CINTA SMA

CINTA SMA
ANTARA KITA BERDUA(2)


__ADS_3

" BISA BISANYA , RUMAH UDA KAYAK KAPAL PECAH GINI! KAMU MAU NGUNDANG NYAMUK HAH! NGUNDANG PENYAKIT HA!


MAU NGUNDANG KOLERA HAH! DEMAM TIFOID HAH! MAU NGUNDANG DEMAM BERDARAH HAH! "


" Udah dong sayang " guman Dirga


" DIAM DISANA! " ucap Sheila dengan nada yang mengema membuat Dirga ketakutan


Sheila terus terusan mengomel membuat Dirga merasa frustasi, tak kalah dengan Dirga Sheila juga makin frustasi ketika melihat dapur yang kacau balau dengan kecap asin yang bertumpahan, tepung yang bertaburan, peralatan yang berserakan, pecahan piring yang berserakan serta jamur jamur yang berada di pojokan


" SEBENARNYA KAMU NGAPAIN AJA SIH! " teriak Sheila kesal


" AKU MINTA MAAF " teriak Dirga


" Aduh pen nangis " ucap Sheila melihat kekacauan yang di sebabkan Dirga


Sheila akhirnya memutuskan untuk memangil tukang pembersih dari rumah Sheila, ketika pembantu rumah tangga Sheila datang bertapa terkejutnya ia dengan kondisi apartemen tersebut


" I...ini beneran rumah? bukan kandang? " ucap bu Ima sang pembantu rumah tangga dengan wajah pucat


" Maaf ya bi Ima..kan Sheila tadi uda bilang gak bisa satu orang aja, bi Ima malah nekat ke sini sendiri "


" Ahaha...gpp non u..uda tugas saya " ucap bu Ima dengan gagap


" Bentar ya bi, saya panggilin orang juga deh " Sheila dengan lekas memangil beberapa pembantu rumah tangga


Alhasil datanglah 5 orang, 3 mengerjakan bagian bawah dan 3 lainnya di atas, tak lama kemudian. Andy datang membawa makan siang untuk mereka


" Hallo Sheila " ucap Andy masuk ke dalam apartemen


" Hai kak, Mia mana? " tanya Sheila


" Mia kerja katanya nanti malam aja datangnya "


" Udah gak usah datang aja ganguin quality time aku sama Sheila aja " ucap Dirga menyela pembicaraan


" KAMU DIAM YA " ucap Sheila menggema


Melihat Dirga yang langsung terdiam tanpa sepatah katapun, menatap Sheila bagaikan anak anjing membuat Andy tertawa berbahak bahak " Aduh, ternyata singa nya takut sama harimau betina " ejek Andy


Sheila dan Dirga pun langsung menatap Andy secara bersamaan " APA KATAMU? " tanya Dirga


" Ukhem. ngak kok gak ada, ah kalau gitu uda dulu ya aku mau pergi btw nanti malam aku gak bisa datang mau pergi kencan ama bebeb tersayang " ucap Andy menyombongkan diri


" Hmm " jawab Sheila dan Dirga secara kompak

__ADS_1


Di sela sela pembicaraan mereka ada salah satu pembantu rumah tangga yang membersihkan bagian atas datang menghampiri Sheila


" Non "


" Ada apa bi? "


" Itu kamar atasnya dikunci jadi kami gak bisa masuk " ucap pembantu rumah tangga tersebut dengan penuh sopan santun


" Oh bentar ya bi nanti Sheila bukakan, bibi sama yang lain pergi istirahat dulu aja nanti baru lanjut sekalian kasih tau mereka " ucap Sheila yang langsung di laksanakan oleh pembantu rumah tangga tersebut


Sheila pun langsung pergi ke ruang tamu mengambil tasnya dan merogoh sesuatu di dalam tas, Sheila meraba raba sela sela tas


" Ah ketemu " gumam Sheila ketika menemukan kunci kamar yang diberikan Rio


" Kenapa kak Rio ambil kunci kamar? " gumam Sheila


Sheila pun lekas pergi menaiki anak tangga berjalan ke kamar mereka ketika Sheila sampai Sheila membuka pintu


Kunci pintu sudah tertancap di handle pintu Sheila memegang gagang pintu dan membukanya


