CINTA SMA

CINTA SMA
HARAPAN YANG PATAH


__ADS_3

Rio yang masuk ke dalam kamar Dirga lebih lambat langsung menggendong Sheila membawa tidur di kasur


" Bener bener anak muda " gumam bu Mita


Bu Elsa meletakkan kotak makan dan memasukan pakaian kotor Sheila ke dalam tas selempang yang berbahan kain


" Sheila jadi kurus " ucap Rio mengelus kepala Sheila


" Gimana gak kurus, jarang makan " gumam bu Mita menahan air mata


Bu Elsa mengangguk menahan air mata sebagai seorang ibu yang melihat anaknya menderita seperti ini


Setelah lama berbincang Sheila akhirnya bangun dari tidur nya Rio yang duduk di samping Sheila sambil menatap layar handphone menoleh ke arah Sheila yang sedang sibuk mengucek matanya


" Uda bangun? " tanya Rio


Sheila mengangguk pelan


" Keknya belum sepenuhnya " ucap Rio sambil tersenyum dan pergi menuangkan segelas air untuk Sheila


Dengan keadaan setengah sadar Sheila duduk melipat menatap kedua orang tua mereka yang sedang berbincang-bincang


" Mah " gumam Sheila


Bu Elsa yang mendengar pangilan Sheila berjalan ke arah Sheila " Kenapa sayang? " tanya bu Elsa


" Sheila tiba-tiba pengen makan martabak " gumam Sheila


" Gak usah di dengerin ma Sheila belum sepenuhnya bangun " ucap Rio memberikan segelas air


Bu Elsa tersenyum " Oh beneran? " tanya bu Elsa


" Kemarin juga bilangnya mau makan nasi goreng, pas dibeliin malah tanya kenapa dibeliin " ucap Rio kesal


Mereka semua tertawa melihat tingkah Sheila yang masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya ketika Sheila sudah benar benar segar ia duduk disamping Dirga


" Kenapa sayang? " tanya bu Mita


Sheila menggelengkan kepalanya " Gpp tante Sheila cuman lagi liatin muka Dirga aja " ucap Sheila tersenyum tipis


" Pah, kak Rio nanti kalau Mia lulus kakak bisa bantu promosin Mia gak? " tanya Sheila ragu


" Kemana? " tanya pak Anton


" Ke rumah sakit gitu "


Rio menaikan alisnya " Kenapa? "


Sheila mengepal bajunya " S..soalnya kemarin Mia uda bisa ke Harvard University tapi gara gara Sheila dia gak jadi pergi "


" Kenapa gak jadi? "


" Katanya gak bisa ningalin Sheila yang sendirian disini boleh kan pah? kak? "


Rio sontak tersenyum dan melipatkan kedua tangannya " iya iya nanti kakak bantu, tapi itu juga kalau dia mau di promosikan "


" Gara gara Sheila dia jadi gak bisa mengejar mimpi dia sendiri padahal Mia punya cita citanya sendiri " ucap Sheila merasa bersalah

__ADS_1


" D...Dirga begini juga gara gara Sheila " mata Sheila memanas seolah-olah bersiap untuk meneteskan air mata


" Hus jangan bilang gitu sayang, kamu gak melakukan apa apa ini semua hanya musibah ingat ya hanya musibah " bu Mita sontak memeluk Sheila yang sudah meneteskan air mata


Sheila mengangguk pelan dengan arti bahwa ia paham dengan perkataan bu Mita


SETAHUN KEMUDIAN~


Sheila memasuki ruangan Dirga membawakan beberapa makanan, Sheila masih sama seperti setahun terakhir tidur di ruangan Dirga


Ia menutup pintu dan meletakan beberapa sarapan yang dibawakan Mia sebelum berangkat kuliah


Sheila menatap Dirga dengan perasaan hancur " Sayang...disini ditempat ini...aku cuman pengen bilang, aku kangennnn banget sama kamu...kamu tau? dunia ku bener bener hancur setelah kamu tidur


Kamu tau hari ini?....ini hari dimana tepat dua tahun loh kita menjalani hubungan kamu ingat saat kita pertama kali bertemu? sumpah disana aku bener bener benci sama kamu tapi sekarang berbeda..." ucap Sheila terisak dengan mata yang memerah


" Sekarang aku sayangg sama kamu aku sayangg banget sama kamu..Jadi ayo buka dong matamu " ucap Sheila mengenggam jemari jemari Dirga


