
" Junior ya? " tanya Andy sok ramah dengan tujuan agar mereka segera pergi
" Iya kak baru tingkat 1 " jawab perempuan tersebut
" Oh, good luck ujiannya " ucap Andy kemudian fokus pada handphone nya, mengira bahwa perempuan yang merupakan adik tingkat nya akan pergi
perempuan tersebut malah masih berdiri di depan Andy
Andy tersenyum menatap mereka " Kenapa ya? " tanya Andy
Perempuan perempuan disana merogoh koceknya
" Minta nomor kakak dong! " teriak perempuan berambut pirang tersebut
" A..aku mau minta nomor kak Dirga " ucap salah satu dari mereka
" Oh...buat apa? "
" A...aku bisa nanya tugas yang aku gak tau ke kakak,k..kalau bisa juga aku ingin lebih dekat sama kakak " jawab perempuan yang meminta nomor Andy tersebut
" Beb!! " teriak Mia dengan kencang di belakang mereka
Andy sontak terkejut dengan teriakan Mia, sebab Mia hanya memangil nama pangilan kesayang mereka ketika berada di luar
Mia berjalan ke arah Andy dengan kaki yang dihentak hentakan bagaikan anak kecil
" Hai bae " pangil Andy merangkul Mia didepan kedua perempuan tersebut
" Kamu ngapain? "
" Ini ada yang minta nomorku " jawab Andy dengan santai
Mia menatap kedua perempuan tersebut dan menarik nafasnya dengan panjang
" Hmmmm, tapi Mia gak suka kalau nomor kamu diminta sama orang lain, jadi jangan kasih nomor mu ke orang lain!~ " ucap Mia dengan gaya aegyo
*Aegyo \= dalam bahasa Korea mengacu pada tampilan imut yang kerap kali diungkapkan termasuk tetapi tidak terbatas pada suara imut / bayi, ekspresi wajah, dan gerak tubuh.
" Aa...maaf kakak siapa? "
Mia memukul pundak Andy dengan pelan
" Oppa! ini makanya orang bilang kalau uda punya pacar, pacarnya harus di kenalin biar ga ada yang minta minta kayak gini " ucap Mia menunjuk kedua perempuan tersebut dengan gaya aegyo nya lagi
Mia merangkulkan tangan nya di leher Andy
" Kasih tau mereka! "
" Ah ini pacarku "
" Kurang keras Mia gak dengar! "
" Ini pacarku! cantik kan? pasti! " teriak Andy
Mia menatap ke-dua perempuan tersebut dengan tatapan tajam " Jadi...jangan ganggu oppaku lagi "
Perempuan yang meminta nomor Andy tersebut langsung menciut mengetahui bahwa Andy sudah mempunyai pacar
__ADS_1
" Lalu kak...nomor kak Dirga nya? " ucap salah satu perempuan
" Buat apa? " tanya Dirga
" Kan Dirga belum punya pacarkan? saya dari awal pas ketemu dia uda langsung jatuh hati kak...pas kak Dirga dikabarin koma juga saya langsung ikut sedih bahkan saya langsung gak nafsu makan, jadi saya mau minta nomornya buat nanya-nanya kabar " ucap perempuan tersebut dengan panjang lebar
Mia menganggukan kepalanya " Ahh kalau dengar kabar ini si lebih sakit lagi "
" Dia uda Ber.Tuna.Ngan~ " ucap Mia memeluk Andy dengan gaya aegyo
Mereka yang mendengar nya langsung cepat cepat pergi dari sana
" Eaahh, aku baru tau kamu bisa begitu, gimana caranya " tanya Andy tertawa melihat sikap aegyo Mia tadi
" Gimana gimana aku hebat kan " ucap Mia,melompat kecil membanggakan dirinya
" Hebat banget "
" Hmp semalam kan aku nonton drakor " ucap Mia mengipas rambutnya
Andy mengacak ngacak rambut Mia " Umm kamu bukanya belajar malah nonton drakor "
" Aaa aku uda gak bisa kepalaku uda penuh, jurusan kedokteran emang susah banget " rengek Mia
Andy memegang tangan Mia yang akhirnya membuat mereka berpegangan tangan
" Ayo jalan " ajak Andy
" Ahh oppa! tangan Mia sakit, oppa mau kan bawain tas Mia! " ucap Mia menunjukan sikap aegyo nya lagi sambil menempel nempel kan pipinya
Andy merangkul leher Mia " Aghh gila bikin kesal aja, bisa bisanya kamu ya "
