CINTA SMA

CINTA SMA
bab 37


__ADS_3

"ku lihat kau sudah tidak sedih lagi,berarti aku sudah berhasil membuatmu ceria lagi,"ucap mei tersenyum melihat Seno yang juga ikut tersenyum.


setelah menghabiskan kue bolu itu,Seno pun pamit pulang karena malam sudah semakin larut.


mei berjalan ke lantai atas dan melongokkan kepalanya di pintu kamar sendi yang sedikit terbuka.


'sendi,tadi aku sudah membuat Seno yang tadi awalnya bersedih,sekarang bisa tersenyum lagi.apa aku bisa melakukan itu juga kepadamu sen? menghapus lukamu,dan menghilangkan sakit yang ada di hatimu?,"gumam mei sendu.


lalu mei pun meninggalkan kamar sendi dan berjalan menuju teras lalu duduk di bangku.


"Tara....,"gumam mei pelan.ya,mei melihat Tara duduk di tepi teras.


"Tara aku masih bisa melihatmu?,"ucap mei tersenyum.


tapi Tara tak menatap mei,ia masih tetap setia menatap ke bawah.


"tapi aku yang tak melihatmu,"ucap Tara.


"Aku minta tolong."ucap mei lirih.


"Manusia tidak bisa minta tolong pada malaikat."ucap Tara ketus.


"ku mohon,biarkan aku melihat kak Tyas sekali lagi,"ucap mei memohon.


" tidak. aku tidak bisa melanggar aturan,"jawab Tara masih ketus.


"apa dalam mimpi pun tidak boleh, jika boleh, aku memintamu membiarkan sendi melihat kak tyas sekali lagi,"ucap mei.


"Tara...sendi bahkan belum mengucapkan salam perpisahan pada kak tyas.bagi sendi kak Tyas adalah segala-galanya tara.namun sekarang dia telah kehilangan semuanya.jadi sekali saja,kumohon biarkan dia mengucapkan selamat tinggal pada kak Tyas,"ucap mei memelas.


"kenapa kau melakukan ini semua mei? kenapa?,"tanya Tara marah.


"Aku tidak tahu. Aku hanya ingin melakukan sesuatu untuknya. Aku ingin melakukan sesuatu. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa Tara,"ucap mei lirih.


"aku tidak bisa,itu sudah di luar kuasaku,"ucap Tara tegas.


"Kalau begitu, sampaikan padanya. Sampaikan pada kak tyas kalau sendi sangat mencintainya. Katakan pada beliau,


sendi akan baik-baik saja," ucap mei memohon


"kau sudah bersumpah untuk kembali menjadi malaikat lagi.tapi ketika kau akan berubah menjadi malaikat,kau tiba-tiba malah membuat keputusan untuk menjadi manusia selamanya.ketika cinta manusia telah berubah,kau akan menyesalinya mei.itu hukuman untukmu di dunia manusia.


"ucap Tara marah lalu dia pergi meninggalkan mei yang menatap nanar.


"selama sendi bahagia,aku rasa aku tidak akan apa-apa,"gumam mei.

__ADS_1


lalu mei pun masuk menuju ke dalam kamarnya. ketika akan masuk ke dalam kamar, mei terhenti karena sendi ada di depannya.


"dari mana saja kau mei seharian ini?,"tanya sendi ketus.


"apa kau menungguku sen?,"ucap mei bertanya.


"Jangan melakukan hal bodoh. Tidak ada yang bisa kau lakukan."ucap sendi ketus.


"Tentu saja pasti ada."ucap mei


" ku minta kau tidak melakukan apapun!"ucap sendi kesal.


"Aku juga tidak tahu. Kenapa sulit sekali? Padahal hanya memberimu makan! Memberimu makan ternyata sulit! Betapa sakitnya bagimu, aku benar-benar tidak tahu."ucap mei menatap sendi nanar.


"Makanya diam saja!" teriak sendi marah.


"Tapi kau tidak boleh begini terus."ucap mei memelas.


sendi hanya diam menatap mei yang sedang memelas.


"Bayangkan betapa terlukanya kak tyas, kalau beliau melihatmu."ucap mei.


"Aku juga terluka. Aku amat terluka hingga rasanya mau mati mei!"ucap sendi penuh dengan penekanan.