Tok tok tok...terdengar suara ketukan dari luar Sheila dengan segera mengelap kedua matanya yang basah dan membuka pintu


Ketika Sheila membuka pintunya sontak Sheila terkejut dengan dokter dokter yang berdiri di luar ruangan " Ada apa ya? " tanya Sheila heran


SKIP~


Di sisi lain


Mia menutup bukunya dan mendaratkan kepalanya di atas meja " Ughhh " gumam Mia


" Halo apa ini dengan saudari Mia? " ucap seseorang


" Benar, nilai seratus untuk anda , ini makanan anda "


" Aduh makasih ya tapi aku gak pesan makanan " ucap Mia mengangkat kepalanya menatap ke arah Andy yang sedang tersenyum


Andy duduk di depan bangku Mia " Gimana ngampus nya? "


" Susah banget, kepalaku pecah jadi dokter ternyata gak mudah " ucap Mia


" Makan dulu yuk " ajak Andy mengacak rambut Mia


Mia menggelengkan kepalanya " Maaf ya abang G**bFood tapi saya gak pesan makanan jadi bawa pergi aja "


" Gak mau makan atau gak ada uang buat bayar abang ganteng ini?" goda Andy


" Dua duanya "


" Aduh dasar mahasiswi miskin " ejek Andy


" Si*lan kamuh pergi sana " Mia mengiritkan kedua alisnya


Andy tertawa dengan terbahak bahak


" bercanda aja jangan marah dong, kamu bisa bayar aku dengan cinta dan tubuhmu " ejek Andy


" SATU! " teriak Mia kesal dengan sikap Andy yang kambuh


" Oke oke beneran deh aku gak main lagi, ini makan kamu belum makann kan? "

__ADS_1


" Gak mau " Mia membuang muka


Andy mendekatkan kepalanya ke wajah Mia


" Nanti aku cium loh " ejek Andy


" Aku bener bener nyesel kenapa gitu bisa pacaran sama cowo mesum gak tau diri ini " gumam Mia


Sontak Andy mencium kening Mia satu detik...dua detik....tiga detik Andy masih belum menjauhkan mulutnya dari kening Mia


Kening Mia yang terasa hangat membuat dia memproses semua peristiwa ini


Saat Andy melepaskan kecupannya Mia masih terbengong " Kenapa? " tanya Andy tersenyum


Sontak Mia melotot ke arah Andy sambil memegang dahinya " Mesum " ucap Mia kesal dengan muka yang memerah


" Ayo makan " ucap Andy memasukan buku buku Mia ke dalam tas dan menariknya keluar


" Mau makan dimana? " tanya Andy merangkul Mia


" Di bawah jembatan Ancol " gumam Mia


KEMBALI KE SISI SHEILA~


Sheila mencoba memproses semua perkataan dokter paruh baya yang berdiri di depan Sheila


" Apa tadi? " tanya Sheila dengan tatapan yang kosong


" Pasien sudah tidak dapat bertahan "


" Kondisi pasien terlalu lemah saya harap anda bisa memberi tau wali pasien agar bisa mengurus dokumen dokumen yang akan di persiapkan "


Sheila tertawa seringai " Gak dapat bertahan? APA MAKSUD ANDA! JELAS JELAS DIA MASIH BAIK BAIK AJA! DIA MASIH TIDUR KOK! KENAPA INFUS NYA HARUS DILEPAS! " teriak Sheila memecahkan ruangan yang sunyi senyap


" Nona kami sudah berusaha sekuat tenaga tapi tidak ada reaksi apapun dari tubuh pasien kami juga ingin pasien bisa bangun "


" LALU KENAPA KALIAN MAU MELEPASKAN DIRGA BEGITU AJA HA! " Teriak Sheila terisak isak dengan nafas yang tidak beraturan


" Peluang kesembuhan pasien sangat tergantung dari keparahan penyebab dan respons pasien terhadap pengobatan. Kapan pasien sadar dari koma tidak bisa diprediksi oleh dokter,


namun semakin lama koma berlangsung, peluang penderita untuk sadar umumnya makin kecil apalagi jika pasien lambat merespons rangsangan yang kami berikan "


" AKU GAK MAU DENGAR! PERGI KALIANN PERGI! " teriak Sheila menutupi telinganya dengan kencang


Sontak Rio yang datang membawakan beberapa kantong plastik menghampiri Sheila dengan cepat " Ada apa hey? "


.


.


.


BERSAMBUNG 🌻


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻


JAGA KESEHATANYA YA💜

__ADS_1


__ADS_2