CINTA SMA

CINTA SMA
bab 15


__ADS_3

pagi ini Bu susi Sedang memasak telor bumbu merah kesukaan pak Johan dan Seno.


"terima kasih sudah menjadi istri yang baik,"ucap pak Johan sambil mencium kening Bu susi saat mereka sedang di dapur.setelah masakan selesai,pak Johan pun membantu Bu susi menaruh piring ke meja makan.


"Seno ayo kita sarapan dulu,"ucap Bu susi ketika melihat Seno keluar dari kamarnya hendak berangkat ke sekolah.


"tidak,aku akan sarapan di luar,"ucap Seno hendak keluar rumah.


tapi pak Johan menahan Seno dengan memegang lengan seno.


"sarapanlah di sini,ibumu sudah susah payah membuatnya,"ucap pak Johan lembut.


"terima kasih tapi aku lebih suka makan di luar,"ucap seno dengan senyum yang di paksa.


"ibumu mengkhawatirkan mu Seno.janganlah seperti ini padanya,"ucap pak Johan.


"jika ibu memang mengkhawatirkan ku,maka dia tidak akan berpisah dengan ayah,"ucap Seno sinis.


Seno kembali menatap ibunya tajam.dan kembali melanjutkan kalimat pedasnya.


"ibu bahkan tidak pernah memasak mie goreng untuk ayah,"


lalu Seno pun melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.


Bu susi pun tak bisa melanjutkan kata-katanya karena apa yang Seno katakan itu benar.


waktu pernikahan nya yang dulu,Bu susi adalah seorang wanita karier.jadi dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai melupakan tugasnya sebagai istri sekaligus ibu.dia hanya selalu mengutamakan karier nya ketimbang suami dan anaknya.dia pun tidak pernah memasakkan makanan untuk suami dan anaknya.karena itulah Bu susi bercerai karena suaminya sudah tidak sanggup jika harus hidup dengannya lagi.tapi Bu susi benar-benar menyesalinya karena telah menelantarkan suami dan anaknya.di pernikahannya yang sekarang dia tidak ingin mengulangi kesalahannya lagi.sekarang dia pun memutuskan ingin menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya dan tidak ingin menelantarkan suami dan anaknya.


*****


sendi dan mei pun berada di dalam kelas.keadaan di kelas masih sepi,hanya ada 4 orang yang ada di kelas karena ini memanglah masih pagi.


"untukmu,"ucap sendi singkat sambil menyodorkan sebuah ponsel yang dia ambil dari sakunya.


"di sana sudah tertera nomor telepon ku.jadi kalau ada apa-apa cepat hubungi aku,"lanjut sendi kepada mei.


"benarkah?aishh, terima kasih my little prince,"ucap mei gembira karena sendi begitu baik padanya.


"my little prince?,"tanya sendi tidak mengerti mengapa mei memanggilnya my little yang artinya pangeran kecilku.


"tadi malam aku melihat drama di tv dengan kak tyas.lalu ada sepasang muda mudi saling memanggil my little prince and my little.jika ku pikir-pikir panggilan my little prince juga cocok ku berikan padamu,"ucap mei senang.

__ADS_1


sendi tertawa kecil karena tak habis pikir dengan jalan pikiran mei.tapi sendi pun tidak keberatan jika mei memanggilnya seperti itu.


sendi dan mei pun melihat tubuh Seno dari arah pintu yang hendak masuk kedalam kelas dan duduk di bangkunya,di sebelah Seno.


"pagi,"sapa mei dengan tersenyum.


Seno hanya membalas dengan senyum tipis.


sendi yang melihat mei menyapa Seno dengan senang pun menatap nya dengan malas.


"Seno berikanlah aku nomor telepon mu,"ucap mei lalu menyodorkan ponselnya dengan tersenyum.


lalu Seno pun memberikan nomor telepon nya di ponsel mei.


"terima kasih,"ucap mei dan mengambil ponselnya kembali dari tangan Seno.


