
Malam sudah larut, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.
" Kring, kring.." Bunyi ponsel Sinta berdering.
" Assalamualaikum." jawab Sinta.
" Wa'alaikum salam, Sinta kamu dimana? Ayah datang ke toko tapi sudah tutup." tanya Mama Sinta dengan nada cemas.
" Aku..." Sinta menjawab dengan suara yang gugup. Pasti mamanya akan marah, bila dia tahu kalau Sinta datang ke apartemen seorang pria.
" Aku lagi antar pesanan, Ma!" jawab Sinta, " Dan sekarang kejebak macet." jawab Sinta berbohong.
" Oh, memang kamu lagi dimana?, ini kan hari minggu. Macet dimana?" tanya mama yang penasaran.
" Sebentar lagi sampai, Ma." kata Sinta seraya melirik ke arah Rio.
" Oh ya udah, hati-hati ya!" pesan mama Sinta.
" Iya, Ma!"
" Assalamualaikum.." ucap mama mengakhiri pembicaraan
" Wa'alaikum salam." jawab Sinta.
Sinta memandangi Rio dengan tatapan yang sinis.
" Kau telah membuat kedua orang tuaku cemas." ujar Sinta.
" Baiklah, aku akan antar kau pulang." kata Rio yang sudah menyelesaikan makan malamnya.
" Terima kasih kau telah menemaniku makan malam." ucap Rio.
__ADS_1
" Saat ini aku akan sering perhatian kepada mu, dan aku yakin pasti hatimu akan berpaling dari Dito." kata hati Rio seraya melihat Sinta dengan tersenyum.
Rio sudah rapi dan segera mengantarkan Sinta pulang.
" Kamu sudah siap?" tanya Rio.
" Hem.." jawab Sinta yang langsung bangun dari sofa dan menggendong tasnya.
Mereka berjalan menuju lift, " Apakah nanti aku harus meminta maaf pada orang tuamu?" tanya Rio yang sudah masuk ke dalam lift bersama Sinta.
" Tidak perlu." ketus Sinta, " Mereka malah nanti berpikir yang enggak-enggak." ujar Sinta.
"Aku malah suka kalau mereka salah paham, ckckck. Pasti mereka akan merestui hubungan kita." gumam Rio dalam hatinya sambil senyum-senyum.
" Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Sinta.
" Oh enggak, aku gak mikirin apa-apa. " jawab Rio yang ketangkep basah oleh Sinta sedang senyum-senyum sendiri.
" Kalau punya kelainan jiwa sebaiknya menjauh dariku." kata Sinta yang mundur selangkah dari Rio.
" Tidak." kata Rio yang langsung keluar dari lift, karena pintu nya telah terbuka.
" Silakan!" kata Rio yang sudah membukakan pintu mobilnya.
" Huft, aku harus naik mobil ini lagi." kata Sinta yang langsung membuka pintu mobil yang di belakang.
" Lho, kok kamu di belakang?" tanya Rio.
" Aku hanya menghindari hal-hal yang tidak aku ingin kan." jawab Sinta.
" Baiklah, aku akan menjadi sopirmu malam ini." Sahut Rio.
__ADS_1
Mereka berdua sudah masuk ke dalam mobil.
" Nona mau kemana?" tanya Rio meledek.
" Tidak usah basa-basi, jalan aja. Udah malam!" sahut Sinta.
" Baik, Non!" jawab Rio yang langsung menyalakan mesin mobil nya. Dan mulai melaju ke arah luar parkiran.
" Apa kau ingin jalan-jalan dulu?" tanya Rio.
Lalu Sinta menatap tajam ke arah kaca spion.
" Oh oke, oke. Aku akan antar sesuai titik ya!" canda Rio.
" Aku sedang malas bercanda, sudah ngantuk." jawab Sint yang langsung mengambil ponselnya.
" Oh, kalau gitu nona tidur aja!" sahut Rio sambil melihat Sinta dari arah kaca spion.
" Jangan terus melihat ke arahku. Fokus aja sama jalanan." tutur Sinta.
" Aku hanya ingin melihat keadaan mu." jawab Rio.
" Untuk apa?" tanya Sinta yang sibuk mengetik pesan di layar ponselnya.
" Apakah kau tersenyum, melamun atau cemberut." jawab Rio.
" Aku sedang tidak ingin basa-basi." ucap Sinta seraya menghela nafas nya.
" Oh, oke nona. Aku pastikan anda selamat sampai rumah." ucap Rio.
-
__ADS_1
-
Silahkan like dan berikan komentar mu😘