"Apa kau tidak melihatku? Kau tidak sendirian. Aku bagaimana? Aku hanya tidak ingin kau sendirian. Jadi aku merelakan semuanya. Jangan begini, kumohon, sen.aku benar-benar membutuhkan mu."ucap mei sedih.lalu memegang lengan sendi erat.


tiba-tiba kursi sofa itu bergerak dan hendak menabrak tubuh sendi. mei bisa melihat itu sedangkan sendi tidak. sebelum kursi itu menabrak tubuh sendi, mei bangkit lalu mendorong tubuh sendi sehingga sendi selamat. sendi dan mei kaget melihat kursi sofa itu bergerak dengan sendirinya.


sendi pun mengobati luka mei. kaki mei berdarah karena terkena sudut kursi tadi.


"bersyukur kau tidak apa-apa,"ucap mei tersenyum.


"tapi kau terluka mei,apa kau tidak merasakan sakit?"ucap sendi menahan tangisnya.


aku senang kalau kau tidak terluka,itu sudah cukup untukku.biar aku saja,jangan kau,"ucap mei tersenyum.


"dan akhirnya pun aku merasa hidup karena kau mau berbicara lagi denganku sen,"lanjut mei memperlebar senyumnya.


"jangan kau tampakkan senyum bodohmu itu,"ucap sendi mendorong jidat mei dengan telunjuknya lalu sendi memeluk mei erat.... sangat erat.


sendi kemudian mengingat kembali bagaimana kursi sofa itu bisa bergerak sendiri. sendi merasa itu sangat aneh. Tapi sendi hanya menyimpan rasa anehnya itu dalam hati. Dia tidak ingin membuat mei khawatir. sendi pun meminta mei untuk segera istirahat.


ketika mei sudah tertidur, sendi diam-diam mengintip ke dalam kamar mei, Ia merasa kasihan melihat mei.


"Itu sebabnya ku minta kamu pergi, bodoh!"gumam sendi sedih.

__ADS_1


flashback


Tara menggunakan kekuatannya untuk menggerakkan kursi sofa itu agar mengenai tubuh mei.saat kursi sofa itu mengenai tubuh mei karena menyelamatkan sendi,Tara pun tersenyum miring puas karena sudah melukai mei.


'masih banyak hal mengejutkan lainnya yang akan aku tunjukkan untukmu,'gumam Tara menyeringai.


flashback end.


keesokan harinya mei tidak pergi ke sekolah karena mei harus mengelola kafe kak tyas. ia membuka kafe jam 9 pagi.lalu mei pun pergi ke dapur untuk menyiapkan segala bahan-bahan untuk di masak. sebelum itu mei mengambil daun bawang lalu memotongnya kecil-kecil,ia berencana untuk membuat telor dadar untuk sarapan sendi dahulu.


"aww,"desis mei.jari tangan mei terkena pisau saat dia sedang mengiris daun bawang.


"kau memang benar-benar payah,"ucap sendi yang tiba-tiba ada di samping mei dan memegang jari tangan mei yang terluka.


lalu sendi pun pergi meninggalkan mei dan kembali lagi untuk mengambil obat P3K dan memberi hansaplas ke jari mei yang terluka.


"lain kali aku akan menjagamu agar kau tidak terluka lagi,"ucap sendi setelah memasang hansaplas itu.


mei pun memegang tangan sendi dan tersenyum.


"aku senang kau ceria lagi sen,aku benar-benar merindukanmu,"ucap mei lalu semakin mendekat ke tubuh sendi lalu menempelkan punggung tangan sendi ke pipinya.


"kau bau balsam?,"ucap sendi ketika ia mencium aroma tubuh mei yang berbau balsam.


"iya,barusan aku mengolesi pundakku ini dengan balsam karena aku benar-benar capek,"ucap mei masih tetap menempelkan punggung tangan mei.


"dasar bau balsam,"ucap sendi mengejek.


"apa kau mau ku pukul?,aku benar-benar ingin memukulmu sen,"ucap mei kesal.


sendi pun menyodorkan pipinya dan dengan santai berkata kalau mau memukul, ya pukul saja. Dia memang pantas di pukul kok.


-


-


-


-


Hay readers jangan lupa beri novelku ini dukungan dengan cara beri like,coment,poin and koin ya readersss.....


see you muacch h h h h h h h h.......


love

__ADS_1


maulani safitri..


__ADS_2