CINTA SMA

CINTA SMA
MILIKKU! (2)


__ADS_3

" Kalau di dalam sana kan ada dapur, nanti kalau baunya kecium gimana? habis itu nanti para koki gak nyaman juga sama orang-orang yang keluar masuk, gak konsen dong masaknya "


" Sebenarnya kamu bikin cafe atau restoran si? cafe tempat lain aja gak sedetail ini " ucap Dirga mengusap rambut Sheila


" Hmmm sebenarnya dulu aku mau ngebangun restoran tapi karna aku dulunya beg* aku beli tempat yang kecil terus ku acak acak desainnya jadi kayak gini ehee " ucap Sheila tertawa canggung


Dirga tersenyum mendegar ucapan Sheila ,kemudian Dirga memegang kepala Sheila dan mengelusnya dengan pelan " Ayo jalan " ajak Dirga


Sheila hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ajakan Dirga


ketika sampai di depan perusahaan Dirga mereka bergegas masuk ke dalam


Para pegawai yang berada di lobi menundukan badannya ketika melihat Dirga berjalan melewati mereka


Karena manusia itu memiliki sifat iri dengki yang sudah dimiliki sejak lahir, secara alami para perempuan yang melihat Sheila berjalan masuk bersama Dirga merasakan keirian dan mulai mengatain Sheila dengan perkataan yang tidak tidak


" Pasti cuman pajangan "


" Presdir masih muda pasti dia cuman main main "


" Apa jangan jangan karena presdir baru aja menjabat ya dia ngedekatin presdir? "


" Dasar tidak tau malu "


" Padahal lebih cocok aku yang berdiri disamping presdir "


Bisik perempuan perempuan yang ada disana, tidak meladeni perkataan mereka Sheila kemudian mengandeng Dirga membuat Dirga terkejut


" Kenapa? gak boleh? " tanya Sheila


Dirga tersenyum menatap Sheila " Boleh kok, apasi yang ngak buat kamu? " ucap Dirga membuat semua pegawai disana tercengang


" Ayo jalan " ucap Sheila kemudian menoleh kebelakang mengulurkan lidah nya mengejek perempuan perempuan yang tadi mengatai Sheila


Ketika sampai di ruangan Dirga, mereka disambut oleh sekretaris Dirga yang begitu tampan dengan rambut ala oppa oppa korea membuat mata Sheila tertuju padanya


" Wasehlah ganteng " ucap Sheila keceplosan


Dirga langsung menatap Sheila menyiritkan kedua alisnya " Apa yang tadi kamu bilang? "


" Ahaha...aku cuman bilang sekretaris mu ganteng? apa salahnya? " tanya Sheila membuat Dirga tercengang


Dirga kemudian menatap sekretaris nya dengan tatapan tajan " Deon kamu akan ku pecat sebelum kamu pergi carikan aku sekretaris yang jelek harus jelek " ucap Dirga


" HEH BUSET! KAMU GILA YA! " teriak Sheila kaget, tidak kalah dengan Deon sekretaris Dirga ia menunjukkan muka yang begitu syok


" Kenapa? gak boleh? ini kan perusahaan ku " ucap Dirga bangga


" Dasar orang gila! aku jadi kasihan sama sekretaris mu! bisa bisanya kerja sama orang gila kayak kamu! minta maaf gak! " oceh Sheila menjewer telinga Dirga


" Aduh tolong jangann lagi! bisa bisa aku di bunuh nanti! " ucap Deon berteriak-teriak dalam hati mencoba meratapi kehidupan nya


" Tapi kamu bilang dia ganteng! " teriak Dirga membalas


" Gak jadi! gak jadi oke! dia jelek gak beda jauh sama kentang busuk! " teriak Sheila

__ADS_1


" Ya udah dia gak jadi aku pecat " ucap Dirga senang


" Pengen nangis rasanya " ucap Sheila dalam hati


" Minta maaf sekarang, coba lihat mukanya! pucat gara gara kamu! "ucap Sheila


Muka Deon semakin memucat " Mintaa maaf? gila kali ya gak dipecat juga uda bersyukur banget! "


Dirga terdiam sejenak menatap Deon sekretaris nya yang sudah melayani Dirga sejak masuk ke Dirga membangun perusahaan nya


" Maaf kamu gak jadi aku pecat! " ucap Dirga dengan datar


" Udah ayo! " Sheila mendorong Dirga masuk ke dalam ruangannya


Sebelum masuk Dirga menatap Deon sekretaris nya tersebut " Pfft kentang busuk " ejek Dirga menunjuk nujuk sekretaris nya


