
Sinta dan Dito pun duduk di taman kecil dekat air mancur.
" Sin, aku ingin melamar mu." ucap Dito yang melihat ke arah Sinta.
" Apa?" kaget Sinta mendengar penuturan Dito, " Aku masih sekolah, dan baru kelas tiga."
" Kita tunangan dulu, sepulang aku menyelesaikan S2 langsung melamar mu." ucap Dito yang langsung menggenggam jemari Sinta.
Sinta menatap lekat wajah Dito yang tampan. Dia sungguh tak percaya cowok yang dulu bikin dia penasaran, kini melamarnya. Dito yang selalu membuat Sinta terus memperhatikan sikapnya dari awal masuk sekolah. Kini melamar nya menjadi tunangan nya.
" Tunangan?" tanya Sinta.
" Iya, aku ingin mengikat tali cinta kita dalam sebuah ikatan pertunangan. Aku tidak ingin kau di ganggu lagi oleh orang yang jahil." ucap Dito sambil mengusap pipi Sinta, " Dan meminta pada ayah dan mama, agar menjagamu untuk ku."
" Apakah kau mencintaiku?" tanya Dito dengan mimik wajah yang serius.
" Apa kamu benar-benar serius Dit?" tanya Sinta yang masih tidak percaya dengan apa yang Dito ucapkan.
" Aku serius ingin menikahi mu, tapi nanti kalau aku sudah menyelesaikan gelar S2 ku." kata Dito, " Kalau kau ingin aku menikahi mu hari ini juga bisa." canda Dito.
" Ih, apaan sih. Aku gak mau nikah muda." tolak Sinta.
__ADS_1
" Ya udah, aku nanya serius. Apakah kamu mencintai ku?" tanyanya lagi.
" Iya, " jawab Sinta dengan pipi yang sudah memerah.
Lalu dengan cepat Dito mencium tangan Sinta, ingin rasanya dia memeluk Sinta. Tapi dia tahu kalau itu tidak mungkin dia lakukan. Dito merasa bahagia kalau Sinta benar-benar mencintainya. Tak sia-sia perjuangan nya selama ini. Sinta gadis cantik yang dia incar, saat awal masuk sekolah. Awalnya dia hanya cuek, dan tidak perduli pada Sinta yang selalu memperhatikan nya. Namun senyum Sinta mampu meluluhkan hatinya.
" Aku akan mengantarmu pulang, dan meminta kepada ayahmu agar merestui hubungan kita." ucap Dito antusias.
" Ayah pasti tidak setuju, karena aku masih sekolah." ucap Sinta yang langsung menundukkan kepalanya.
" Aku akan memintamu untuk tunangan dulu, jadi selama aku kuliah di Inggris hatiku akan tenang." kata Dito.
" Aku takut ayah tidak akan setuju." ucap Sinta.
" Terserah kamu, aku mah ikut aja." ucap Sinta.
" Aku antar kau pulang sekarang." kata Dito yang langsung menarik tangan Sinta dan menuntun nya.
" Secepat itu Dit?" tanya Sinta.
" Iya, karena minggu depan aku harus balik ke Inggris." imbuhnya.
__ADS_1
Sinta hanya terdiam, mereka pun masuk ke dalam mobil. Kemudian Dito mengantarkan Sinta menuju rumah nya.
" Apa kamu sudah mempersiapkan kata-kata?" tanya Sinta.
" Kata-kata apa?" tanya Dito.
" Kata-kata agar ayah merestui hubungan kita." ucap Sinta memberi masukan.
" Aku tidak perlu menyusun kata-kata, aku yakin ayahmu akan merestui hubungan kita." kekeh Dito yang yakin dengan ucapannya.
Jalanan hari ini ramai lancar, karena liburan sekolah maka tidak terlalu padat kendaraan. Jarak antara rumah Dito dan Sinta hanya membutuhkan waktu 30 menit kalau tidak macet. Tapi kalau macet, bisa sampai satu jam.
" Apa kamu bisa memaafkannya Rio?" Tanya Dito yang beralih pembicaraan.
" Untuk apa?" tanya Sinta.
" Untuk menyelamatkan karyawan nya." ucap Dito
" Memang ada apa dengan karyawan nya?' tanya Sinta.
-
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar mu.