CINTA SMA

CINTA SMA
extra part 15


__ADS_3

pena yang sedari tadi Bu Ninda genggam, ia ketuk-ketukkan di meja Sendi dan Seno dengan kuat hingga menghasilkan bunyi yang cukup membuat mereka berdua langsung duduk tegak.


"apa kalian berdua ingin menguji kesabaran saya?," tanya Bu Ninda dengan suara yang tenang dan raut wajah yang datar, namun tatapannya tajam mengarah ke mata Sendi dan Seno bergantian.


"tidak," ucap Sendi dan Seno bersamaan.


lalu tiba-tiba semua siswa yang ada di dalam kelas pun mulai bergemuruh dan gaduh.


Bu Ninda memutar tubuhnya 180 derajat dan mengulangi mengetuk-ngetuk pena nya di atas meja dengan kuat hingga semua siswa terdiam.


"saya tidak menyuruh kalian untuk mengomentari ataupun membuat gaduh. semua menatap ke depan dan diam," suara Bu Ninda yang sedikit memberat di Sertai dengan tegas mampu membuat semua siswa diam tanpa bantahan apapun. dan mereka.semua pun mengikuti apa yang Bu Ninda perintahkan tadi. lalu Bu Ninda pun memutar tubuhnya lagi menghadap Sendi dan Seno.


"sangat di sayangkan sekali karena siswa yang selalu mendapat peringkat pertama berturut-turut dan menjadi siswa teladan sekarang menjadi siswa yang tidak patut untuk di contoh karena tak mempunyai sopan santun kepada guru. memalukan!. kalian berdua tinggalkan pelajaran dan keluarlah dari jam pelajaran saya," ucap Bu Ninda dengan nada yang membentak. Bu Ninda tidak ingin memberi toleransi kepada siswa yang tidur di jam pelajarannya. dan tanpa bantahan apapun Sendi dan Seno langsung berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar dari kelas.

__ADS_1


setelah Bu Ninda tak melihat punggung Sendi dan Seno, ia pun berjalan menuju ke depan kelas dan menatap ke seisi ruangan dengan raut wajah yang serius penuh kewibawaan.


"saya tidak ingin ada yang mencontoh kelakuan buruk Sendi dan Seno. saya tidak akan memberi toleransi ketika ada siswa yang berani tidur di jam pelajaran saya, dengan langsung saya akan menyuruh siswa itu untuk keluar kelas dan tidak perlu mengikuti jam pelajaran saya. kalian mengerti?,"


semua siswa serentak mengucapkan mengerti.


"kita kembali ke pelajaran," ucap Bu Ninda, lalu ia menyuruh semua siswanya untuk mengumpulkan tugas yang kemarin Bu Ninda berikan.


sedangkan di kantin, tampak Sendi dan Seno yang tengah asyik memakan mie kuah yang tadi mereka pesan di ibu kantin.


"sejak aku berteman denganmu yang bodoh ini. namun cukup menyenangkan juga jika aku mengikuti gayamu karena aku bisa merasakan untuk bebas mengekspresikan diriku di depan orang lain walaupun dengan cara yang konyol seperti dirimu ini. aku lebih bahagia daripada sebelum-sebelumnya," ucap Seno menatap Sendi lekat.


"aku senang jika kau senang. tetaplah bersamaku dan aku tidak akan membiarkanmu untuk kembali ke zona nyamanmu itu," Sendi menepiskan senyum manisnya ke arah Seno. dan mereka berdua pun kembali kembali menyantap makanannya.

__ADS_1


"sebenarnya rugi sekali meninggalkan jam pelajaran," ucap Seno tiba-tiba.


"jangan terlalu hidup berkutat dengan buku, pelajaran, dan nilai. pikirkan kesenangan saja dulu agar kau tidak sia-sia hidup di dunia ini," ucap Sendi dengan santai.


"pantas saja kau selalu mendapat peringkat di tengah-tengah. kau saja malas belajar, bagaimana mungkin kau bisa mengalahkanku?," ledek Seno.


karena kesal, Sendi menjitak kepala Seno cukup keras hingga Seno mengaduh kesakitan.


-


-


-

__ADS_1


budayakan follow sebelum membaca gaes.


happy reading...


__ADS_2