Mata Sheila terbuka lebar ketika ia melihat kondisi kamar yang berantakan


Ia berjalan masuk ke dalam mengambil barang barang serta baju baju yang berjatuhan di lantai dengan mulut yang siap memaki maki ketika turun ke bawah


Tatapan mata Sheila sontak tertuju pada tempat tidur mereka " I...ini "


" Kamu gak tau kan bertapa menederita Dirga ketika kamu mengabaikan dia? kamu gak tau kan apa yang dia lakukan saat seminggu dia koma? saat kamu pulang nanti kamu akan tau,


mulai sekarang bersikaplah dewasa jangan terus berpikiran sempit dan bersikap kamulah yang paling tersakiti " Sontak Sheila teringat perkataan Rio ketika Dirga masih berada di ruang operasi


perkataannya yang tidak terlalu di masukan ke dalam hati, ternyata berarti besar pada dirinya sendiri


" Jadi ini alasan kak Rio mengunci pintu kamar? " gumam Sheila


Hatinya merasa tersayat amat amat sakit yang ia rasakan, rasa yang lebih sakit dibandingkan apapun rasa yang amat mengeluap bagaimana bisa? rasa yang tidak bisa diartikan ini dapat dirasakan sesakit ini


Ternyata selama ini aku yang salah, aku yang membuatnya tertarik dalam arus ceritaku sendiri, cerita monoton yang ku buat ternyata telah menariknya ke dalam jurang


Jurang yang amat curam, membuatnya jatuh ke dalam lautan yang dalam tersesak oleh perasaan ku, ternyata aku sendiri yang egois


Ternyata semuanya hanyalah karna ke egoisan ku untuk memilih dan membuka mata lebih lebar, pilu rasanya mengetahui semua ini


Sheila berjalan keluar membawa kain seprei serta beberapa baju yang berserakan di lantai akibat ulah Dirga


Dirga menatap Sheila yang berjalan menuruni anak tangga serta langsung berjalan ke arah mesin cuci dan memasukan pakaian kotor tersebut ke dalam mesin cuci

__ADS_1


Setelah memasukan pakaian kotor tersebut Sheila berjalan ke arah Dirga, keringat dingin yang Dirga keluarkan ketika Sheila berjalan ke arahnya


" S...sayang aku bisa jelasin " ucap Dirga mengira Sheila akan memarahinya


Sheila duduk di samping Dirga mengambil beberapa makan siang yang Andy bawakan


" Jelasin apa? " ucap Sheila tersenyum


" Ini makan dulu " Sheila pun lansung menyuapi Dirga


" K..kalaw akhu salah tholong khasi tahu, khalau khaya ghni khamu jadhi seheram " ucap Dirga dengan mulut nya yang penuh dengan nasi dan lauk suapan Sheila


" Ha? apa? telan dulu baru ngomong "


Dirga menuruti Sheila dan segera mengunyah nasi yang ada di dalam mulutnya


" Maksud aku kalau aku salah tolong kasih tau, kalau kaya gini kamu jadi seram " Dirga menatap Sheila dengan tatapan penuh penyesalan


" Kamu? kamu gak salah kok aku yang salah " ucap Sheila tersenyum


" Aa kan seram banget, aku jadi merinding gila mending kamu marah aja deh daripada senyum senyum gini seram tau " oceh Dirga


" Aaa buka mulutnya " ucap Sheila yang langsung dituruti oleh Dirga


Sela sejam kemudian ketika Dirga dan Sheila telah menyelesaikan makan siang mereka, kini mereka duduk berdua menonton televisi sambil menunjukkan keuwuan mereka


Di sela sela ke uwuan mereka, kumpulan pembantu rumah tangga datang menghampiri Sheila


" Non kami uda selesai " ucap bu Ima


Sheila memperhatikan sekitar " Makasih ya bi, kandang ayam nya uda bersih " sindir Sheila menatap Dirga sambil menahan tawa


" Kalau gitu nanti baju baju kotornya boleh tolong dibawa pulang gak bi? Sheila gak sempat cuci " tanya Sheila


" Iya non " ucap bu Ima dan langsung undur diri


Malam pun tiba


.


.


.


BERSAMBUNG 🌻

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻


JAGA KESEHATANYA YA💜


__ADS_2