CINTA SMA

CINTA SMA
Rendi jalan sama Selvi


__ADS_3

" Ning, kamu bisa telepon Fadli?" kata Sinta meminta tolong kepada Wahyuningsih.


" Memang ada apa?" tanya Wahyuningsih.


" Bilang Fadli tidak usah menjemput ku. Kan sekarang kita pulang cepat." kata Sinta.


" Oh iya." Kata Wahyuningsih.


Lalu Wahyuningsih mengirim pesan wa ke Fadli.


" Sin, aku harap kamu jangan mau lagi naik mobil CEO tengil itu kalau ketemu di jalan." saran Puput.


" Iya, " jawab Sinta.


Lalu mereka berjalan bersama menuju halte bus.


RENDI


Sementara Rendi sedang di ajak jalan dengan Selvi.


" Ren, kamu bisa menemaniku ke toko buku?" tanya Selvi.


Rendi baru saja di beritahu oleh Sinta kalau Selvi suka sama dia. Sinta bilang kalau Rendi harus membuka hati untuk orang lain. Dan mencoba menjalani hubungan dengan Selvi. Karena semenjak pertama melihat Rendi, Selvi langsung jatuh hati.


" Ren, aku ingin memberitahu mu soal sesuatu."


" Soal apa, Teh?"


" Selvi menyukaimu."


" Apa?"


" Aku harap kau membuka hati untuk nya."


" Tapi, Teh."


" Aku mohon."


" Baiklah, "

__ADS_1


" Sepertinya nanti dia akan mengajakmu ke toko buku. Aku harap kau dapat membuka hati untuk orang lain*."


Rendi akan mencoba membuka hatinya dan melupakan Sinta. Tapi kalau dia merasa tidak cocok akan menjadikan Selvi sebagai sahabat.


" Bisa. " kata Rendi.


" Ya udah, kita jalan." kata Selvi sambil tersenyum.


Mereka berjalan menuju halte bus, dan saat di halte mereka berpapasan dengan Sinta dan teman-temannya.


" Ren, kamu mau kemana?" Tanya Puput.


" Saya mau mengantar Selvi ke toko buku." kata Rendi sambil melirik ke arah Sinta.


Sinta yang tidak menyadari keberadaan Rendi, dia sibuk dengan ponselnya. Sinta sedang berkirim pesan dengan Dito.


Hatinya bersedih karena akan berpisah dalam waktu yang agak lama.


" Sin, mobil mu tuh." kata Wahyuningsih.


" Oh iya, " Lalu Sinta pun naik ke angkot, begitu juga dengan Rendi dan Selvi.


" Iya, Teh." kata Rendi.


" Maaf aku gak lihat kalau kalian naik angkot yang sama." kata Sinta.


" Iya, gak apa-apa Sin." kata Selvi sambil tersenyum.


Lalu Sinta melanjutkan lagi percakapannya dengan Dito via wa.


Tidak ada pembicaraan di angkot, Sinta sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Rendi dan Selvi hanya terdiam.


" Sin, kita duluan ya!" kata Selvi yang langsung bangun dari tempat duduknya.


" Iya, " jawab Sinta sambil tersenyum.


Disusul oleh Rendi yang juga turun, " Teh , saya duluan ya!"


" Iya, Ren!" kata Sinta.

__ADS_1


Rendi seperti nya enggan turun dari angkot, wajahnya terus memandangi Sinta yang sibuk bermain ponsel. Rendi melihat ada kesedihan di raut wajah Sinta saat mengetik pesan di ponselnya.


" Biar saya aja yang bayar, Teh!" kata Rendi.


" Eh, aku yang ajak kamu kok." kata Selvi.


" Enggak apa-apa. Tiga ya bang, sama gadis berjilbab di belakang." kata Rendi yang memberikan uang kepada supir angkot.


Sinta tidak mendengar suara Rendi yang membayar ongkos angkot nya.


Angkot pun meninggalkan Rendi dan Selvi yang sudah turun.


" Ren, Rendi!" kata Selvi yang melambaikan satu tangan ke arah wajah Rendi.


" Iya, Teh!" kata Rendi yang tersadar dari lamunannya.


" Kok kamu bengong aja?" kata Selvi seraya mengerutkan keningnya.


" Enggak apa-apa, Teh!" kata Rendi.


" Ya udah kita naik busway ya!" ajak Selvi.


" Iya, Teh!"


Lalu Rendi mengekor Selvi di belakangnya.


" Kiri, kiri ya!" kata Sinta yang turun dari angkot.


Lalu Sinta mengeluarkan uang dari saku bajunya.


" Uda di bayar, Neng sama temennya." kata supir angkot.


" Oh, iya. " kata Sinta. Dan angkot pun pergi meninggalkan Sinta.


" Siapa tadi yang membayar ongkos nya ya? Rendi atau Selvi." gumam Sinta dalam hatinya.


-


Silakan like dan vote ya!

__ADS_1


__ADS_2