CINTA SMA

CINTA SMA
Gak enak hati


__ADS_3

" Tet, tet, tet...." bel berbunyi, seluruh siswa di perbolehkan pulang. Sinta dan teman-temannya pulang, dan di depan pagar sudah ada Fadli yang menunggu.


" Cie, cie, cie yang uda di tunggu sama pacarnya." Ledek Puput.


" Sin, cepat pakai helmnya." Kata Fadli.


" Lho kok Sinta?" Kaget Malik.


" Sudah gak usah banyak berdebat, nanti aku kena omel Dito." ucap Fadli sambil melirik ke arah Wahyuningsih.


Wahyuningsih sudah tahu kalau Fadli ingin menjemput Sinta.


Saat akan berbelok, tiba-tiba mereka berpapasan dengan mobil Rio.


Hanya Sinta yang tahu kalau sedan putih itu punya Rio. Sinta memalingkan wajahnya ke arah kiri.


Dan Rio melihat Sinta yang sedang berboncengan dengan seorang anak laki-laki.


" Siapa anak laki-laki itu?" Tanya Rio dalam hatinya sambil melihat Sinta berlalu meninggalkan nya.


Rio pun berbalik arah saat tahu Sinta sudah pergi dari sekolah.


Puput sepertinya mengenali seseorang yang berada di dalam mobil sedan putih. Dan baru saja melintas di hadapannya.


Lalu Puput mengejar dan menghadang mobil sedan putih.


" Stop, stop.." Teriak Puput yang sudah menghadang di depan mobil.


Mobil sedan pun berhenti tepat hampir mengenai lutut Puput.


" Hey, kamu mati?" Teriak Rio yang sudah membuka kaca mobilnya.


" Oh, benar dugaanku. Ternyata kau CEO tengil." Ucap Puput dengan nada mengejek.


" Ada urusan apa kamu lewat sekolah?" tanya Puput.


" Itu bukan urusan mu!"


" Jelas itu urusan ku, kau pasti sedang mengincar Sinta bukan?" Kata Puput yang sudah di sebelah pintu mobil.

__ADS_1


" Sudah kubilang jangan pernah mengganggu Sinta, dia sudah punya pacar." Ucap Puput.


" Sudah aku sibuk." Lalu Rio menutup kaca mobil nya dan langsung berjalan meninggalkan Puput.


" Put, kamu bicara sama siapa?" tanya Wahyuningsih yang menghampiri Puput.


" CEO tengil itu datang untuk mencari Sinta." Kata Puput dengan nada kesal.


" Dia masih penasaran sama Sinta?" Kata Wahyuningsih.


" Sepertinya."


" Ya udah, yuk pulang!' Ajak Wahyuningsih.


Puput dan Wahyuningsih pun pulang bersama walaupun tujuan arah rumah mereka berbeda.


Sementara Fadli dan Sinta hampir sampai di depan gang rumah.


" Fad, besok aku pulang naik angkot aja deh!" kata Sinta.


" Sorry gak bisa Sin, aku udah di gaji sama Dito." tutur Fadli.


" Huft!"


" Oke, ini demi Ning ya! Aku cuma gak ingin Ning cemburu." Kata Sinta.


" Enggak, dia pengertian kok." kata Fadli.


" Cie, yang udah paham sama sifat Ning." Ledek Sinta.


Sinta sudah sampai di depan rumah nya, " Terima kasih ya!" ucap Sinta.


" Iya, " kata Fadli yang langsung berbalik menuju rumah nya.


" Assalamu'alaikum." Ucap Sinta memberi salam.


" Wa'alaikum salam." jawab Pasha.


" Kak sekarang di anter jemput sama kak Fadli?" tanya Pasha.

__ADS_1


" Ih anak kecil, gak usah nanya-nanya." kata Sinta.


Sinta langsung menuju kamar nya, dan mengganti baju sekolah.


Saat masuk ke kamarnya tiba-tiba terdengar suara handphone nya berbunyi.


" Kring...."


Lalu Sinta mengambil ponsel yang berada di saku bajunya.


" Dito!"


" Halo..." ucap Sinta yang sudah mengusap layar ponselnya.


" Halo, Sin! Kamu sudah pulang?"


" Udah, memang ada apa?"


" Aku hanya memastikan kamu aman."


" Memang ada yang mau menculikku?


" Aku hanya menjagamu, selebihnya adalah kamu yang wajib menjaga hatimu untuk ku."


Sinta merasa tersanjung di perhatikan oleh Dito.


" Aku akan menjaganya baik-baik."


" Terima kasih, "


" Iya."


"Aku mau makan dulu ya, baru pulang soalnya. dan perutku sangat lapar."


" Iya, Assalamu'alaikum"


" Wa'alaikum salam."


Mereka menghentikan pembicaraannya, dan Sinta langsung menuju ruang makan. Karena sedari tadi perutnya gemericik menahan lapar.

__ADS_1


-


Jangan lupakan tinggalin jempol kamu untuk like ya!


__ADS_2