
Dinda mengigit kukunya " kenapa kenapa kenapa kenapa? kenapa? kenapa bukan aku? kenapa kenapa kenapa bukan aku? kenapa orang itu kenapa harus perempuan itu? kenapa harus dia kenapa bukan aku? " ucap Dinda semakin menggila
" SEBENARNYA KAMU INI KENAPA! "
" Kenapa? kenapa? aku telah menyingkirkan semua perempuan yang ada di sekitar mu tapi kenapa? kenapa bukan aku? kenapa bukan aku yang kamu cintai? kenapa? " tanya Dinda dengan ekpresi psycho
" SEBENARNYA KAMU INI KENAPA?! "
" KAMU GAK NGERTI!!! " teriak Dinda histeris
" IYA AKU SANGGAT TIDAK MENGERTI! MAKANYA AKU TANYA SEBENAR KAMU INI KENAPA! "
" KAMU TIDAK MENGERTI SEBERAPA BESAR AKU MENCINTAIMU! KAMU TIDAK MENGERTI SEBERAPA BANYAK AKU MENGORBANKAN SESUATU UNTUK MERAIHMU! "
Sontak Dinda terjatuh dengan posisi duduk
" Tapi kenapa? kenapa aku sama sekali masih tidak bisa mendapatkan mu? kenapa kamu tidak pernah membiarkan aku masuk ke dalam hatimu? kenapa? "
Dirga hanya dapat mengalihkan pandangannya
" LIHAT AKU DAN JAWAB AKU DIRGA! "
" Tidak ada yang bisa aku jawab, apa yang kamu lakukan adalah sebuah kesalahan total, aku tidak perduli apa yang kamu lakukan pada aku tapi jangan sampai kamu melukai Sheila! " terik Dirga
" SHEILA SHEILA SHEILA! APA BAGUSNYA SHEILA! "
" Apa bagusnya Sheila? hah...kamu tidak tau? dia seribu...tidak beribu ribu lebih baik dari pada kamu " ucap Dirga
Dinda menangis terseduh seduh Dirga berdiri didepan Dinda tanpa ekpresi dan berbalik meningalkan Dinda
" DIRGA! DIRGA! DIRGA!!! " teriak Dinda
" Kenapa? kenapa? kenapa? padahal aku yang selalu ada disamping mu padahal aku yang sudah menyingkirkan hama hama disamping mu tapi kenapa? kenapa kamu tidak pernah menggenggam tanganku lagi? " ucap Dinda terisak isak
DI PERJALANAN
Dirga menacap gas dengan segera pergi ke lokasi pernikahan mereka Dirga terus menerus mengecek jam di handphone nya
" 30 Menit lagi " ucap Dirga mengacak acak rambutnya
Dirga menacap gas semakin cepat melebihi kecepatan normal melewati beberapa rambu lalu lintas
" Sedikit lagi! " teriak Dirga ketika Dirga membuka sen belok ke kiri tiba tiba saja ia mengerem mobilnya dengan cepat
" APA APAAN INI! " teriak Dirga melihat kemacetan yang panjang didepannya
" Kenapa harus disaat saat begini??? "
__ADS_1
Kemudian Dirga membuka kaca mobilnya bertanya kepada anak kecil yang menawarkan koran padanya
Dirga memberikan uang senilai 20 ribu kepada anak kecil tersebut " Didepan sana ada apa dek? " tanya Dirga
" Ada truk ayam yang jatuh bang, telur sama ayamnya jadi berhamburan jadi mau dibersihin dulu sama pihak mereka " ucap anak kecil bertopi tersebut kemudian pergi meninggalkan Dirga
" Sumpah aku gak akan suka ayam lagi " umpat Dirga
Disisi lain
Sheila yang sudah berpakaian gaun pernikahan dengan rapi menunggu di ruang rias sambil terus menerus menatap jam dinding " Kenapa masih belum datang?? " gumam Sheila
" Kenapa Dirga masih belum datang? tinggal 10 menit lagi loh! " ucap bu Mita mencoba menghubungi Dirga
" Mungkin ada kendala mah kita sabar aja dulu " ucap Sheila mencoba meyakinkan ibu mertuanya
Bu Mita tersenyum tipis " Kamu menyuruh aku sabar tapi lihat mukamu tergambar jelas kekhawatiran kamu "
" Ah!....Sheila cuman gugup aja maa " ucap Sheila menundukkan kepalanya
" Wajar bagi para pengantin ketika calonnya sampai sekarang entah kemana tanpa kabar sedikitpun "
Katika situasi telah ditangani para pengendara mulai menyalakan kendaraan mereka dan mulai berkendara kembali
Dirga memencet mencet klakson nya berulang ulang kali
" Ck....3 menit lagi! " teriak Dirga mengacak ngacak rambutnya