"Danu aku juga ingin meminta nomor telepon mu,"ucap mei ketika melihat Danu baru masuk ke kelas.


"aishh apa kau menyukaiku sampai kau ingin meminta nomor telepon ku?,"ucap Danu menggoda.


"apalah kau ini.cepatlah berikan nomor telepon mu,"ucap mei kesal karena Danu menggoda nya.


"baiklah fans ku,"ucap Danu kepedean.


"terima kasih,"ucap mei tersenyum.


"apa-apaan kau?,kenapa kau meminta nomor telepon dia dan munyuk ini?,"ucap sendi kesal karena mei meminta nomor telepon laki-laki lain di ponsel yang dia berikan.


"kalau hanya nomor telepon mu yang ada di sini,nanti kau kesepian.mangkanya aku meminta nomor Seno dan Danu supaya kau punya teman,"ucap mei polos dan tersenyum.


"apalah yang ada di otakmu,"ucap sendi bingung dengan kelakuan mei.


"aku kan membelikan ponsel itu supaya aku bisa menghubungi nya,"batin sendi masih kesal.


"kau mau kemana?,"tanya sendi yang melihat mei berjalan untuk keluar kelas.


"ke toilet,"ucap mei santai sambil melanjutkan langkahnya.


setelah dari kamar mandi,mei pun berjalan menuju wastafel yang ada di depannya dan membasuh muka nya.


"kau tau kan aku tidak suka kau dekat dengan sendi,"ucap wanita yang tiba-tiba ada di samping mei.

__ADS_1


"dan aku juga tidak suka kau dekat dengan Seno,"ucap wanita di sebelahnya dengan penuh penekanan.


mereka berdua adalah Sinta dan Sasa.


mei tidak ingin menggubris perkataan mereka,lalu mei dengan gontai berjalan menuju keluar toilet.tapi segera di cegah oleh Sinta dengan memegang lengan mei.


lalu Sinta pun menaruh gayung di wastafel di bawah air yang mengalir.lalu mengguyur mei sampai semua baju seragamnya basah.


"jangan pernah main-main dengan ku,"ucap Sinta sambil menunjuk wajah mei.


"ayo pergi,"ucap Sinta mengajak Sasa pergi dari toilet dengan tertawa.


sebenarnya mei ingin menangis,tapi dia menahannya.mei berusaha untuk menguatkan hati nya.setelah dirasa dia mulai baikan,mei pun berjalan ke dalam kelas.


sendi,Seno,Danu dan siswa lainnya pun menatap mei dengan tatapan yang aneh.


"ada apa denganmu?,"ucap sendi khawatir melihat keadaan mei.


mei tidak menjawabnya dan dia hanya tersenyum karena mei takut jika dia sampai menangis di hadapan sendi.


"ikutlah denganku,"ucap sendi menuntun mei.


"ini baju olahraga ku,pakailah,"ucap sendi setelah mereka sampai di loker koridor sekolah.


"siapa yang melakukan ini?,"tanya sendi.


"aku tadi terpeleset di kamar mandi,"ucap mei berbohong.


"kau bohong?,"ucap sendi memastikan.


mei menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


sebenarnya sendi melihat ada yang aneh,karena sendi tau kalau hanya terpeleset tidak mungkin semua bajunya basah.


"ini seperti di guyur seseorang,"batin sendi.


tapi sendi tidak ingin ambil pusing.dia pun menyuruh mei mengganti bajunya agar mei tidak masuk angin.


"lain kali jika ada yang menjahatimu,bilang lah padaku,"ucap sendi menatap mei khawatir.


"iya my little prince,"ucap mei tersenyum.

__ADS_1


lalu mei pun pergi ke toilet wanita untuk mengganti bajunya yang basah kuyup.sendi pun menunggu mei di depan pintu kamar mandi wanita,takut terjadi apa-apa kepada wanitanya.


setelah mei sudah mengganti baju seragamnya dengan baju olahraga,sendi mengajaknya ke dalam kelas.


__ADS_2