ucap tamu yang baru saja mengetuk pintu.


" Dito.." ucap Sinta yang menoleh ke arah laki-laki yang berdiri di depan pintu.


" Nih pangeran nya udah datang." ledek Wahyuningsih, " Duduk Dit."


Lalu Dito duduk di sudut bangku, dan terus memandangi Sinta.


" Eits, matanya bisa di jaga gak?" sindir Wahyuningsih yang menepuk tangan nya di depan wajah Dito.


Lalu Dito tertunduk malu, Sinta langsung ke dapur membuatkan minuman.

__ADS_1


" Kok kamu gak bilang mau kesini?" tanya Wahyuningsih yang sudah duduk di sebelah Dito.


" Aku hanya ingin bikin kejutan, " jawab Dito.


" Dan kamu masih mau kepo sama urusan mereka?" tegur Fadli yang sudah berdiri di depan pintu.


" Eh Fadli, " kata Wahyuningsih sambil tertawa meringis.


" Hello bro, apa kabar?" sapa Fadli yang menghampiri Dito lalu memeluknya.


" Baik, " jawab Dito, " Terima kasih kau telah menjaga bidadari ku." kata Dito berbisik.


" Oh gak masalah bro, " jawab Fadli.


" Terima kasih Ning, kamu sudah membantuku. Dan tidak cemburu kepada Sinta." ucap Dito.


" Apanya yang mahal?" tanya Sinta yang membawa nampan berisi tiga cangkir teh.


" Eh, ada orang nya." kata Wahyuningsih, " Enggak, aku cuma bahas Dito bawa oleh-oleh yang mahal dari Inggris. " kata Wahyuningsih yang menunjukkan gantungan kunci.


" Huft, gantungan kunci aja make kamu beli. Buat apaan Dit, kan masih banyak barang yang berguna." kata Sinta.


Padahal gantungan kunci itu memang punya Dito, untuk menggantung kunci mobilnya.


Dito hanya tersenyum mendengar celoteh Sinta.


" Dit, aku mau jalan dulu ya. " kata Fadli yang sudah bangun dari duduknya.

__ADS_1


" Kalian mau kemana?" tanya Sinta.


" Aku mau ngedate lah, masa kamu aja." cibir Wahyuningsih.


Sinta langsung melirik ke arah Dito dengan wajah yang tersipu malu.


" Kita, jalan ya..!" pamit Wahyuningsih sambil cipika-cipiki dengan Sinta.


Di ruang tamu hanya ada mereka berdua, ayah dan mama Sinta sedang di toko kue. Sedangkan Pasha main kerumah temannya untuk main FF bareng.


" Sin, aku akan mengajakmu ke Yogyakarta." kata Dito, " Sekalian aku ingin mengunjungi toko kue kamu disana." ucap Dito.


" Kapan?" jawab Sinta dengan semangat.


" Nanti sore." jawab Dito.


" Hah, kamu tuh selalu aja ngajak dadakan." gumam Sinta.


" Karena waktu ku gak banyak disini. Lagi pula kamu sudah libur sekolah?" tanya Dito.


" Iya, nanti sore aku akan balik lagi menjemput mu. Sekarang aku akan ke toko kue untuk minta ijin kepada ke dua orang tuamu." ujar Dito.


" Iya, " jawab Sinta.


Dito pun pamit, dan melajukan motornya menuju toko kue.


-

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2