CINTA SMA

CINTA SMA
Jalan-jalan part 3


__ADS_3

" Aku saja belum pernah mencium bibir Sinta, tapi mereka sudah !" geram Dito dalam hatinya.


Lalu Dito melirik ke arah Sinta, terlihat dia sudah sangat nyenyak dalam tidurnya.


Mobil nya terus melaju ke arah rumah Terry, saat ingin menanjak tiba-tiba ada polisi tidur.


" Jeglek"


Kepala Sinta pun terbentur kaca pintu mobil.


" Aduh," ucap Sinta sambil memegang keningnya.


" Eh, maaf. Kamu jadi terbangun." kata Dito sambil mengusap kepala Sinta.


" Apa sudah sampai?" tanya Sinta yang masih mengedip-ngedipkan kedua matanya.


" Sedikit lagi sampai." ucap Dito


Lalu Sinta pun menoleh ke arah kirinya, di lihatnya pemandangan desa yang masih asri yang di tanami pohon teh yang berjajar menghiasi pinggir jalan.


" Dit, bisa buka kacanya sebentar." usul Sinta.


" Untuk apa?" tanya Dito.


" Aku ingin merasakan udara sejuk di sekitar tempat ini." ujar Sinta.


Lalu Dito meminggirkan mobilnya dan memarkirkan di tepi jalan.


" Lho kok berhenti?" tanya Sinta.


" Bukannya kamu mau selpi?" tanya Dito.


" Ih, kamu kok tahu aja!" seru Sinta.


Lalu Dito dan Sinta pun turun dari mobilnya dan berjalan bergandengan ke arah kebun teh.

__ADS_1


" Kira-kira Terry ada di rumahnya gak ya?" tanya Sinta. " Apa sebaiknya aku telepon?"


" Jangan, nanti dia gak surprise ngeliat kamu." kata Dito.


" Oh iya,"


" Kalau gitu kita foto-foto nya cepetan. Biar gak kesorean." kata Sinta.


Setelah berfoto kemudian Sinta memasukkan nya ke akun medsosnya. Tak terkecuali di status wa miliknya.


Kalau Dito tidak ingin memamerkan kemesraan nya di medsos. Karena dia tidak ingin kejadian tempo hari terulang lagi. Kejadian dimana teman-temannya malah ingin berkenalan dengan Sinta dan memuji kecantikannya.


" Sudah hampir sore, sebaiknya kita langsung menuju rumah Terry." kata Dito.


" Oke," jawab Sinta yang masih menjawab pesan masuk yang dia terima.


Setelah memasang status di wa miliknya ada puluhan chat yang dia terima.


" Sin, kamu lagi dimana?"


" Cakep banget ih, cowoknya."


" Sin, daerah mana itu?"


" Bla, bla, -----" 30 pesan wa".


Dan yang terakhir dia baca dari Pasha.


" Jangan lupa oleh-oleh!"


Sinta pun langsung membulatkan kedua bola matanya saat membaca pesan terakhir.


" Ada apa Sin?" tanya Dito yang heran melihat wajah Sinta. Yang awalnya tertawa dan senyum lalu berubah menjadi agak cemberut.


" Biasa, si Pasha minta oleh-oleh." tutur Sinta.

__ADS_1


Mobilnya sudah terparkir di halaman rumah milik Terry.


Dari dalam rumah, pemiliknya bingung dengan kedatangan mobil mewah yang parkir di halamannya.


Ayah Terry pun langsung membukakan pintu rumah, bermaksud ingin melihat tamu yang datang.


Dito pun membuka pintu mobilnya yang langsung naik ke atas.


" Hey, Dit. Mobilmu ini membuat semua orang bingung." bisik Sinta.


Dito hanya tersenyum mendengarnya.


Sinta pun turun dari mobil Dito dan langsung menyapa ayahnya Terry.


" Assalamualaikum, Om. Ada Terry?" tanya Sinta.


" Wa'alaikumsalam. Ada, kamu Sinta ya?" tanya ayah Terry menebak.


" Iya, Om!" jawab Sinta.


" Oh iya, masuk-masuk. Om panggilkan Terry." kata ayah Terry yang langsung menyuruh Sinta duduk.


Ayah Terry pun langsung masuk ke dalam rumah, dan menghampiri Terry yang berada di kamarnya.


"Ter, ada temanmu Sinta!" kata ayah Terry sambil mengetuk pintu kamarnya.


" Sinta?" sahut Terry dari dalam kamarnya.


" Iya, cepat temui dia."


" Iya, ayah." jawab Terry yang langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke arah Sinta.


-


-

__ADS_1


Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar mu.


__ADS_2