" Jangan sembarangan menunjukan sikap imut mu ke orang lain! " protes Andy mengambil tas Mia
Mia ter seringai " Kalau ginu dari dulu aku nonton drakornya kan gak sia sia belajar aegyo~ " ucap Mia dan kemudian bersenandung bahagia melewati Andy
SKIP~
Dirga sampai didepan cafe Sheila kemudian ia memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke dalam cafe
Sheila menyambut Dirga di bagian kasir dengan senyuman nya yang indah
Dirga ikut tersenyum melambaikan tangannya pada Sheila
Ketika Dirga berjalan ke arah Sheila melewati beberapa cowok yang masih berseragam SMA, terdengar bisikan bisikan mereka tentang Sheila
" Kan uda aku bilang dia cantik banget apalagi kalau senyum kayak gitu "
" Coba minta nomornya! "
" Goda aja dulu siapa tau dapat! "
ucap mereka semua disana, Dirga menatap mereka yang duduk berempat dengan tajam
mereka yang merasakan hawa dingin tersebut langsung merasakan menatap Dirga dan terkejut
" Kalian yang xxxx kalian masih kecil berani beraninya menatap punyaku! mau ku hancurkan xxxx mu lalu ku xxxx kan hah! " tanya Dirga dengan tatapan membunuh
__ADS_1
" Hiyyy! " teriak salah satu mereka dan bergegas pergi
Dirga menatap mereka yang berberes beres kemudian pergi dari cafe Sheila
" Kamu ngapain pelanggan ku jadi pergi kan! " ocehan Sheila
" Hm "
" Lain kali gak boleh gitu lagi! "
" Hm " jawab Dirga dengan singkat dan padat
Mimik wajah Sheila yang tadinya tersenyum berubah drastis " Ini nih datang lagi sifatnya, dasar tukang ngambek! " ucap Sheila dalam hati
" Ayo pulang! " ajak Sheila
Dirga mengecek handphone nya " Aku harus mampir ke perusahaan dulu "
" Kalau gitu ayo! " teriak Sheila ikut kesal
Dirga menyiritkan alisnya " Kamu kenapa? " tanya Dirga
" Gak! gapapa! " Sheila berjalan masuk ke dalam dapur berjalan ke pintu yang terdapat di pojokan sana mengambil tas dan jaketnya yang di ikuti oleh Dirga
" Itu ruangan apa? " tanya Dirga karena baru pertama kali melihatnya
" Kantor bos lah~ " ucap Sheila dengan bangga
Dirga melihat lihat ke kanan dan ke kiri
" Berapa banyak ruangan disini? "
" Di sini ruangan nya gak banyak, kalau dari luar kamu masuk ke dalam bakal ke ketemu sama dapur, samping kiri kanan nya ada dua pintu, pintu itu kamar ganti, sengaja aku pisahkan bersebrangan
Habis itu pas masuk lagi ke dalam di pojok kanan ada dua pintu, pintu pertama itu kantor bos, pintu kedua itu gudang depannya gudang itu ada ruang pendinginan, aku naruh disana soalnya struktur pembangun ruangannya susah jadi lebih pas disana " ucap Sheila panjang lebar
" Lalu wc nya dimana? " tanya Dirga
" Nah kalau wcnya di tempat lain lagi, kamu masuk ke dalam cafe terus ke pojokkkk kiri lalu liat ke depan ada WC disana tapi wcnya disudut banget trs aku bikin agak dalam jadi kayak ada dinding pembantas biar gak dilihat sama pelanggan "
" Kenapa gak mau didalam aja? bukannya itu memboros tempat? " tanya Dirga
" Kalau di dalam sana kan ada dapur, nanti kalau baunya kecium gimana? habis itu nanti para koki gak nyaman juga sama orang-orang yang keluar masuk, gak konsen dong masaknya "
" Sebenarnya kamu bikin cafe atau restoran si? cafe tempat lain aja gak sedetail ini " ucap Dirga mengusap rambut Sheila
" Hmmm sebenarnya dulu aku mau ngebangun restoran tapi karna aku dulunya beg* aku beli tempat yang kecil terus ku acak acak desainnya jadi kayak gini ehee " ucap Sheila tertawa canggung
.
.
.
BERSAMBUNG 🌻
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻
__ADS_1
JAGA KESEHATANYA YA💜