
Mia yang menundukan kepalanya menganggukan kepala dengan pelan
" Tapi jangan ngebunuh orang ya nanti kamu masuk penjara " ucap Mia dengan polos
Andy mendengar nya sontak terkekeh " Mia...aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu aku gak tau lagi gimana jadinya aku nanti tanpa kamu gimana caranya aku mencari kebahagiaan ku tanpa adanya kamu disisi aku jadi tolong "
Mia menatap Andy yang berhenti mengucapkan kata-kata nya
" Tolong tunggu aku, semuanya akan aku selesaikan dengan baik setelah selesai aku akan melamar kamu jadi tolong jangan tinggalin aku, aku gak bisa tanpa kamu ya? "
Mia sontak terdiam kemudian tersenyum kepada Andy " Iya! "
SKIP BEBERAPA SEBULAN KEMUDIAN
Koran koran berisi berita tentang pernikahan yang akan segera dilaksanakan oleh anak sulung dari perusahaan YC Departement store nomor 5 terbesar di dunia dengan anak bungsu dari H&H company yang merupakan perusahaan terbesar nomor 4 di dunia
Dirga dan Sheila kini tengah sibuk mempersiapkan resepsi pernikahan mereka walaupun begitu masih saja ada perdebatan dianatara mereka , tepat di ruang keluarga Sheila dan Dirga sedang duduk bersebrangan saling melotot
Para orang tua yang menemani mereka pun ikut merasa pusing dengan perdebatan mereka
" NGAK! AKU MAUNYA OUTDOOR! " teriak Sheila
" INDOOR AJA SHEI! " tolak Dirga dengan tegas
" Gak mau tau pokoknya aku mau pernikahannya dilaksanakan di taman gitu! "
Dirga memegang jidat nya yang begitu luas merasa pusing dengan perdebatan mereka
" Ayolah sayang dengerin aku kalau kita pilih outdoor nanti kalau tiba tiba hujan gimana? sekarang musim hujan loh! " ucap Dirga
" Aku maunya outdoor Gaaaaa "
" Dengerin Dirga aja sayang dia calon suami kamu, kamu harus nurut sama pilihan Dirga " ucap pak Anton pusing
" Tapi pahhh "
" Nanti kalau beneran hujan gimana? bukannya kamu pengennya pernikahan yang sempurna? " tanya bu Elsa
Sheila mengeluarkan ekpresi cemberut " Peruma kamu cemberut gitu dek, pas banget di hari H kalian pantai yang kamu bilang uda di boking sma orang " ucap Rio datang dari arah luar
Mendengarnya Sheila terlihat tanpak sedih sekaligus kecewa Dirga yang melihat nya pun menghela nafas panjang " Yaudah gimana kalau acaranya dilakukan dua kali? " tanya Dirga
" Maksudnya? " tanya pak Dito
" Acara pertama kita lakukan didalam ruangan aja alias indoor setelah itu acara kedua kita bikin acaranya yang sederhana aja cuman ngundang orang-orang terdekat di pantai yang Sheila bilang mau " ucap Dirga
Kedua orang tua berpikir sejenak " Yah kalau kalian tidak keberatan kenapa tidak? kami para orang tua tidak dapat mengatur apa yang kalian inginkan " ucap Anton
" Benar benar lakukan saja semuanyaa sesuau selera kalian " sambung pak Dito
Sheila sontak langsung tersenyum lebar " Beneran pah? " tanya Sheila
__ADS_1
" Iya iya iya "
Rio yang tadinya duduk menikmati cookies berdiri dari duduknya " Kalau gitu nanti aku yang pesan tempat di pantai yang Sheila pengen "
" Yeyyy!! " teriak Sheila
" Sheila jangan gitu yang sopan! " ucap bu Elsa
" Sheila kan lagi senang mam wajar dong, lagian pantai itu is the best! " Sheila tertawa dengan bahagia
SKIP
Setelah mereka semua selesai mendiskusikan apa yang akan dibutuhkan saat hari pernikahan mereka Sheila dan Dirga kini pergi keluar bersama menggunakan motor Dirga
" Gak kerasa ya bentar lagi kita nikah! " teriak Sheila melawan arus angin motor
