
" Sin," panggil Wahyuningsih yang sudah berada di sebelah Sinta.
" Eh, kalian." kata Sinta dengan wajah lesu.
" Kamu kenapa?" tanya Wahyuningsih dengan suara nya yang lembut.
" Sin, tolong jujur sama kita soal Rio." kata Puput.
" Memang ada apa sama dia?" tanya Sinta yang bingung.
" Dito dapat kiriman foto kamu sedang berada di apartemen Rio." kata Puput menjelaskan.
" Apa?" kaget Sinta.
" Seperti nya kamu sedang di jebak sama dua cecunguk itu." kata Puput dengan insting detektif nya.
" Cecunguk?" kata Sinta yang semakin bingung dengan perkataan Puput.
" Mira dan Rio." jelas Puput.
" Apa benar kemarin kamu ke apartemen Rio?" tanya Puput menyelidik.
" Iya." jawab Sinta.
" Alasannya?" Sela Puput.
" Pagi-pagi dia mengambil pesanan kue di toko. Karena sabtu sorenya dia memesan ke mama." kata Sinta menjelaskan peristiwa kedatangan Rio.
" Lalu?" tanya Puput.
" Put, biarkan Sinta kasih penjelasan. Jangan kamu potong dulu." sikut Wahyuningsih kepada Puput.
" Kemudian dia melakukan hal konyol, dia membagi-bagikan 10 box brownies kepada pengunjung yang lewat di depan toko. Setelah itu hujan turun dan dia meneduh di toko. Selesai hujan aku sudah mengusirnya. Tetapi malah sorenya dia memesan lewat telepon. Dan di antar ke apartemen nya." kata Sinta.
" Lalu kamu mengantarnya?" tanya Wahyuningsih.
__ADS_1
" Iya, " jawab Sinta.
" Kenapa gak pake O-send?" kata Puput yang gregetan dengan sikap Sinta.
" Iya, aku baru di kasih tahu sama abang ojek saat di pertengahan jalan." kata Sinta yang menyesal.
" Disitu pikiran ku sedang blank, dan aku menurut saja untuk datang ke apartemen. Karena dia menggunakan identitas palsu. Aku tidak berpikir kalau Rio yang memesan." ujar Sinta.
" Dan kamu datang ke apartemennya?" tanya Wahyuningsih.
" Iya, saat aku ketuk ternyata dia yang membuka pintu. Kemudian dia menarikku masuk ke dalam apartemen nya." kata Sinta langsung menutup ke dua mukanya seolah dia menyesal dengan yang telah dia lakukan.
" Lalu apa yang terjadi?" tanya Puput yang melihat Sinta begitu sedih.
" Tet, tet, tet..." bunyi bel masuk berbunyi.
Seluruh siswa pun masuk ke kelas masing-masing.
" Sin, kita ke kelas dulu ya. Nanti kamu tunggu kita pulang." kata Puput yang mengusap punggung Sinta.
Wahyuningsih dan Puput pun keluar dari kelas Sinta.
" Aku masih penasaran dengan cerita Sinta selanjutnya." bisik Wahyuningsih kepada Puput.
" Seperti nya Sinta sedang tertekan, biar aku tegur Mira." kata Puput yang mengepalkan kedua tangannya.
" Kita dengar dulu cerita dari Sinta, baru bertindak.' kata Wahyuningsih menenangkan Puput.
Suasana sekolah kembali tenang, karena guru sudah hadir di kelas masing-masing.
DITO
" Dit, kamu mau pilih jurusan apa?" tanya Melly yang berada di kantin kampusnya.
" Aku ambil businnes and management, Kak." sahut Dito yang menikmati roti sandwich.
__ADS_1
" Oh, " jawab Melly.
" Hey, Melly." sapa salah seorang teman Melly.
" Hey, Clara." sahut Melly.
" Who is he?( Siapa Dia?)" tanya Clara menanyakan Dito yang ada di sebelah Melly.
" He's a younger brother( Dia adik laki-laki ku)." jawab Melly.
" So handsome.( Dia sangat tampan)" kata Clara yang memuji Dito dengan kata tampan.
" Yes, I'm pretty too.( Ya, aku juga cantikkan.)" kata Melly yang tidak mau mengalah.
"Does he want to go to school here? (apakah dia mau sekolah disini?)" tanya Clara.
" Yes, he is looking for a major that suits his expertise.(Ya, dia sedang mencari jurusan yang sesuai dengan keahliannya)" sahut Melly.
" What major?( Jurusan apa?) " tanya Clara.
" Businessman." kata Melly.
" Oh, good lucky. And welcome." kata Clara yang menyambut Dito dengan senang.
" Melly, I want to go to the library first.( Melly, aku ingin ke perpustakaan dulu )" Pamit Clara.
" Oke." jawab Melly.
" Bye, bye handsome."
-
-
Silahkan like dan berikan komentar mu
__ADS_1