CINTA SMA

CINTA SMA
Ancaman Dito


__ADS_3

DITO


Ambulance pun datang membawa Dito dan sopir nya yang sudah tergeletak di tanah. Dengan mata yang sayup-sayup, Dito mencoba bangkit. Namun karena benturan yang cukup keras, akhirnya Dito tidak sadarkan diri. Dia dan supir nya langsung di bawa ke rumah sakit.


" Ngiung, ngiung .." suara ambulan menuju rumah sakit.


Tidak ada kerabat yang menunggu, karena kedua orang tua Dito berada di Inggris. Lalu pihak rumah sakit mencoba menghubungi panggilan terakhir yang dilakukan oleh Dito.


" *Kring..kring..."


" Halo, ada apa Dit?"


" Maaf, apakah anda kerabat dari orang yang baru saja mengalami kecelakaan di jalan tol?"


" Maaf dengan siapa?"


" Kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahu kalau kerabat anda sedang di tangani di IGD rumah sakit Puspita."


" Saya, Fadli teman Dito."


" Silakan anda datang, karena kondisi pasien belum sadar."


" Baik*, "


Satu jam kemudian, Fadli pun datang ke rumah sakit Puspita. Setahu dia, Dito akan ke Yogyakarta bersama Sinta.


Fadli menunggu Dito di ruang rawat, karena kondisi Dito hanya pingsan dan belum sadar.

__ADS_1


Dito membuka kedua matanya, dia melihat ada Fadli yang berada di sampingnya.


" Fad, Sinta mana?" tanya Dito.


" Bukannya Sinta pergi bersama mu?" tanya Fadli, " Dan aku bertanya pada perawat, katanya cuma kamu sama Pak Jaka yang di bawa ke rumah sakit ini." kata Fadli menjelaskan.


Dito terdiam, dia mencoba mengingat kejadian sebelumnya.


" Bisa kau cek cctv mobilku, tempat aku kecelakaan?" perintah Dito.


Lalu tanpa banyak bicara, Fadli langsung menuju area tempat Dito kecelakaan. Fadli di bantu polisi mencari kamera yang terpasang di mobil Dito. Setelah ketemu, Fadli memutar di ruang polsek. Memastikan mereka dapat menginvestigasi kejadian nya.


Setelah di cek oleh Fadli, ternyata mobil Dito do hadang dari depan. Dan plat nomor pun sudah tercatat di kepolisian.


Beberapa menit setelah mobil nya terguling, terlihat sosok laki-laki yang tidak asing di mata Fadli.


" Rio.." ucap Fadli yang geram karena menggendong Sinta ke dalam mobil nya.


" Dia itu Rio, "


" Baiklah akan kami lacak keberadaan nya." kata polisi.


Lalu Fadli langsung menuju rumah sakit, dia menjelaskan semuanya pada Dito. Lalu Dito dengan geramnya langsung bertindak, dengan cara dulu dia mengancamnya.


Dito meminta tolong orang kepercayaannya untuk memblokir akses bisnis Rio. Dan membuat Rio kehilangan banyak klien. kesabarannya sudah habis, karena dia telah berani mengambil orang yang dia cintai dengan cara licik. Dito yang mempunyai pengaruh besar di dalam dunia bisnis, terpaksa melumpuhkan Rio dengan cara licik juga. Sebenarnya Dito tidak ingin berbuat hal yang merugikan orang lain, namun sikap Rio telah berlebihan. Sampai membuat dia dan Sinta menjadi celaka.


Setelah membereskan semua klien, kini yang dipikirkan Dito adalah mencari keberadaan Sinta.

__ADS_1


" Bisa kau tanya Mira?" perintah Dito.


" Baik, " kata Fadli yang merupakan kaki tangannya.


Fadli langsung bergegas ke rumah Mira.


" Tunggu aku Sin, aku akan menjemputmu." kata Dito yang melihat layar handphone nya, terlihat Rio sedang menggendong Sinta dan membawanya masuk ke dalam mobil.


" Tunggu kehancuran mu, Rio. Aku sudah bilang jangan mengusik hubungan kami." ancam Dito


***


Jam menunjukkan pukul delapan malam, Rio masih membawa Sinta menuju villa nya.


" Hey, kenapa kau membawa ku ke sini?" protes Sinta yang melihat rumah berukuran besar.


" Kita bermalam di sini." kata Rio dengan seringai liciknya.


" Antarkan aku pulang." teriak Sinta yang langsung memukul-mukul Rio.


Rio memberhentikan mobilnya, karena Sinta terus memukuli nya. Saat mobil berhenti, dengan cepat Sinta membuka pintu dan seat belt yang masih terpasang di dadanya.


Sinta mengambil jurus langkah seribu, dia tak tahu akan melangkah kan kakinya kemana. Yang jelas dia berusaha kabur dari Rio.


Rio pun langsung mengejar Sinta, dengan berlari. Dia tidak ingin kehilangan untuk kedua kali.


-

__ADS_1


-


Silahkan like dan berikan komentar mu.🙏


__ADS_2