CINTA SMA

CINTA SMA
Kesedihan Sinta


__ADS_3

" Tet, tet, tet..."


Bel berbunyi, waktunya istirahat. Seluruh siswa pun berhamburan menuju kantin.


Begitu juga dengan Sinta, dia langsung mengambil ponselnya untuk mengadu kepada Dito. Sinta ingin agar Fadli tidak usah menjemput nya lagi.


" Dito, baru saja ingin aku hubungi." Lalu Sinta membuka pesan dari Dito.


Sinta mengusap layar ponsel nya, kemudian dia membaca pesan masuk.


" Sin, maafkan aku!


Untuk waktu yang agak lama mungkin aku tidak bisa bertemu denganmu.


Aku tidak bisa pamit untuk datang ke rumahmu.


Untuk waktu yang agak lama, aku akan pergi ke Inggris.


Ayah menyuruh ku untuk bersekolah di sana menyusul Kak Melly.


Seandainya kamu bisa menunggu ku, aku akan sangat senang sekali.


Jaga hati mu hanya untuk ku.


Aku akan selalu bersabar menunggu jawaban dari mu.


Semoga itu adalah jawaban yang aku inginkan selama ini.


Salam Cinta Dito."


Sinta terkejut membaca pesan masuk dari Dito. Niatnya untuk mengadu pun diurungkan.


Hatinya sedikit bersedih, membaca pesan yang dikirim oleh Dito.


" Apa yang akan aku lakukan?" Gumam Sinta yang merasa gelisah.


Sinta langsung menghubungi Dito.


" Berdering..." terlihat di layar ponsel miliknya.

__ADS_1


" Halo.."


" Halo, wa'alaikum salam. Kamu sudah membaca pesan dariku?" Tanya Dito.


" Oh iya, assalamu'alaikum." ucap Sinta memberi salam, " Sudah." sambung Sinta.


" Maafkan aku, ayahku menyuruh ku untuk kuliah di Inggris."


" Iya, gak apa-apa. Semua yang ayah mu lakukan adalah untuk masa depan mu. Aku akan selalu mendukungmu." Kata Sinta dengan besar hati dan menerima kenyataan.


" Kak Sulis menyuruh ku untuk ikut ujian akhir, dan ayahku menyetujui. "


" Iya, " Kata Sinta yang terhenti. Dia tidak berbicara, karena bingung tidak ada bahan pembicaraan.


" Sin, Sinta. Kamu masih mendengar ku?" Tanya Dito.


" Iya." jawab Sinta.


" Nanti kalau sudah pulang sekolah baru aku hubungi lagi, aku harus mengurus dokumen untuk ujian." Kata Dito.


" Iya." jawab Sinta.


" Assalamu'alaikum." Ucap Dito memberi salam.


" Sin, " panggil Puput yang menepuk pundak Sinta.


" Iya." jawab Sinta dengan lesu.


" Kok kamu lesu gitu?" tanya Puput.


" Dito akan kuliah di Inggris." kata Sinta memberi tahu Puput.


" Apa? Secepat itu, kan baru kelas dua." Kata Puput terkejut.


" Dito itu memiliki IQ diatas rata-rata, jadi Kak Sulis menyuruh untuk ikut ujian." Kata Sinta.


" Oh, jadi nanti dia lulus lebih dulu ya!" ucap Puput.


" Iya, " kata Sinta.

__ADS_1


" Ya udah jangan sedih, besok kamu ikut aja lagi sama kita ke rumah Terry." Kata Puput.


" Aku ingin jaga toko mama aja, Put." Kata Sinta.


" Ya udah, bel udah bunyi. Ayo kita masuk!" Ajak Puput.


Lalu Sinta dan Puput berjalan menuju kelas masing-masing.


Guru pun masuk ke dalam kelas, memberi pengumuman kalau minggu depan akan libur. Karena kelas 12 akan mengadakan ujian nasional.


Semua siswa bersorak riang gembira mendengarnya. Tetapi kelas10 dan 11 tetap di beri tugas di rumah oleh setiap guru.


" Minggu depan Dito akan mengikuti ujian, dan selesai ujian dia akan berangkat ke Inggris." gumam Sinta dalam hatinya sambil termenung.


" Sin, kamu kenapa?" Tanya Selvi yang duduk di belakang Sinta.


" Enggak apa-apa." jawab Sinta.


" Sin, kira-kira minggu depan Rendi mau gak ya aku ajak jalan?" tanya Selvi.


" Kamu tanya aja langsung." jawab Sinta.


" Aku takut dia gak mau." kata Selvi.


" Bilang aja kamu minta anter beli buku." Kata Sinta memberi saran.


" Oh iya, ide bagus." Kata Selvi.


" Semoga berhasil ya!" Kata Sinta memberi semangat.


" Terima kasih ya, Sin." kata Selvi.


" Sama-sama."


Kemudian para guru berkumpul di aula untuk membahas soal ujian.


Para siswa di ijinkan untuk pulang ke rumah.


-

__ADS_1


-


Like, vote dan berikan komentar mu.


__ADS_2