
" Dit, Sinta kok dari tadi ngelamun aja. Ada apa sih sama dia?" tanya Puput menyelidik.
" Hmmm, aku gak tahu." jawab Dito sambil menaruh ikan di panggangan.
" Kamu gak nyamperin dia?" tanya Wahyuningsih.
" Seperti nya dia lagi pengen nikmatin suasana pantai." sahut Dito, padahal Dito ingin membuatkan menu spesial untuk Sinta.
" Dit, Terry mau kesini. Kita buat kejutan untuk Sinta." ucap Wahyuningsih memberi ide.
" Oh iya, " ucap Dito, " Ya udah, itu urusan kalian. Aku mohon temani Sinta dulu ya. Karena besok aku ada urusan penting." kata Dito.
" Oke bos." jawab Puput.
RIO
Siang hari saat dia sudah sampai di kantor.
" Sial, rupanya D&S Corporate itu punya Dito. Dia memblokir semua asetku, dan menghentikan sahamnya." umpat Rio yang kesal saat tahu kalau perusahaan yang selama ini bekerjasama dengannya adalah kepunyaan Dito.
Kemudian Rio mendapatkan laporan dari bawahannya, kalau para klien menghentikan kerja sama. Karena ditemukan kecurangan dalam berbisnis. Rio pun mengamuk di ruangannya.
" Kenapa aku harus tergila-gila pada gadis SMA itu. Hingga membuat aku kehilangan semua nya." kesal Rio yang memukul-mukul dinding. Wajahnya terlihat sangat frustasi. Ternyata pengaruh Dito dalam berbisnis sangat lah besar.
Padahal umurnya masih sangat muda jika dibandingkan dengan nya. Tapi dia kalah cerdas dengan Dito.
" Sial nasibku, karena menuruti rencana Mira. Aku jadi terjebak dan hancur semua usaha yang aku rintis selama ini."
" Panggilan masuk..."
__ADS_1
Rio pun menerima panggilan masuk dari ponsel nya.
" Siapa ini?" ucap Rio yang bingung dengan panggilan masuk, karena nomornya tidak dikenal. Rio pun menjawab nya, " Halo, dengan Rio disini, anda siapa?"
" Aku Dito, gimana apakah sudah kamu cek ke kantormu?" tanya Dito dengan suara tegas.
" Sial, kenapa aku harus mengenalmu. Kau licik." umpat Rio.
" Itu balasanku, karena kau telah mengganggu milikku. Tempo hari sudah aku peringatkan, tapi kau tidak juga takut." ucap Dito dengan senyum sinis.
" Aku pikir kau orang baik, lugu, polos. Kalau Sinta tahu, dia pasti akan marah melihat pacarnya bermain licik." kata Rio dengan nada emosi.
" Tidak usah mengajariku, kau sama licik dengan Mira. Belajarlah dari Mira dan tanya padanya bagaimana dia aku permalukan." kata Dito.
" Tut, tut, tut..." Sambungan telepon nya pun terputus.
" Halo, halo.. Kurang ajar.." kesal Rio langsung membanting handphonenya.
MALAM DI PANTAI
" Hey Put, Ning." panggil Terry yang sudah tiba di villa.
" Ter, kamu bisa nyetir mobil?" tanya Wahyuningsih yang melihat Terry turun dari mobilnya sendiri.
" He.. em.." jawab Terry sambil mengangguk.
" Wah enak nih, besok kita bisa jalan-jalan. " Kata Wahyuningsih sambil memeluk Terry
" Sinta mana?" tanya Terry sambil kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
" Noh, di pinggir pantai." jawab Puput sambil menunjukkan jari telunjuk nya.
" Kok dia sendirian di sana?" tanya Terry, " Dit, kamu gak nemenin dia?" tanya Terry pada Dito.
" Katanya dia ingin sendiri dulu menikmati suasana pantai." ucap Dito yang memang diminta Sinta untuk tidak menemaninya dulu.
" Oh ya udah, sekarang kita bertiga jalan pelan-pelan yuk. " kata Terry yang mulai mengatur strategi untuk memberi kejutan pada Sinta.
Mereka melangkah kan kaki menuju tempat Sinta duduk di pinggir pantai.
" Satu, dua ti.." bisik Terry memberi aba-aba.
" Tebak aku sama siapa?" tanya Puput sembari menutup kedua mata Sinta dengan tangan nya.
" Iya kamu sama Ning lah, memang sama siapa lagi." kata Sinta dengan nada santai.
" Sekarang kamu kenal gak sama suaraku?" tiba-tiba Terry memberikan tebakan.
" Siapa ya...?" ucap Sinta mengingat-ingat, " Seperti nya aku kenal, kalau Terry gak munykan dia di Bandung..!!!" ucap Sinta sambil berpikir.
" Ayo siapa?" tanya Terry lagi.
" Ah .." ucap Sinta yang langsung membuka tangan Puput.
" Terry....." teriak Sinta yang langsung memeluk Terry.
-
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan vote serta komen ya👍