CINTA SMA

CINTA SMA
Jalan-jalan part 2


__ADS_3

" Dit, selesai makan kita main ke rumah Terry. Mau gak?" tanya Sinta yang masih asyik memotret makanan yang ada di hadapannya.


" Hmmmm.." jawab Dito.


" Kok, hmmm aja?" kata Sinta yang merajuk.


" Iya,"


" Kok iya aja?" kata Sinta.


" Iya, aku akan mengajak mu ke rumah Terry." jawaban panjang Dito.


" Oke, aku makan dengan cepat semua hidangan ini ya!" kata Sinta yang langsung melahap makanan yang tersaji di atas meja.


" Eits, baca doa dulu." kata Dito mengingatkan.


" Oh iya, Bismillahirrahmanirrahim.. " ucap Sinta yang di lanjutkan membaca doa mau makan.


" Pelan-pelan makannya, nanti kamu tersedak." kata Dito.


" Aku ingin cepat sampai menemui Terry." ujar Sinta.


Sinta memakan semua hidangan pembuka , utama dan penutup.


" Sejak kapan nafsu makan mu bertambah?" tanya Dito.


" Sejak ---" kata Sinta sambil memutar kedua bola matanya.


" Sejak aku makan di kafe milikmu." ucap Sinta." Seperti nya makanan di restoran tidak sekenyang makanan rumahan."


Mereka pun selesai makan semua hidangan. Tak ada sisa sedikit pun makanan yang tersaji di atas meja.

__ADS_1


" Kalau kita sisakan itu akan mubajir, dan sampah di restoran milik mu pasti akan banyak. Lebih baik kita habiskan semuanya." kata Sinta sambil mengusap mulutnya dengan tisu.


" Iya, nanti aku tulis di depan restoran. Makan seperlunya jangan sampai membuang makanan." kata Dito.


" Iya, itu penting sekali. Sayang- sayang kalau di buang, banyak orang di luar sana yang mungkin kelaparan dan membutuhkan makanan." tutur Sinta.


" Apa kamu juga mau cuci piring sekalian?" canda Dito.


" Ish,,, " kata Sinta yang langsung menggelitik pinggang Dito.


" Ih, aku hanya bercanda..." kata Dito yang lari menghindar dari Sinta.


Lalu mereka pun keluar restoran dan menuju parkiran.


" Apa mau langsung ke rumah Terry?" tanya Dito.


" Eh tapi kita gak bawa oleh-oleh." kata Sinta sambil berpikir.


" Ya, boleh juga idemu." kata Sinta.


Mereka pun balik lagi ke restoran untuk memesan beberapa menu yang bisa di bungkus.


" Kau bayar juga?" tanya Sinta.


" Iya, kan aku pengunjung. Mereka adalah pegawai yang membutuhkan laporan untuk ku." kata Dito.


" Jadi setiap bahan yang berkurang akan di catat oleh pegawai ku. Dan akhir bulan aku harus mendapatkan laporan yang sesuai dengan di restoran." jawab Dito.


" Kalau aku gak membayar, kasihan nanti. Aku bisa merusak pembukuan mereka." tutur Dito.


" Ih, bos Dito memanglah bijak." kata Sinta yang mencubit pipi Dito.

__ADS_1


Dito langsung menuntun tangan Sinta dan berjalan ke area parkir.


Mereka pun sudah masuk ke dalam mobil dan Dito melajukan kendaraannya menuju arah rumah Terry.


" Hoam..." suara Sinta menguap karena matanya mengantuk.


" Kamu lelah?" tanya Dito.


" Iya, seperti nya aku kekenyangan." jawab Sinta.


" Tidurlah, nanti kalau sudah sampai akan aku bangunkan." kata Dito yang mengusap pipi Sinta.


" Kau tidak apa-apa aku tertidur?" tanya Sinta.


" Hmmm..." jawab Dito.


Kali ini Sinta tidak menjawab lagi perkataan Dito. Matanya terlihat sudah terpejam, dan kepalanya sudah tersandar di kursi mobil.


Dito menyalakan lagu kesukaannya di dalam mobil, sepanjang perjalanan hanya lagu bucin yang di setel oleh Dito.


Dalam benaknya dia ingin bertanya soal ciuman yang di berikan oleh Rio kepada Sinta.


Namun dia ragu untuk mengungkapkan nya, takut Sinta akan tersinggung dan marah.


Sudah dua kali Sinta di cium oleh pria yang menyukainya. Ciuman pertama adalah Rendi yang tak sengaja menyentuh bibir Sinta karena ingin menolong nya dari derasnya arus sungai. Dan ciuman kedua dari Rio, itupun dia belum tahu pasti apakah Rio benar atau bohong.


-


-


Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar mu.

__ADS_1


__ADS_2