CINTA SMA

CINTA SMA
HANCUR!


__ADS_3

Ketika mereka sudah selesai tertawa, Andy sedikit mendekatkan badannya ke Sheila


" Kamu marah gak sama papa aku? " tanya Andy ragu


" Aku? aku gak pernah marah, justru sekarang aku lagi berusaha agar kamu tetap disisi ku, mungkin caraku salah dengan mempertahankan kamu yang mungkin bakal dapat batunya


Tapi karena aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu maka aku memperjuangkan kamu mati matian seperti ini tanpa memikirkan kondisi kamu dulu " ucap Mia menutup mukanya yang telah memerah


" APA APAAN INI! ANAK KUCING IMUT BANGWET!! " gumam Andy dengan hatinya yang bergejolak


" Ngak, kamu gak salah kok karna ini tentang kita berdua kamu boleh melakukan apapun yang kamu suka "


" Tapi..."


Sebelum Mia menyelesaikan perkataan nya Andy tiba-tiba saja menyuapi Mia bakso


" Udah makan aja " ucap Andy dengan penuh senyum


Mia menganggukan kepala dan membuka mulutnya membiarkan Andy menyuapi nya


SKIP DI SISI LAIN~


Sheila memasuki ruangan Dirga dengan tangan yang membawa sebuah amplop besar berwarna coklat


" Gimana? " tanya Dirga


" Kata dokter besok kamu uda boleh pulang! " ucap Sheila dengan raut muka yang bahagia


Dirga sontak terkejut " Beneran? "


" Iya sayang, bener kok "


" Baguslah, tapi eh..." ucap Dirga senang


" Kenapa? "


" Coba panggil lagi "


Sheila menatap Dirga " Panggil apa? "


" S.A.Y.A.N.G " ucap Dirga dengan tatapan yang menggoda


Sheila membuang muka " Ngak "


" Ayolah, katanya pas aku koma kamu mangilnya sayang kok sekarang gak mau si " goda Dirga


Sheila mengepalkan tangannya " Uda di bilangin gak mau "


" Aduduh, kepalaku sakit " ucap Dirga


" Sakit! dimana?, bagian mana yang sakit? aku panggilin suster ya! " ucap Sheila khawatir


Dirga menggelengkan kepalanya " Kalau kamu panggil aku sayang pasti uda gak sakit lagi kok " goda Dirga


" Ck!, kamu ya! " oceh Sheila


" Ayo dong kepalaku sakit banget " Dirga memegang kepalanya berakting seolah olah ia sanggat kesakitan


Sheila menatap Dirga tajam " Dirga! "


" Sakit banget nih, berasa mau pecah "


Sheila menghela nafas panjang " Sayang " ucap Sheila dengan muka yang memerah


" Sambil ngelus kepala dong " rengek Dirga


" Dirga! "


" Aduh sakit banget "


Sheila mengelus kepala Dirga pelan " sayang kepalanya masih sakit? " tanya Sheila

__ADS_1


" Kalau di elus cewek cantik pasti ngak sakit kok " ucap Dirga malu malu


Sheila melepaskan elusannya dari kepala Dirga dan berjalan pergi " Udah kan?, aku sibuk dulu "


" Mau ngapain? " tanya Dirga


" Ya beres beres lah, kan besok kamu pulang masa barang barangnya ditingal gitu aja "


Dirga hanya menganggukan kepalanya dan mengambil remot tv membiarkan Sheila sibuk dengan urusannya


" Ngomong ngomong kamu uda ke apartemen belum? " tanya Dirga


" Belum kenapa? "


" Apartemen nya dibersihin ga? " ucap Dirga sembari memakan buah buahan yang sudah Sheila potong


Sheila memegang dagunya " Ummm, setau aku sih apartemen nya cuman di kunci aja, keknya gak manggil orang buat bersihin, kenapa emang? "


Glek....Dirga sontak menelan ludahnya


" ****** " gumam Dirga dalam hati sebab jika apartemen gak ada yang membersihkan berati sejak kejadian setahun yang lalu kondisi di dalam apartemen masih tetap berantakan karena ulah Dirga dulu


" Ummm....kita panggil orang aja sekarang gimana? " tanya Dirga


" Emang kenapa? "


" Kan pasti apartemen nya bakalan berdebu soalnya gak ada yang bersihin kan "


Sheila mengelengkan kepalanya " Besok aja, pas pulang aku langsung sekalian bersihin " tolak Sheila dengan mentah


" Panggil orang aja "


" Gak usah, panggil orang ribet nanti juga harus ke apartemen buat ngasih kunci "


" Panggil aja! "


