CINTA SMA

CINTA SMA
Masih jalan


__ADS_3

" Ren, aku kan yang mengajakmu. Harusnya aku yang membayarkan ongkos nya." Kata Selvi.


" Gak apa-apa, Teh. Masa cowok di bayarin cewek." Ucap Rendi sambil tersenyum.


" Rendi kamu tuh gemesin banget sih kalau senyum." Gumam Selvi dalam hatinya.


" Lesung pipinya itu dalam banget" ujar Selvi dalam hati.


" Teh, lagi ngelamunin apa?" Tanya Rendi.


" Oh aku, aku lagi..." Kata Selvi yang menjadi salah tingkah.


" Lagi kenapa, Teh?" Tanya Rendi.


" Lagi mikir mau beli buku apa aja." Kata Selvi.


" Ren, kita sudah sampai di halte depan mall." Kata Selvi.


Mereka pun turun dan menuju mall yang persis di depan halte.


Selvi pun berjalan terlebih dahulu, dan Rendi berada di belakangnya.


Suasana terlihat canggung, karena Selvi tidak ada bahan pembicaraan.


Mereka menuju toko buku yang sudah terkenal di ibukota.


" Teh mau nyari buku apa?" Tanya Rendi.


" Mmm... sebentar. " Kata Selvi yang melirik ke arah kanan dan kiri. Sebenarnya dia juga bingung mau mencari buku apa, karena itu hanya alasan untuk mengajak Rendi jalan dengannya.


Rendi pun sudah tahu dengan maksud Selvi, hanya saja dia berpura-pura tidak tahu.


" Teh, sebaiknya kita cari makan dulu." Kata Rendi.


" Oh iya, ide bagus." Kata Selvi.

__ADS_1


Lalu mereka menuju food court yang berada di lantai atas.


Selvi mulai menemukan bahan pembicaraan.


" Ren, kamu di sini tinggal sendiri?" tanya Selvi.


" Iya, " Jawab Rendi.


" Oh, lalu orang tuamu?" tanya Selvi.


" Mereka di kampung."


" Lantas siapa yang memberi tahumu tentang sekolah?" tanya Selvi yang penasaran tentang asal usul Rendi.


" Teh Terry, " jawab Rendi.


" Terry?" Kata Selvi yang tidak mengenal Terry.


" Dulu dia sekolah di sini, karena orang tuanya pindah tugas maka dia pindah sekolah juga " Kata Rendi


" Hubungan kamu sama Terry?" Tanya Selvi.


" Oh, kan dia pindah ke kampung. Kok kamu malah pindah ke sini?" Tanya Selvi yang heean dengan cerita Rendi.


" Karena dulu saya ingin mengenal Teh Sinta. " Kata Rendi dengan polosnya.


" Sinta?" Kata Selvi yang semakin bingung.


" Teh Sinta adalah sahabat teh Terry, dan dia pernah ke kampung kami. Disana saya mulai suka dan tertarik dengan Teh Sinta." Kata Rendi.


Selvi sedikit cemburu mendengar penjelasan Rendi.


" Lalu, kenapa kamu sekarang tidak jadian sama Sinta?" Tanya Selvi penasaran.


" Karena teh Sinta sudah milik Dito, dihatinya hanya ada Dito." kata Rendi, " Dan saya sudah berjanji kepada teh Terry untuk menjaga teh Sinta dan menjadikannya sebagai seorang sahabat."

__ADS_1


" Oh, " Kata Selvi yang sedikit lega dengan pernyataan Rendi.


" Lalu Dito kan uda pindah, apa mereka masih berhubungan." Tanya Selvi.


" Masih, dan Dito mempercayakan Teh Sinta kepada saya." Tutur Rendi.


Selvi semakin bingung, pastinya perasaan Rendi masih tersisa untuk Sinta.


Lalu mereka pun makan menu yang sudah di pesan.


" Sudah ketemu buku yang di cari, Teh?" Tanya Rendi yang berada di sebelah Selvi.


" Mmm, uda Ren. " jawab Selvi.


Selvi mengambil novel yang dia sukai dengan nama pengarang yang lagi booming.


" Kamu gak beli buku, Ren?" tanya Selvi.


" Beli." Kata Rendi.


" Buku apa?" Tanya Selvi.


" Budidaya tanaman." jawabnya.


" Oh kamu suka bercocok tanam?" ucap Selvi.


" Iya, Teh. Saya dan bapak di percaya untuk mengelola kebun milik keluarga Teh Terry." Kata Rendi.


" Oh, "


" Ya udah kita pulang." ajak Rendi.


Lalu mereka menuju meja kasir untuk membayar buku yang telah di pilih.


-

__ADS_1


-


Like dan vote y!


__ADS_2