
Pak Adelard menujukkan ekpresi yang tidak suka kepada Mia " Kamu tau aku akan membuat mu menyesal karena telah tidak mengambil kesempatan ini! " teriak pak Adelard
" Silahkan saja,jika bisa hancurkan saja saya, buat lah saya menderita sesuka hati anda, anda ingin melihat saya menangis bukan? anda ingin melihat saya meronta ronta bagaikan ikan dan bersujud memohon kepada anda?
Maka lakukan lah sesuka hati anda karena saya hanyalah seorang gadis miskin yang tidak dapat berbuat apapun di hadapan seseorang yang lebih kaya dan menikmati kehidupan yang bahagia daripada saya " ucap Mia dengan tegas tanpa basa basi
Pak Adelard terkekeh dengan perkataan Mia dan bersandar di kursinya " Haaa anak muda jaman sekarang benar benar keras kepala, aku peringatkan kamu benar benar akan menyesali perkataan mu sekarang "
" Sepertinya saya tidak akan menyesali perkataan saya yang lancang tadi, karena apapun yang saya ucapkan akan saya pegang dan jika saya menerima permintaan bapak saya mungkin akan amat amat menyesal karena saya harus meningalkan orang yang saya cintai maka saya lebih memilih menyesali yang belum pasti dari pada yang sudah ada di depan mata saya " ucap Mia lancang
" Sepertinya kamu sangat berharap dengan anakku, maka akan aku perlihatkan pada kamu apakah kamu pantas atau tidak bersamanya "
" Iya saya sangat berharap pada anak bapak,dan saya merasa saya sangat pantas bersama anak bapak maka dari itulah saya tidak akan menyesali apa yang saya lakukan "
Pak Adelard tertawa " harapan mu itu tinggi, karena telalu tinggi lah maka kamu akan jatuh karena terlalu berharap "
" Maka saya akan menunggu di saat saat saya jatuh karena harapan saya yang terlalu tinggi " ucap Mia tersenyum
" Aku akan menantikan nya " Pak Adelard tersenyum seringai
Tak lama kemudian sekretaris Aziel masuk ke dalam ruangan dan berjalan ke arah atasannya tersebut
" Antarkan tamu kita pulang " ucap pak Adelard
" Tidak perlu, saya bisa naik taksi "
" Kalau begitu silahkan "
Mia lagi lagi tersenyum seolah-olah tidak ada apa apa " Saya permisi " ucap Mia melangkah pergi dari ruangan atasan Aziel sekaligus ayah Andy
Setelah Mia pergi kedua sisi pintu tertutup rapat dengan kondisi Aziel yang masih berada di dalam
" Aziel " ucap pak Adelard
" Iya presdir " jawab Aziel dengan cepat dan sigap
" Kamu tau manusia mempunyai sifat ketamakan yang alami maka dari itu kita harus hidup sesuai kemampuan kita bukan kemauan kita "
" Saya mengerti "
" Bukan kah kamu pernah berada di posisi seperti dia? " ucap Pak Adelard menatap Aziel
" Iya saya pernah berada di posisi seperti nona Mia, saat itu saya di kekang, ditolak dan dibunuh mati oleh kenyataan pahit
Satu satunya yang perlu saya lakukan adalah mengikhlaskan dia, saya pernah di posisi itu ketika saya mencoba mempertahankan seseorang yang menjadikan saya alasan untuk bertahan " ucap Aziel dengan senyuman yang sedih
__ADS_1
" Maka dari itu aku membawa mu ke sini, tapi anak keras kepala seperti dia,akan ada saatnya dia menyesali perkataan dan perbuatan nya dan hidup bagaikan di penjara, aku penasaran sampai mana dia akan bertahan seperti itu " ucap pak Adelard tersenyum seringai
Sedangkan itu Mia berjalan pergi dari perusahaan pak Adelard dengan kekesalan yang sudah memuncak