" Iyaaa gak kerasa kita uda ngelewatin banyak banget kejadian belakangan tahun ini "
" Aku senang! " teriak Sheila
" Hah? apa!? " tanya Dirga yang tidak mendegar perkataan Sheila
Sheila menarik nafasnya " Aku senang! senang bisa nikah sama kamu senang bisa membentuk sebuah keluarga sama kamu! " tetiak Sheila
" AKU JUGA SENANG! KAMU BISA JADI IBU DARI ANAK ANAKKU NANTI! " teriak Dirga
Sheila tertawa kecil kemudian mengeratkan pelukannya, ketika mereka sampai di tempat tujuan mereka yaitu taman yang pernah Dirga
" Wuaah uda lama ya gak kesini " ucap Sheila turun dari motor
Dirga meraih Sheila dan melepaskan helmnya Sheila " Iya kita mampir ke sini cuman sekali doang "
Sheila berjalan ke arah pondok kecil dan menarik tikar disana kebawah dan berbaring disana " Kok gak ada bintang nya yaa... " gumam Sheila
" Kenapa? " tanya Dirga yang berjalan lambat menyusul Sheila
" Gak ada bintang "
" Berati nanti bakal hujan " ucap Dirga
Sheila menatap Dirga " Eistsss jangan salah kawan mendung belum tentu hujan " ucap Sheila tertawa kecil
Dirga duduk di sebelah Sheila yang sedang berbaring telentang " Kamu gak kedinginan? " tanya Dirga
" Ummm ngak juga si " ucap Sheila
Dirga menepuk nepuk pahanya memberi isyarat kepada Sheila, Sheila yang mengerti maksud dari Dirga pun melatah bagaikan ulat ke arah Dirga dan membaringkan kepalanya di paha Dirga
Dirga memegang kepala Sheila dan berahli ke rambutnya " Kamu beneran gak nyesal nanti nikah sama aku? "
" Nyesal " ucap Sheila
__ADS_1
Dirga langsung memasang raut wajah yang terkejut Sheila yang melihatnya langsung tertawa berbahak bahak
Sheila memegang wajah Dirga yang begitu sempurna " Ngak kok ngak aku cuman bercanda "
Dirga tersenyum kecil " Jadi gimana kalau..."
Tik tik tik sebelum Dirga menyelesaikan kata katanta hujan tiba tiba saja turun dengan deras seketika membasahi baju mereka Dirga dan Sheila segera berlari ke pondok yang berletak tak jauh dibelakang mereka
" Kan apa hujan kamu si gak percaya" ucap Dirga
" Iya aku emang bilang mendung belum tentu hujan tapi bukan berati kalau gak bakal hujan" ucap Sheila membela diri
Dirga menatap Sheila yang sedang melipat kedua tangannya " Dingin gak? " tanya Dirga
" Ummm lumayan " ucap Sheila sambil menaik naikan punggungnya
Dirga melepaskan jaket jeasn nya dan memberikannya kepada Sheila " Maaf ya seharusnya tadi kita keluar pake mobil aja bukan pake motor "
" Gpp kook lagian aku suka keluar pake motor kan bisa peluk pekuk kamu " ucap Sheila sambil memperagakannya
Dirga tersenyum manis sambil mengusap usap kepalanya
Sontak Dirga teringat sesuatu " Bentar....." Dirga dan Sheila saling bertatapan dengan wajahnya yang begitu terkejut
" HELM!!! " teriak mereka Dirga dengan bergegas pergi berlari mengambil helm mereka
" Cepat cepat cepat cepat!! " teriak Sheila ketika melihat Dirga berlari menuju ke arahnya sambil membawa dua helm mereka
Sheila memeluk Dirga yang baru saja melompat masuk ke pondok
" Helemnya sedikit basah tapi masih bisa dipakai kok " ucap Dirga
" Yah gpp kok kalau basah aku tinggal mutupin kepalaku pake helm kamu " ucap Sheila meletakkan jaket Dirga di kepala nya
Dalam beberaa saat mereka tertawa begitu keras, Dirga pun langsung memeluk Sheila
" Biar gak dingin " ucap Dirga sambil mencium kepala Sheila
Sheila menaikan kedua sudut mulutnya " Aku bahagia! " ucap Sheila dalam hati
.
.
.
BERSAMBUNG 🌻
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻
JAGA KESEHATANYA YA💜
__ADS_1