
" Sial, kenapa gadis itu selalu tahu tentang keberadaan ku!" Kesal Rio yang sedang mengendarai mobil sedannya.
Gadis yang di maksud Rio adalah Puput. Rio begitu kesal dengan sikap Puput yang sok jagoan.
" Kalau saja dia laki-laki, pasti akan aku..." umpatan Rio terhenti saat ada panggilan masuk di ponselnya.
Dia mengusap layar ponselnya dan menjawab panggilan masuk.
" Halo, "
" Halo, Rio."
" Ada apa Mir?"
" Laporan ku sudah selesai belum?"
" Mana ku tahu, kau tanya saja sama mentormu." Kata Rio dengan suara yang keaal
" Ih, aku gak punya mentor. "
" Kamu jangan manja, aku sedang sibuk."
Lalu Rio menutup sambungan telepon seluler nya.
" Selalu saja merepotkan." Gumam Rio.
Sayangnya Rio tidak punya nomor ponsel milik Sinta. Kalau saja dia punya pasti sudah ribuan kali pesan WhatsApp akan dikirimnya.
Entah kenapa Rio sungguh sangat tergila-gila dengan Sinta.
RUMAH SINTA
" Ning, kamu gak apa-apa kan?" kata Sinta melalui sambungan telpon seluler nya.
" Iya, aku gak apa-apa. Memang kenapa Sin?" Tanya Wahyuningsih yang bingung dengan pertanyaan Sinta.
" Aku gak enak aja tadi, "
" Gak enak kenapa?" tanya Wahyuningsih.
" Soal Fadli, harusnya dia kan menjemput mu."
__ADS_1
" Oh soal Fadli, dia uda ngejelasin semuanya kok. Lagi pula dia harus belajar bertanggung jawab dari sekarang."
" Terima kasih kamu uda memahami Fadli."
" Lagipula kamu kan temenku, gak mungkin lah aku berpikir yang enggak-enggak."
" Iya, aku harap kamu selalu menjaga kepercayaan pada Fadli. "
" Iya, oh iya Sin... " kata Wahyuningsih yang berhenti sebentar.
" Ada apa?" Tanya Sinta.
" Tadi Rio datang ke sekolah." Kata Wahyuningsih menjelaskan.
" Mau apa dia?" tanya Sinta.
" Yang pasti ingin mencarimu, untung aja kamu uda jalan sama Fadli."
" Iya, tadi aku juga liat mobil Rio." ucap Sinta.
" Oh kamu juga liat?"
" Iya, cuma aku pura-pura gak liat. Uda males."
" Ih kamu Ning ada-ada aja!"
" Buktinya dia uda datang ke sekolah."
" Iya, sih! "
"Untung tadi Puput ngelabrak dia."
" Oh, jadi Puput juga tahu."
" Justru Puput yang menghadang nya. Dan ngomel-ngomel."
" Pasti Rio akan benci sekali sama Puput. Ups" Kata Sinta yang langsung menutup mulut dengan tangan nya.
" Udah dulu ya, aku mau solat dulu." kata Sinta mengakhiri pembicaraan.
Lalu Sinta menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
__ADS_1
RUMAH DITO
" Dit, " panggil Sulis yang sudah merapikan alat tulis.
" Iya, Kak!" Jawab Dito.
" Sepertinya kamu akan lulus tahun ini, karena nilai-nilai kamu bagus semua." Kata Sulis.
" Dan IQ mu di atas rata-rata pelajar SMA. Apa kamu mau menerima ijazah tahun ini?" Tanya Sulis.
" Kalau memang kakak menilaiku seperti itu, ya sudah! Kakak boleh membuat laporan tentang nilai rapor ku." jawab Dito.
" Baik akan kakak kerjakan, tetapi apa rencana mu setelah ini?" tanya Sulis.
" Aku akan mendaftar kuliah, Kak!" kata Dito.
" Apa kesehatan mamamu sudah membaik?" Tanya Sulis.
" Seperti nya belum, dan mungkin aku akan kuliah disini. " Kata Dito.
" Tidak seperti kakakmu Melly?" kata Sulis.
" Tidak Kak, pastinya aku akan sulit menemui Sinta jika harus kuliah di Inggris." tutur Dito.
" Seperti nya kamu serius dengan Sinta!" kata Sulis menegaskan.
" Iya, dia cinta pertama aku Kak!" Kata Dito.
Sulis pun tersenyum mendengar pengakuan Dito.
Lalu Sulis mulai membuat laporan untuk kelulusan Dito. Dito akan mengikuti ujian tingkat SMA.
Walaupun Dito anak orang berada, tetapi dia giat dan tekun. Tidak bermalas-malasan dan mengandalkan harta orang tua.
Semenjak remaja dia sudah mempunyai beberapa bisnis online dan offline.
Selain kaya, Dito memiliki IQ yang tinggi di atas rata-rata tingkat SMA.
-
-
__ADS_1
Tinggalkan Likenya ya!