Ia mencari taksi dan ketika taksi datang Mia masuk dan menyebutkan alamat dimana ia harus bertemu Andy disana ketika di perjalanan Mia teringat ingat dengan percakapan mereka
Mia menghela nafas panjang " Tidak pantas yah... " gumam Mia mengetuk ketuk pelan kaca jendela yang ada di sampingnya
Akhirnya sampai di tempat Mia dan Andy ber janjian ketika Mia turun di sebuah kedai terlihat Andy yang sudah duduk di salah satu meja pelanggan dengan cemas disana
Mia terkekeh " Ha..mana mungkin bisa ningalin cowok segemes dia " gumam Mia
Mia berjalan menghampiri Andy yang masih saja belum menyadari kedatangannya " Saya boleh duduk disini? " tanya Mia dengan sengaja
Andy tidak menatap Mia, mengira Mia adalah orang lain Andy langsung menolak nya dengan tegas " Maaf uda punya pacar "
" Kalau gitu kasian dong pacarnya dibiarin berdiri terus " Ucap Mia yang langsung sontak membuat Andy menatap Mia dengan terkejut
Andy sontak langsung berdiri " Mia! kapan sampainya "
" Hmm tadi, kamunya aja yang terlalu fokus " ucap Mia
Tidak mendengar perkataan Mia, Andy langsung mengecek Mia dari atas hingga ke bawah " Kamu gpp kan? pak tua itu gak mukul kamu kan? " tanya Andy menujukkan ekpresi cemas
" Aduh gemesnya anak orang " ucap Mia mengajak Andy duduk
Andy memegang tangan Mia " Dia ngomongin apa? " tanya Andy
" Gak ada ngobrol biasa aja, kita makan yuk..aku lapar banget " ucap Mia tersenyum
" Iya iya...kamu mau makan apa? " tanya Andy
" Biasa " ucap Mia
SKIP~
Andy yang sedang menyantap makanannya dengan lahap terhenti seketika ketika melihat Mia yang mengaduk aduk bakso nya yang sudah di depan mata
" Kamu kenapa? kok baksonya gak dimakan? kasian baksonya " tanya Andy
" Lagi gak nafsu makan aja "
" Kenapa? bukannya tadi katanya laper? "
Mia menatap Andy " Iya tapi kan itu tadi, sekarang aku lagi banyak pikiran jadi gak nafsu lagi "
__ADS_1
" Kenapa lagi? lagi ada masalah sama teman seangkatan? "
" Ngak gpp, gak penting juga kok "
Andy menyiritkan kedua alisnya " Sebenarnya ada apa? papa aku bilang apa sama kamu tadi? kasih tau aku " ucap Andy tegas
" Hmmm gak penting juga kok " ucap Mia menghela nafas
" Mia! " ucap Andy dengan nada yang meninggi
Mia sontak terkejut dengan nada suara Andy yang memperlihatkan bahwa ia sedang marah..amat amat marah
" Hm gimana ya ngomong nya, papa kamu kasih aku 3 tawaran yang bisa dibilang dapat merubah kehidupan aku tapi.. "
" Tapi apa? " tanya Andy
Mia menatap Andy " Tapi dengan syarat aku harus ningalin kamu "
Sontak Andy terkejut dan memegang tangan Mia dengan erat " Lalu? kamu terima sama tawaran papa aku? "
Mia menunjukkan tatapan yang sedih kepada Andy " Iya..." ucap Mia menatap Andy
Sontak Andy terdiam tak berkutik seolah-olah sedang menerima kenyataan " Tapi boong " ucap Mia tertawa
" Atutu lihat mukanya " ucap Mia tertawa berbahak bahak
" Kamu ini! " ocehan Andy
" Ya pastinya aku gak terima lah, orang pacarku ganteng, imut, pintar gini siapa yang tega ningalin " goda Mia
" Aish lihat lihat mulutnya "
" Pintar! " ucap mereka berdua dengan kompak
Ketika mereka sudah selesai tertawa, Andy sedikit mendekatkan badannya ke Sheila
" Kamu marah gak sama papa aku? " tanya Andy ragu
.
.
.
BERSAMBUNG 🌻
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN FAV NOVEL AUTHOR🌻
JAGA KESEHATANYA YA💜