Deon menatap Dirga dengan muka datar


" udah aku pergi aja aku pergi!! aku gak bisa lagi kerja sama orang gila kayak kamu!! " oceh Deon


" Sekretaris Deon, masuk! " teriak Dirga membuat Deon tercengang


Ia masuk ke dalam ruangan tersebut mengira Dirga mendegar ucapannya


" A..ada apa presdir? "


" Katakan ke pada para direktur, nanti malam kita akan pergi makan makan suruh mereka ajak para sekretaris mereka, kamu tolong pesan kan tempat gak perlu mewah mewah amat " ucap Dirga sambil memeriksa berkas berkas di atas meja


Deon memiringkan kepalanya bingung


Dirga menatap Deon dengan serius melipatkan kedua tangannya


" A..apakah akan ada rapat darurat? " tanya Deon


" Tidak , tapi lebih serius dari itu..." ucap Dirga sok misterius


" Ada saham yang dicuri?, ada penurunan saham? rencana divisi perencanaan gagal menjalankan tugas mereka? " tanya Deon dengan muka yang memucat


" Tidak ada yang lebih penting dari itu "


" KITA AKAN BANGKRUT! "


Dirga menggelengkan kepalanya dengan santai " Bukan " ucap Dirga kemudian Dirga menatap sekelilingnya mengerakan jari telunjuk nya menyuruh Deon mendekat, dengan cepat Deon berjalan ke arah Dirga dan mendekatkan telinganya


" Ini benar benar penting...aku akan mengenalkan tunangan ku pada mereka " ucap Dirga membuat Deon tercengang kesal


Deon menatap Dirga dengan tatapan datar seolah olah sudah tidak mengharapkan apapun dari Dirga " Itu saja? " tanya Deon


" Iya apalagi? itu kan penting banget "


Deon menghela nafasnya dengan panjang


" Kalau begitu aku akan memesan restoran bintang lima dengan ruangan tertutup agar anda dapat mengenalkan tuna- " ucapan Deon terhenti seketika


" Bentar bentar TUNANGAN! " teriak Deon kaget

__ADS_1


Dirga menaikan sebelah alisnya " Iya kenapa?"


" Anda bilang tunangan? "


" IYA, gak usah teriak! Sheila lagi tidur disebelah " jawab Dirga dengan tegas


Deon menatap Dirga tak percaya " S...sejak kapan anda bertunangan? "


Dirga tersenyum " Uda lama kok~ "


" Dengan siapa? lalu perempuan tadi? "


" Dia orang nya, cantik kan~ " ucap Dirga sambil bersenandung


" Kenapa anda tidak kasih tau dari awal!? lalu tunangannya kapan? kenapa tidak mengelar acaranya? "


Dirga menaikan kedua bahunya " Yah awalnya aku kira gak penting buat ngenalin dia soalnya sebagai tunangan, lebih baik dikenalin sebagai istri kan~ " ucap Dirga tersenyum bahagia


" Ahaha...dia benar benar gila...gila cinta! " guman Deon


" Lalu kenapa anda tidak mengelar acara? " tanya Deon


Dirga memutar bola matanya " Haaah ternyata kamu bod*h ya, pertunangan kami uda lama di gelar malahan uda tiga tahun kami tunangan "


Deon menatap Dirga tak percaya " Bohong gak ada bukti foto nya "


Dirga mengelengkan kepalanya menarik lacinya mengeluarkan sesuatu


" Anda pasti lagi ambil bingkai foto kan! " ucap Deon melihat menujuk Dirga yang sedang mencari cari sesuatu di laci kerjanya


Dirga mengeluarkan sebuah remot kecil menatap Deon dengan remeh " Bukan, kamu kesini dulu nanti ngeganggu aja " ucap Dirga kemudian memencet remot tersebut


Tak lama kemudian setelah Dirga memencet remot tersebut, ruangan Dirga menjadi gelap hanya mengeluarkan beberapa cahaya kecil


Kemudian cahaya kecilnya menjadi semakin membesar dan membesar membentuk sebuah gambar di setiap dinding membuat Deon tercengang


" I...ini "


Foto foro Sheila bermunculan di setiap dinding, bahkan ada video Sheila sedang bermain dengan poppy didepan pintu masuk yang tadinya menjadi tempat berdiri Deon


" Itu foto pertunangan kami~, dan itu...." ucap Dirga menjelaskan setiap peristiwa di dalam foto tersebut


" Intinya dia milik ku, jadi aku harus memperkenalkan dia sebelum dia diambil sama orang " ucap Dirga


.


.


.


BERSAMBUNG 🌻


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻


JAGA KESEHATANYA YA💜

__ADS_1


__ADS_2