" Kenapa belum di mulai juga? " tanya seorang tamu undangan
" Ada sedikit masalah tunggu sebentar ya " ucap pak Dito kemudian masuk ke dalam ruangan istirahat
" KENAPA ANAK ITU MASIH BELUM DATANG DATANG JUGA! " teriak pak Dito
" Tenang sayang nanti kedengaran sama orang lain gimana? " ucap bu Mita
Drap drap drap drap sesampainya di parkiran Dirga berlari menuju ruang istirahat dengan cepat, prhang! Dirga mendorong pintu tepat disaat pak Dito mengomel ngomel
Semua mata di ruangan sana tertuju kepada Dirga pak Dito berjalan mendekat ke arah Dirga dan Buk! pak Dito memukul kepalanya Dirga
" Ackh sakit pahhh " teriak Dirga
" Dasar anak nakal! kemana aja kamu! "
" Dirga ada urusan pah penting banget nanti Dirga jelasin ceritanya " ucap Dirga pergi memperbaiki rambutnya
" Udah masalah lain tunggu nanti aja untuk sekarang ayo cepat acaranya sudah telat 5 menit! " ucap bu Elsa kemudian di jawab dengan anggukan kepala oleh semua orang yang ada disana
__ADS_1
Semua orang dengan cepat bergegas memulai acara nya, ketika pembawa acara mempersilahkan mempelai wanita masuk sebuah pintu terbuka terlihat dengan jelas Sheila yang sedang merangkulkan tangannya di lengan pak Anton
Para hadirin yang berada disana bertepuk tangan dengan meriahnya " Anak papa jangan gugup " bisik pak Anton cece
" Aku gak gugup kok! " Sheila tampak tersenyum senyum malu
Mereka mulai berjalan masuk menginjak lantai berwarna putih tinggi dengan begitu banyak hiasan bunga di atasnya desain clasic yang terlihat megah membuat mereka menjadi lebih sempurna ketika berjalan disana
( Kurang lebih tampak nya seperti dibawah ini! β¬β¬β¬β¬ππππ )
Pak Anton dan Sheila berjalan dengan pelan melewati para hadirin dan beberapa wartawan terpercaya yang diundang langsung oleh mereka
" Baru aja kemarin papa ngelihat anak papa lahir sekarang papa harus mengantar anak kesayangan papa ke altar pernikahan nya " ucap pak Anton menggengam tangan anak kesayangannya itu
Tangan Sheila bergemetar tak kuasa menahan tangis nya
" Nanti kalau kamu uda jadi seorang istri kamu harus dengerin kata suami kamu ga boleh keras kepala lagi, karna kamu itu bukan tinggal sama papa mama kamu "
" Papa harap suami kamu nanti bisa mengerti akan dirimu papa juga sangat berharap kamu akan selalu di manja, dirayu dibujui ketika sedang marah dan di perhatikan setiap waktu
Jika semua tidak berjalan dengan lancar sesuai keinginan kamu, kamu harus ingat ini sampai kapanpun Sheila juga tetap anak papa sama mama kamu selalu punya rumah untuk pulang dipelukan kami "
Sheila hanya diam memperhatikan ayahnya dengan mata yang sudah berlinang air
sesampainya di altar upacara pernikahan mereka pak Anton melepas rangkulan tangan Sheila
Pak Anton memegang tangan Sheila dan memberikannya kepada Dirga " Jaga anak saya, kami sebagai orang tua tidak pernah membuat dia menangis jadi saya tidak ingin kamu membuat anak saya menangis! " ucap pak Anton dengan tegas
Dirga sontak tersenyum " Pasti saya lakukan ayah mertua " ucap Dirga dengan penuh keyakinan
Ketika pak Anton hendak berjalan menuruni podium Sheila berlari pelan ke arah pak Anton dan memeluknya sambil menangis
Pak Anton berbalik menatap Sheila dan menghapus air matanya menggunakan sapu tangan yang berada di sakunya
" Dasar anak papa kok nangis sih "ucap pak Anton yang ikut menahan air mata
" Sheila sayang sama papa Sheila juga sayang sama mama " ucap sheila memeluk pak Anton dengan erat
.
.
.
BERSAMBUNG π»
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHORπ»
JAGA KESEHATANYA YAπ