" Ngak! "


" Panggil! "


" Ngak! "


Keesokan harinya


Dirga dan Sheila bersiap siap pulang ke apartemen karena tidak ingin merepotkan kedua orang tua mereka


" Beneran gak mau dirumah aja? " tanya bu Mita


" Gak usah mam, Dirga mau di apartemen aja biar bisa berduaan sama Sheila " ucap Dirga dengan raut wajah yang cerah


" Gak bakal nyusahin kah Shei? " tanya bu Mita


" Ngak kok tan, Dirga nya juga bukan anak kecil jadi gak susah "


Rio menatap Dirga dengan penuh lototan seolah olah mata nya Rio hampir copot


" AWAS KALAU KAMU MACAM MACAM SAMA SHEILA! " gumam Rio yang tentu saja terasa keangkeran nya bagi Dirga


" Iya kak, ngak kok " ucap Dirga menjawab Rio dengan gugup


" Kalau gitu ayo " ucap pak Dito setelah mengurus urusan yang perlu di urus mengenai kepulangan Dirga


" Tiga hari lagi, harus rujukan lagi ya " ucap pak Dito


" Nanti Sheila bisa bawa Dirga? tante harus ke Australia ada urusan " tanya bu Mita


Sheila menganggukan kepalanya mengiyakan permintaan bu Mita


" Kalau gitu ayo " ajak bu Mita menyuruh Sheila berjalan berdua bersama nya


Dirga menggunakan kursi roda dengan bantuan Rio yang mendorong Dirga dari belakang bu Mita berbisik kepada Sheila

__ADS_1


" Sheila "


" Iya tan? "


" Tante kasih tau kamu ya, karna sebentar lagi kamu bakal jadi menantu tante " bisik bu Mita


Sheila lagi lagi menganggukan kepalanya membenarkan ucapan bu Mita dengan polos


" Kamu sama Dirga uda boleh ituan kok " bisik bu Mita sambil tertawa


" I-ituan? maksudnya tan? " tanya Sheila dengan polos tidak mengerti maksud dari bu Mita


" Ah.. kamu gak mengerti yah " ucap bu Mita menghela nafas


Sheila menggelengkan kepalanya " Ngak tan "


" Kamu ajak Dirga aja! " ejek bu Mita


" Dia pasti ngerti kok " sontak Sheila langsung menatap Dirga yang berada di belakang


" Emang itu apa tan? "


" Mah....udah Sheila nya jangan diganggu " ucap pak Dito berada di samping bu Mita membuat bu Mita tertawa berbahak bahak


Sheila hanya terdiam mencoba memproses perkataan bu Mita dan itu berlangsung hingga Sheila dan Dirga sampai di depan pintu apartemen


Dirga muntup kedua matanya menunggu Sheila selesai mencari kunci apartemen, ketika kunci sudah dibuka Sheila langsung membuka pintu apartemen dan....


Bertapa terkejut nya Sheila ketika melihat baju, kain dan barang barang plastik yang berserakan di lantai " Masih aman " ucap Dirga dalam hati


Glek, sontak saja Dirga menatap Sheila yang menoleh ke arahnya dengan pelan seolah olah siap melemparkan leser yang keluar dari matanya


" D.I.R.G.A! " ucap Sheila dengan nada datar tapi mencengkam


" Iya? "


" Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi? "


Dirga tersenyum canggung " Suprise? "


Bruk! satu pukulan mendarat di kepala Dirga


" Akh sakit! " oceh Dirga


" INI RUMAH APA KAPAL PECAH HAH! " teriak Sheila masuk ke dalam apartemen


" Apartemen btw " ucap Dirga tanpa dosa


Sheila menatap Dirga dengan tatapan kesal


" KAMU GAK TAU KALAU INI ULAH KAMU! "


" Ta..tau " ucap Dirga songak menjadi gagap


" KALAU TAU KAMU KE POJOK DINDING SEKARANG! INTROSPEKSI DIRI! " teriak Sheila sambil mengambil barang barang yang berserakan di lantai


" BISA BISANYA , RUMAH UDA KAYAK KAPAL PECAH GINI! KAMU MAU NGUNDANG NYAMUK HAH! NGUNDANG PENYAKIT HA!


MAU NGUNDANG KOLERA HAH! DEMAM TIFOID HAH! MAU NGUNDANG DEMAM BERDARAH HAH! "


" Udah dong sayang " guman Dirga


" DIAM DISANA! " ucap Sheila dengan nada yang mengema membuat Dirga ketakutan


.


.


.


BERSAMBUNG 🌻

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻


JAGA KESEHATANYA YA💜


__ADS_2