
" Kring...kring..."
Dito menelpon Sinta, dan belum juga di jawab. Untuk ketiga kalinya, Sinta baru mengangkat telepon nya.
" *Halo, assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam."
" Ada apa?"
" Aku kangen kamu..!"
" Gombal.."
" Aku gak lagi ngegombal, "
" Kamu sudah mulai masuk kuliah?"
" Baru pengenalan, dan kamu gak kangen sama aku?"
" Aku, males kangen sama kamu..!!"
" Kenapa?"
" Males aja."
" Sin, kamu masih di ganggu sama Rio dan Mira?"
" Kalau sudah tahu jawabannya gak usah nanya."
" Iya, aku nyerah deh. Maafkan aku."
" Kamu gak usah bahas mereka saat sedang menghubungi ku."
" Baik, Cantik.."
" Gak usah ngerayu."
" Kan kamu emang cantik."
" Kamu udah makan?"
" Aku belum mandi."
" Kok jawaban kamu beda dari pertanyaan ku."
" Aku memang belum mandi. Kalau mau nanyain makan, belum waktunya."
" Memang disana jam berapa?"
" Siang menjelang sore."
" Oh, kamu terlalu malam menghubungi ku."
__ADS_1
" Maaf, aku baru sempat."
" Iya, aku tahu. Kamu sangat sibuk."
" Jangan pernah bersedih untuk aku."
" Idih geeer."
" Aku serius, aku cuma ingin kamu tertawa."
" Ha..ha..ha.."
" Ih jangan kayak kuntilanak, di sana kan udah malam."
" Kata nya aku harus ketawa."
" Senyum aja."
" Ah, gak keliatan sama kamu.", " Oh iya, bagaimana kuliah di sana?"
" Gak bagaimana-bagaimana."
" Ih aku mau tahu pelajaran kuliah, "
" Nanti kamu juga ngerasain."
" Tapi setahun lagi."
" Sabar, kalo aku lulus duluan kan gak ketahuan kalau kita seumuran."
" Jadi kalau aku ngelamar kamu, tahunya kamu itu adik kelas aku*."
" *Ih, curang..!!" , " Aku gak mau nikah muda."
" Siapa yang mau ngelamar kamu sekarang, geer!"
" Ih kamu ngatain aku geer."
" Iya, iya.. Liburan musim panas aku akan kembali ke sana."
" Apa gak kecepatan?"
" Demi kamu."
" Ih kamu, jangan terlalu banyak ngeluarin biaya cuma buat aku."
" Kalau aku kangen, gak akan ada yang bisa ngalangin aku."
" Iya, aku tahu."
" Iya udah, kamu lanjutin tidur ya. Jangan lupa mimpiin aku."
" Enggak ah, "
__ADS_1
" Lho,,!!"
" Males ngangenin kamu."
" Iya udah, kamu tidur dan mimpi indah. Assalamualaikum."
" Wa'alaikumsalam*."
Mereka pun mengakhiri pembicaraan via telepon.
DITO
" Kamu udah rapi?" tanya Melly yang berdiri di depan pintu.
" Mau kemana kak?" tanya Dito yang bingung melihat Melly berpakaian dress bling-bling berwarna hitam.
" Kan tadi kakak ngajakin kamu ke rumah teman kakak." rajuk Melly.
" Aku males." jawab Dito.
" Kakak lagi gak konsen bawa mobil, nanti kalau kakak kenapa-kenapa gimana?" kata Melly mengancam.
" Apa uda bilang mama?" tanya Dito.
" Mama lagi ke rumah temennya." jawab Melly, " Udah cepat." kata Melly yang menarik lengan Dito dan memberikan nya handuk.
" Udah mandi sana..!" perintah Melly.
Dito pun langsung menuju kamar mandi.
Melly menunggu Dito yang sedang mandi, dia menghubungi temannya.
" Gimana Mel? Adek kamu mau ikut ke pesta ulang tahun ku?" tanya Salsa teman seangkatannya.
" Aku paksa untuk mandi." jawab Melly.
" Aku bilang ke adikku untuk rapi-rapi." kata Salsa.
" Iya, semoga rencana kita berhasil." kata Melly berbisik.
Sekilas Dito mendengar percakapan mereka, tapi dia akan diam dulu mengikuti rencana Melly. Dito sudah rapi, dan langsung menghampiri Melly.
" Ih, udah ganteng banget." kata Melly memuji.
" Udah jalan, aku kan cuma jadi supir aja." kata Dito malas.
" Iya, iya. Jangan ngambek mulu dong, nanti luntur ganteng nya." kata Melly menggoda.
Mereka pun berjalan menuju rumah Salsa. Sepanjang perjalanan, Dito hanya mendengarkan lagu lewat headset. Dan dia tidak menghiraukan celotehan Melly.
-
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu.